Renungan harian Rabu, 18 Maret 2026
Ayat Pokok ; Kolose 2:7 (TB) “Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”
Hendaklah Saudara berakar di dalam Dia dan memperoleh kekuatan dari Dia. Berusahalah agar terus-menerus tumbuh di dalam Tuhan, dan menjadi kuat serta bersemangat dalam kebenaran yang telah diajarkan kepada Saudara. Semoga hidup Saudara berlimpah-limpah dengan sukacita dan rasa syukur atas segala yang telah dilakukan-Nya. (FAYH)
Syalom. . . Selamat pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Saya rasa setiap kita pernah belajar “struktur antomi tanaman” [akar, batang, cabang, dahan, daun, bunga dan akhirnya berbuah]. Dan sebuah tanaman atau pohon yang baik dan sehat harus memiliki akar yang kuat, karena akar pada tanaman [buah] berfungsi sebagai fondasi penopang yang kokoh, penyerap air dan unsur hara [nutrisi] penting dari tanah, serta penyimpan cadangan makanan. Jadi secara anatomis, akar memfasilitasi transportasi apa yang dibutuhkan oleh batang dan bagian pohon yang lain, sehingga tanaman tersebut pada akhirnya menghasilkan buah yang baik. Akar, baik sistem tunggang maupun serabut, sangat vital dalam memastikan ketersediaan nutrisi untuk menghasilkan buah yang berkualitas. Akar pohon umumnya jauh lebih luas daripada badan pohon, sering kali menjalar 2 hingga 3 kali lebih tinggi dari pohon itu sendiri atau melampaui kanopi cabang. Betapa pentingnya sebuah tanaman berakar dengan sangat baik sehingga akhirnya tanaman tersebut bertumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang baik pula.
Alkitab beberapa kali memakai proses perkembangan tumbuhan sebagai gambaran kehidupan kekristenan jemaat. Dalam suratnya kepada jemaat di kota Kolose, Paulus menasehati mereka agar mereka berakar dan bertumbuh dalam iman kepada TUHAN dan pengajaran para Rasul. Alasannya jelas supaya hidup kekristenan mereka kuat. Jemaat di Kolose menghadapi ancaman serius dari ajaran sesat, diantaranya; sinkretisme yaitu mencampurkan Injil dengan filsafat duniawi, legalisme Yahudi, dan mistisisme pagan [ajaran untuk menyembah malaikat]. Ajaran-ajaran tersebut merongrong keutamaan Kristus, bahwa apa yang YESUS kerjakan diatas salib sempurna dan cukup, tidak perlu menambahkan apapun apalagi menguranginya. Paulus menekankan bahwa Kristus adalah kepala gereja dan penebusan yang DIA kerjakan cukup.
Salah satu hal yang membuat jemaat di Kolose mudah diombang-ambingkan oleh pengajaran yang salah mungkin juga karena pemahaman teologi yang kurang karena mereka tidak diajar secara langsung oleh Paulus. Jemaat di kolose didirikan oleh Epafras [Orang yang membawa Injil ke wilayah Lembah Likus, termasuk Kolose, Laodikia, dan Hierapolis]. Dia disebut sebagai “kawan pelayan yang dikasihi” dan “sesama tahanan” oleh Paulus. Ia dikenal karena semangatnya dalam memberitakan injil. Epafras inilah yang kemudian melaporkan tantang masalah yang dihadapi oleh jemaat di Kolose yang kemudian direspons Paulus dengan suratnya.
Bapak, ibu dan saudara terkasih, saya rasa nasehat Paulus ini sangat relevan bagi kita yg hidup di zaman akhir. Mari kita akan perhatikan bersama nasehat tersebut satu persatu;
“Hendaklah kamu berakar di dalam DIA…”
memiliki bentuk kalimat Perfect Passive yaitu kalimat yang menggambarkan suatu keadaan yang ada sekarang sebagai hasil dari tindakan pasif yang telah selesai di masa lalu. Maksudnya adalah Keselamatan yang mereka terima adalah bukanlah usaha pribadi namun karena iman kepada karya Yesus. Bahwa persoalan terbesar manusia yaitu dosa dan maut telah diselesaikan oleh TUHAN YESUS diatas salib. Alkitab jelas mengajarkan agar kita berakar pada kebenaran ini. Yaitu keselamatan kita adalah anugerah TUHAN yang kita terima melalui iman kepada Yesus, bukan usaha kita atau siapa kita dan apa latar belakang kita. Ketika kita berakar pada kebenaran ini maka kita akan menang atas ajaran palsu yang menyatakan bahwa apa yang Yesus lakukan diatas salib perlu ritual atau tata cara tertentu lain yang harus ditambahkan. Hidup yang berakar kuat dalam kebenaran firman Tuhan akan melepaskan kita dari kesesatan yang membawa kita dengan perlahan menjauh dari kebenaran.
Kata “Berakar” dalam bahasa Yunani adalah ἐρριζωμένοι [errizhomenoi]. Kata ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang telah berakar teguh atau diperkuat, seringkali digunakan untuk menggambarkan dasar iman yang kuat – dalam persekutuan dengan Kristus Akar kata : “Rhizoo – berakar secara teguh, memperkuat dg akar, menyebabkan seseorang atau sesuatu benar-benar berakar]
“Hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu.”
FAYH “Berusahalah agar terus menerus tumbuh di dalam TUHAN, dan menjadi kuat serta bersemangat dalam kebenaran. . .”
Kata “bertambah teguh dalam Iman” memiliki struktur kata dalam bentuk PRESENT PASSIVE yang merupakan proses yang berkelanjutan yang diproduksi oleh Tuhan. Disini kembali Paulus membawa fokus dan perhatian pembaca [kita] kepada karya Kristus yg sempurna diatas salib untuk penebusan dosa. Terjemahan Firman Allah Yang Hidup memberikan frasa yang menarik untuk diperhatikan, ditulis demikian; “Berusahalah agar terus menerus tumbuh di dalam TUHAN. . . ” ada sebuah sinergi antara kasih karunia TUHAN yg sempurna dengan respons [usaha] kita.
Hubungkan dengan pernyataan Paulus dalam 2 Korintus 11:23-25 (TB) Apakah mereka pelayan Kristus? — aku berkata seperti orang gila — aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. Kasih karunia yang Paulus terima diresponi dengan semakin giat dalam melayani TUHAN.
Kasih karunia TUHAN menolong kita untuk menjadi kuat dan bersemangat dalam kebenaran. Betapa beruntungnya kita, bahkan diwaktu-waktu pergumulan kita, kasih Karunianya [melalui pertolongan Roh Kudus] menolong kita untuk semakin bersemangat dalam kebenaran. Yohanes 16:13 (TB) “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.” Respons kita terhadap pimpinan Roh Kudus adalah penundukan diri dan ketaatan utk mengikuti pimpinan-NYA.
“Hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”
Ini adalah sikap hati yang penuh syukur dan terimakasih kepada Tuhan atas segala yg telah DIA kerjakan bagi kita. Unconditional Love, yaitu anugerah kasih yang tidak memandang rupa dan siapa kita. Kehidupan Kristen adalah kehidupan yang bersyukur kepada Tuhan atas rahmat-Nya di dalam Kristus. Hal ini diungkapkan oleh ketaatan dan ketekunan dengan penuh sukacita!.
Bapak, ibubdan saudara yang terkasih, sebagai orang percaya yang hidup di zamqn akhir ini, marilah kita berakar dan berusaha agar terus menerus bertumbuh dalam Tuhan, menjadi kuat dan bersemangat dalam kebenaran, sehingga iman kita tetap kuat dan hidup kita menjadi berkat bagi orang-orang yang ada disekitar kita. Amin.
Hikmat Hari Ini:
Ketika kita berakar kuat di dalam Kristus dan firman-Nya, iman kita akan bertumbuh semakin teguh, tidak mudah diombang-ambingkan oleh ajaran yang salah, dan kehidupan kita akan menghasilkan buah yang baik serta menjadi berkat bagi banyak orang. 🌿✝️
Tuhan memberkati.
Judul (SEO Friendly)
Berakar, Bertumbuh, dan Berbuah dalam Kristus: Kunci Iman yang Teguh di Zaman Akhir
Focus Keyphrase (Yoast SEO)
berakar dalam Kristus Kolose 2:7
Meta Description
Renungan harian Kolose 2:7 tentang pentingnya hidup berakar dalam Kristus, bertumbuh dalam iman, dan berbuah dalam kehidupan yang penuh syukur di tengah tantangan zaman.
Hidup yang berakar kuat dalam kebenaran firman Tuhan akan melepaskan kita dari kesesatan yang membawa kita dengan perlahan menjauh dari kebenaran. Berusahalah agar terus menerus tumbuh di dalam TUHAN. Amin, terima kasih Tuhan untuk berkat firman Mu pada pagi hari ini.