Elohim Ministry youth “BERBAHAGIA DENGAN KEMURAHAN HATI”

“BERBAHAGIA DENGAN KEMURAHAN HATI”



Renungan Harian Youth, Rabu 02 Juli 2025

Matius 5:7, Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

Mungkin beberapa dari kita berpikir akan lebih mudah bermurah hati saat hidup kita berkelimpahan. Namun pernahkah kita berpikir untuk bermurah hati dalam segala situasi dan kondisi? Bahkan saat kehidupan kita sedang berkekurangan? Dalam hal memberi seringkali kita terjebak pada pemikiran untung rugi. Jikalau fokus kita hanya kepada diri sendiri mungkin pemikiran seperti itu akan selalu ada. Namun saat ini kita bersama akan belajar dari khotbah Tuhan Yesus di bukit yang mengajak kita untuk tidak hanya berfokus pada diri sendiri, tetapi juga bagi sesama. 

Rekan-rekan youth, keunggulan dari ajaran Yesus adalah bahwa kita disebut sebagai orang yang berbahagi Ketika kita menjadi pelaku dari firman Tuhan.  Dalam ucapan bahagia kelima, serangkaian janji yang dibuat Yesus tentang Kerajaan Allah, Yesus mengatakan ini:
“Betapa bahagianya orang yang memiliki belas kasihan kepada orang lain, karena Allah akan memberikan belas kasihan kepada mereka. – Matius 5:7 PBTB2

Kata murah hati berasal dari kata eleemon yang artinya belas kasihan. Kata eleemon merujuk pada pemahaman memberi bantuan kepada yang menderita untuk meringankan penderitaannya.  Hampir semua versi Bahasa Inggris secara tepat memilih terjemahan “merciful” (berbelas kasihan), bukan “generous” (baik hati dalam memberi). Kata sifat yang sama dikenakan pada Yesus Kristus sebagai imam besar yang berbelas kasihan kepada orang berdosa (Ibr 2:17).

Konsekuensi bagi orang yang berbelas kasihan (eleēmōn) adalah “akan beroleh kemurahan” (ayat 7b).  Sama seperti kata kerja pasif lainnya dalam bagian akhir setiap Ucapan Bahagia, subjek dalam kata kerja itu adalah Allah sendiri. Maksudnya, orang yang berbelas kasihan kepada orang lain akan diberi belas kasihan oleh Allah.  Karena kita adalah orang-orang berdosa yang tidak sempurna yang tidak memenuhi standar kemuliaan Allah, kita semua pantas mati. Kita semua pantas dihukum. Kita semua pantas terpisah selamanya dari Tuhan.

Tuhan Yesus menginginkan para murid-Nya untuk bermurah hati atau berbelas kasih kepada sesamanya yang sedang mengalami penderitaan atau pergumulan. Bermurah hati menunjukkan sikap diri yang mau hadir bagi sesama dengan bersimpati dan empati. Bermurah hati dapat kita lakukan dengan memberi diri, waktu, tenaga, dan yang terbaik yang bisa kita berikan. Oleh karena itu, bermurah hati tidak perlu menunggu saat hidup kita berkelimpahan, melainkan dapat kita lakukan dalam berbagai situasi dan kondisi. Asalkan, kita memiliki sikap untuk mau memberi yang terbaik sebagai bentuk syukur atas kemurahan Tuhan dalam kehidupan kita.

Saat kita menyadari bahwa anugerah keselamatan dari Tuhan Yesus adalah anugerah terbesar dalam hidup kita, maka hidup kita akan senantiasa dipenuhi dengan ucapan syukur dan perbuatan perbuatan baik bagi sesama untuk kemuliaan Tuhan Yesus.

“Tetapi Allah kaya dengan belas kasihan, dan Ia sangat mengasihi kita. Kita sudah mati karena semua pelanggaran yang kita lakukan terhadap Dia. Tetapi Allah memberikan kita hidup baru bersama Kristus. Oleh anugerah-Nya kamu diselamatkan.” – Efesus 2:4-5 PBTB2

Yesus berhasrat tentang keadilan dan kebenaran serta sangat mementingkan tentang anugerah dan belas kasihan.

Itulah sebabnya Dia membayar harga tertinggi bagi kita—agar kita dapat benar-benar hidup. Itulah sebabnya Dia menaklukkan kubur—untuk menyelamatkan jiwa kita dengan belas kasihan. Itu sebabnya Dia mengirimkan Roh-Nya—agar kita juga bisa menunjukkan belas kasihan.

Untuk lebih jelasnya, anugerah dan belas kasihan, meskipun serupa, tidaklah sama. Anugerah adalah mendapatkan apa yang tidak layak Anda terima (hadiah yang tidak pantas) sementara belas kasihan adalah tidak mendapatkan apa yang pantas Anda terima (penghakiman dan murka).

Dan meskipun lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, umat-Nya dipanggil untuk berbelaskasihan. Bahkan ketika seseorang telah berbuat salah padamu. Ya, bahkan ketika mereka tidak pantas mendapatkan kebaikan kita.

Filipi 4:5, Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!

Ayat ini dengan jelas mengajarkan kepada kita orang orang percaya, supaya kebaikan hati kita diketahui orang, bahkan ketahui semua orang.  Semuanya ini adalah untuk kemuliaan Tuhan Yesus. 

Jadi saat kita masih diberi kesempatan hidup di dunia ini, marilah kita rajin berbuat baik pada orang orang yang ada dalam keluarga kita, gereja kita, dalam lingkungan masyarakat di mana kita tinggal, dan kita percaya semua perbuatan baik kita akan menuai berkat Sukacita, damai sejahtera dan kebahagiaan yang melimpah Limpah dari Tuhan Yesus Yang Baik.

Tuhan Yesus memberkati

RM – NDK

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *