Elohim Ministry youth Berdoa dan Memuji Tuhan

Berdoa dan Memuji Tuhan



Renungan Harian Youth, Rabu 25 Maret 2026

Yakobus 5:13,Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi! “

Sepanjang hidup kita, kita akan mengalami dukacita dan sukacita. Kita akan mengalami saat-saat sedih yang luar biasa dan saat-saat bahagia yang meluap-luap. Kadang, dua hal itu terjadi di musim yang terpisah — tetapi terkadang keduanya datang bersamaan.

Setelah mendorong orang percaya yang tertindas untuk menanggung penderitaan mereka dengan sabar sambil menunggu kedatangan Kristus kembali (Yakobus 5:7-12), Yakobus mendorong jemaat untuk berdoa dalam segala keadaan. Kata “doa” muncul tujuh kali dalam Yakobus 5:13-18, baik sebagai kata benda maupun kata kerja. Dalam ayat 13, ia mengajak setiap orang percaya untuk berdoa. Dalam ayat 14-15, ia mengajak para penatua untuk berdoa bagi orang percaya yang sakit, dan dalam ayat 16, ia mengajak anggota jemaat untuk berdoa bagi satu sama lain. Dalam ayat 17-18, ia menyebutkan doa dua kali, memberikan Elia sebagai contoh doa yang efektif.  Seperti Paulus yang menantang jemaat Tesalonika untuk “berdoa terus-menerus” atau “tanpa henti” (1 Tesalonika 5:17), Yakobus melakukan hal yang sama. penekananya adalah bahwa,

Bagaimana seharusnya orang percaya berdoa dalam segala musim kehidupan?

Yakobus mengharapkan orang Kristen datang kepada Tuhan. bahwa Jika seseorang menderita, mereka dipanggil untuk berdoa. dan Jika seseorang bergembira, mereka harus memuji Tuhan. Yakobus menasehati supaya jemaat menjalani kehidupan doa yang disertai pujian serta ucapan syukur sebagai bagian dari respons mereka terhadap penderitaan. Hal ini dianggap sudah seharusnya demikian tetapi pada praktiknya, ketika penderitaan menyelubungi pikiran kita, terkadang kita lupa untuk memprioritaskan doa. Dan ketika segalanya berjalan dengan baik dan kita merasa senang, mudah untuk sekadar menikmati musim dan lupa untuk memuji Tuhan karenanya.

Rekan-rekan youth, Apa yang Yakobus ajarkan menyiratkan sebuah prinsip kebenaran mengenai pentingnya seorang Kristen memiliki sikap/respons yang benar terhadap kondisi diri sendiri dan orang lain. masalahnya adalah,, Ada kalanya kita berpikir bahwa jika saya menderita maka orang lain haruslah mengalami hal yang sama, akibatnya saat kita melihat orang lain tidak mengalami hal yang sama dengan kita, kita menjadi marah kepada Tuhan dan menganggap Tuhan itu tidak adil. Ini adalah respons yang salah; kita harus bersyukur untuk keberhasilan orang lain walaupun kita tidak berhasil seperti orang tersebut; mengapa demikian? Ini yang disebut “semangat kompetisi” yang menganggap orang lain adalah saingan kita! Jika kita hidup dalam semangat kompetisi seperti ini, kita pasti tidak akan senang dengan keadaan/pencapaian orang lain yang lebih baik dari kita; namun kita tidak hidup dalam semangat kompetisi seperti ini, namun dalam kasih, dan kasih membuat kita mampu bersukacita dan bersyukur dengan keberhasilan orang lain. Inilah kualitas hidup yang Allah inginkan bagi kita.

Kita tidak akan dapat memiliki kualitas hidup yang seperti ini jika kita masih menjadi orang yang hidupnya berpusat pada diri sendiri. Seruan Firman Tuhan bagi kita, Ketika kita menderita, marilah kita berdoa. Ketika orang-orang di sekitar kita menderita, marilah kita berdoa. Saat kita gembira atau bahagia, marilah kita memuji Tuhan. Ketika orang lain bahagia, marilah kita memuji Tuhan bersama mereka. Dalam setiap keadaan atau situasi, mari kita datang kepada Tuhan dengan segalanya, dan memercayakan segalanya kepada-Nya.

Kata “berdoa” yang dimaksud disini, berada dalam bentuk waktu sekarang dan sebenarnya dapat diterjemahkan, “biarlah dia terus berdoa.”² Doa yang terus-menerus adalah penawar bagi orang percaya yang menderita. Doa mengingatkan kita bahwa kita tidak memegang kendali dan bahwa Allah-lah yang memegang kendali. Doa juga membawa sumber daya Allah ke dalam keadaan kita.

Filipi 4:6-7, Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Allah menjanjikan damai sejahtera-Nya kepada mereka yang terus berdoa.

Karena realita kehidupan membuat kita paham bahwa Penderitaan atau duka cita itu pasti ada: Tapi pertanyaannya: apa respon pertama kita? Sering kali: Kita mengeluh terlebih dulu; Kita cerita ke orang lain dulu; Kita panik dulu. Tetapi Yakobus mengarahkan kepada kita saat berduka, bergumul dan menghadapi, Respon pertama adalah doa! Bukan berarti tidak boleh cerita ke orang lain, tapi jangan sampai Tuhan jadi pilihan terakhir.

Doa bukan tanda kelemahan, doa bukan pilihan terakhir. Doa adalah tanda ketergantungan kepada Tuhan!

Ini sebenarnya bagian yang mudah, tapi juga yang sering kita lewatkan. Ada kalanya saat kita mendapat berkat; Doa kita dijawab; Hidup lagi enak dan baik-baik saja, Apa yang kita lakukan? Seringnya: Menikmati sendiri; Lupa Tuhan;Bahkan merasa itu hasil usaha sendiri Tapi firman Tuhan melalui Rasul Yakobus, bahwa Sukacita harus diarahkan jadi pujian. Kenapa? Karena Tuhan adalah sumber berkat; danSemua yang kita punya berasal dari Dia. Sebab Kalau kita hanya ingat Tuhan saat susah, hubungan kita jadi tidak sehat.

Rekan-rekan youth, kita harus ingat bahwa doa bukanlah sarana yang kita dapat gunakan untuk memaksakan kehendak kita kepada Tuhan; doa adalah bentuk penyerahan diri kita kepada Tuhan, dengan kata lain, doa adalah bentuk iman kita kepada Tuhan.

Iman membuat kita melihat jauh kedepan melampaui apa yang sekarang ini ada di depan mata. Walaupun apa yang didepan mata kelihatannya tidak menjanjikan, namun percayalah bahwa Tuhan selalu mengerjakan hal yang baik dalam kehidupan kita; segala kesukaran, tekanan dan penderitaan diijinkan Tuhan untuk menghasilkan ketekunan dalam diri kita. Ketika kita melakukan itu, kita mengarahkan pandangan kita pada Yesus, dan Dia akan membantu kita menanggung setiap situasi yang kita hadapi.

Hikmat Hari Ini

Doa membawa kita semakin dekat kepada Tuhan saat kita menderita, dan pujian mengingatkan kita bahwa setiap sukacita berasal dari Tuhan.

Amin, Tuhan Yesus memberkati

RM – NDK

JOIN GRUP

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f

Atau klik tombol dibawah ini >>>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *