Elohim Ministry umum Bersyukurlah atas Penyertaan Tuhan

Bersyukurlah atas Penyertaan Tuhan



Renungan Harian, Selasa 31 Januari 2024

Nats: Mazmur 91:14-16 “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.”

Syalom bapak Ibu saudara yang terkasih dalam  Tuhan Yesus Kristus . . . .

Pada suatu malam seorang lelaki barmimpi bahwa dia sedang berjalan menyusur pantai bersama dengan Tuhan. Dalam perjalanan itu terlukis dalam pikirannya semua perisitwa hidup masa lalunya. Setiap kali dia melihat ke belakang, ada dua pasang jejak telapak kaki di pasir, satu pasang adalah jejak kakinya dan sepasang lainnya milik Tuhan. Dia juga melihat bahwa kadang kala hanya ada sepasang jejak kaki. Dan ketika dia mengingat-ingat itulah saat-saat yang paling sulit dan menyedihkan yang dialami dalam hidupnya. Maka ia mengeluh katanya, “Tuhan, Engkau pernah berkata kepadaku bahwa Engkau selalu berjalan menyertai aku. Engkaulah Imanuel, Allah besertaku, setiap saat. Tetapi sekarang saya tahu bahwa justeru di saat-saat yang paling sulit, Engkau pergi meninggalkan saya. Mengapa Engkau berlaku demikian padahal saya sangat membutuhkan uluran tanganMu di saat-saat itu?”

Tuhan menjawab, “Anakku, Aku tidak pernah mennggalkanmu justru di saat-saaat itu. Kalau engkau hanya melihat jejak satu pasang kaki, maka justeru pada saat-saat yang sulit itulah, Aku menggendongmu”.

Bapak Ibu, kita berada di penghujung tahun 2024 dan beberapa jam saja, kita akan memasuki tahun baru 2025. Mungkin ada yang merasa biasa-biasa saja karena waktu dan saat yang kita tinggalkan serta waktu dan saat yang kita masuki sama. Ada siang, ada malam, ada hari, pekan dan ada bulan. Itulah pergantian waktu yang biasa dan terulang terus-menerus secara tetap. Tetapi ada yang merasa bahwa tahun lama yang ditinggalkan telah memberi arti dan pesan kepada setiap orang, sedangkan tahun baru yang akan dimasuki memberikan janji dan harapan tertentu sekaligus tantangan-tantangannya.

Sebagai orang beriman, mari kita untuk melihat pergantian waktu ini dalam kaca mata iman. Kita lihat waktu dan tahun sebagai pemberian Tuhan untuk diisi dengan rencana kerja demi kebaikan dan kesejahteraan manusia serta kemuliaan Allah.

Seperti tokoh dalam ilustrasi di atas yang melihat ke belakang dan ingat kembali semua peristiwa hidup yang telah terjadi, saat ini kita pun diajak untuk melihat kembali ke belakang, menilai dan membuat evaluasi atas hidup dan karya kita sebagai pribadi, keluarga, anggota masyarakat dan jemaat Gereja.Dan pasti kita temukan bahwa ada keberhasilan-k eberhasilan dan juga kegagalan-kegagalan. Kita telah sukses laksanakan rencana kerja tahunan dalam keluarga, gereja atau di tempat usaha dan kerja. Ataupun sebaliknya, kita gagal.

Ada pengalaman-pengalaman luar biasa yang sulit dilupakan, seperti pengalaman rukun dan damai kembali dengan seseorang, entah anggota keluarga atau tetangga yang sebelumnya menjadi musuh, kita tidak saling omong karena marah, rasa cemburu, iri hati, tetapi kini sudah berdamai lagi.

Kita bersyukur karena sepanjang tahun ini Tuhan tetap melindungi dan menjauhkan kita dari ancaman penyakit, bencana alam dan kini Tuhan memberi kesempatan untuk melewati tahun ini serta siap memasuki tahun yang baru. Kita telah berhasil bangun hidup yang lebih baik sebagai anggota Gereja, seperti lebih rajin berdoa, ke gereja, punya waktu untuk baca dan renungkan Kitab Suci, punya waktu untuk terlibat dalam kegiatan bersama, dll. Kita temukan kegagalan dan kemalangan sepanjang tahun yang hampir berlalu, seperti alami sakit, kematian seorang anggota keluarga yang sungguh menibulkan rasa kehilangan dan duka. Ada yang alami kesulitan di bidang ekonomi, gagal panen, gagal dalam bisnis dan rencana tertentu. Ada yang hidup dalam permusuhan dan perpecahan dengan sesama dan anggota keluarga.

Maka tahun 2024 yang hampir lewat sepertinya tidak meninggalkan sesuatu yang berarti apa-apa. Tetapi, sekarang bukan waktunya kita saling menuduh, mempersalahkan atau melemparkan tanggungjwab kepada pihak tertentu jika terjadi ketidakberesan dan kegagalan. Kita mohon ampun atas dosa dan kelalaian kita.

Kita mohon kekuatan iman, harap dan kasih supaya apa yang gagal dan tidak kita capai selama tahun yang sedang berlalu dapat kita perbaiki dan tingkatkan pada tahun 2025.

Dan semua yang telah baik boleh dipertahankan bahkan dikembangkan sehingga menjadi lebih baik lagi. Semoga tahun 2024 dapat menjadi tanah dan kebun subur yang boleh kita olah secara baik dan penuh tanggungjawab sehingga memberi hasil lebih banyak dan lebih baik lagi bagi kemuliaanNYA pada tahun 2025 nanti.

Tuhan memberkati!

TC

1 thought on “Bersyukurlah atas Penyertaan Tuhan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *