Renungan Harian Youth, Selasa 04 Februari 2024
Efesus 4:14-16, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, –yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota–menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.
Pernahkah Anda melihat seorang bayi yang baru belajar berjalan? Pada awalnya, langkah si bayi masih goyah, sering terjatuh, dan mudah teralihkan. Namun seiring waktu, ia tumbuh menjadi anak yang dapat berlari dengan mantap. Hal serupa terjadi dalam kehidupan rohani kita. Kita dipanggil untuk bertumbuh dari “bayi rohani” menjadi seorang Kristen dewasa secara kerohanian.
Roh Kudus memberikan firman Tuhan untuk membimbing dan mempertumbuhkan iman orang-orang percaya. Selain itu Ia pun memberikan karunia-karunia-Nya untuk memperlengkapi komunitas orang-orang percaya.
Alkitab mengatakan bahwa kita juga perlu terus berusaha mencapai kedewasaan rohani. Dalam surat kepada jemaat di Efesus, Rasul Paulus mendorong mereka untuk “menjadi orang-orang yang dewasa yang makin lama makin bertambah sempurna seperti Kristus” (Ef. 4:13 bis). Ketika masih “muda” dalam iman, kita rentan untuk “diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran” yang sering kali mengakibatkan perpecahan di tengah jemaat. Namun, seiring dengan semakin dewasanya pemahaman kita tentang kebenaran, kita dapat berfungsi sebagai satu tubuh di dalam “Dia, Kristus, yang adalah Kepala. ”
Efesus 4:14-16 mengajarkan kepada kita pentingnya kedewasaan rohani.
Tiga aspek penting dari pertumbuhan rohani:
Pertama, keteguhan dalam kebenaran (ay. 14). Sebagai orang Kristen dewasa, kita harus memiliki fondasi yang kuat dalam firman Tuhan sehingga tidak mudah terombang-ambing oleh ajaran-ajaran yang salah. Keteguhan memungkinkan kita untuk membedakan antara kebenaran dan kebohongan, serta tetap berdiri teguh dalam iman meskipun ada berbagai pengaruh di sekitar kita.
Kedua, pertumbuhan berkelanjutan (ay. 15). Kedewasaan rohani bukanlah tujuan akhir, melainkan proses yang terus-menerus. Kita dipanggil untuk terus belajar dan bertumbuh semakin serupa dengan Kristus dalam segala hal. Ini berarti kita harus terus-menerus memperdalam pengenalan kita tentang Kristus dan menerapkan ajaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari.
Ketiga, menerapkan kasih sebagai dasar (ay. 16). Orang dewasa rohani tidak hanya berpegang pada kebenaran, tetapi juga menyatakannya dalam kasih. Kasih yang bukan hanya sekadar perasaan, tetapi tindakan nyata yang mendukung dan memperkuat iman orang lain dengan penuh pengertian dan belas kasih. Kebenaran yang disampaikan dengan kasih akan membangun dan memotivasi, bukan merusak diri seseorang.
Oleh anugerah-Nya kita yang berdosa, telah dibenarkan oleh Kristus dan diselamatkan-Nya. Namun karya-Nya bagi hidup kita tidak berhenti di situ, Allah terus “memoles” sampai Ia mendapati hidup kita sempurna di mata-Nya.
Dari awal sampai akhir Paulus berbicara tentang pertumbuhan tubuh Kristus secara umum (4:12). Pertumbuhan lebih bersifat komunal (bersama-sama) daripada personal (sendiri-sendiri). Hanya saja, setiap anggota perlu memainkan peranannya masing-masing. Tatkala setiap anggota berperan, pada gilirannya seluruh tubuh akan menerima pertumbuhannya.
Rekan-rekan youth, menjadi dewasa rohani adalah perjalanan seumur hidup yang membutuhkan komitmen dan konsistensi. Ketika kita bertumbuh dalam keteguhan, konsisten belajar, dan mempraktikkan kasih, kita tidak hanya memperkuat iman kita sendiri, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan tubuh Kristus secara keseluruhan.
Melalui nasehat Rasul Paulus kepada jemaat kudus di Efesus, kita yang hidup di masakini juga turut diselidiki dan merasa terdorong untuk mengaplikasikan iman itu di dalam setiap aspek kehidupan. Ada banyak prilaku-prilaku yang disampaikan oleh Rasul Paulus tentang manusia lama dan pertentangannya dengan cara dan ciri hidup manusia baru. Biarlah terang Kristus menyinari kita, sehinga kita dimampukan untuk menjalani hidup baru dalam kasih Kristus.
Dewasa rohani merupakan proses yang terus berjalan. Dewasa rohani perlu Keputusan dan komitmen.
Mari mengambil langkah praktis untuk mendorong kedewasaan rohani kita dengan meluangkan waktu setiap hari untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan, mencari mentor rohani yang dapat membimbing kita, dan melibatkan diri dalam komunitas gereja di mana kita dapat bertumbuh bersama dan melayani dengan kasih.
Ingatlah, setiap langkah kecil menuju kedewasaan rohani adalah langkah yang membawa kita lebih dekat kepada Kristus dan memampukan kita untuk menjadi saksi-Nya yang efektif di dunia ini.
Amin, Tuhan Yesus Memberkati
RM – DOT
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
memberkati