Elohim Ministry youth TAAT DAN BERSERAH

TAAT DAN BERSERAH



Renungan Harian Youth, Selasa 09 Mei 2023

Kisah Para Rasul 21:13b, Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus.

Rabu 14 Juni 2017 dinihari menjadi hari yang sangat mencekam bagi kota London. Sebuah apartemen berlantai 24 mengalami kebakaran yang sangat hebat. Seorang saksi mata menceritakan, orang-orang berteriak meminta pertolongan dan sebagian dengan nekat melompat keluar dari jendela. Tujuh belas orang meninggal karena kebakaran, sementara puluhan orang luka-luka dan hilang. Di balik kejadian yang mencekam ini, hal ajaib terjadi, seorang bayi berhasil selamat dengan cara dilemparkan dari jendela lantai 10. Saksi mata menceritakan seorang wanita terlihat hendak melemparkan bayinya ke bawah dengan harapan ada yang menangkap. Ketika seorang pria berlari dan siap menangkap sang bayi, perempuan itu segera melempar dan bayi itu selamat.

Rekan-rekan youth, Ada kalanya jalan kehidupan berlawanan dengan harapan kita. Keadaan bisa sangat mengancam dan menekan. Dalam situasi demikian, apa pegangan kita agar tetap kuat? Apakah kita harus berfokus pada pimpinan Tuhan atau memilih berkubang dalam persoalan?

Jika ditanya tentang ketaatan, sudah tentu orang Kristen pada umumnya memiliki kerinduan untuk taat kepada Tuhan. Bagaimana tidak? Ia Allah yang menebus dan menyelamatkan kita dari dosa. Ia memberikan hidup yang baru kepada kita. Ia menopang dan menyertai setiap saat. Sudah tentu kita rindu taat kepada-Nya. Umumnya, ini adalah respon setiap anak Tuhan. Tetapi yang jadi masalah ialah tidak banyak yang bersedia untuk membayar harga dari ketaatan itu. Namun tidak demikian dengan Paulus. Paulus jelas dan tegas dengan apa yang menjadi panggilan Tuhan dalam hidupnya. Sejak perjumpaan yang mengubahkan di jalan menunju Damsyik itu, hidup Paulus tidak pernah sama lagi. Sejak awal pertobatan Paulus, Allah sendiri telah berkata kepada Ananias tentang Paulus: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.” (Kis 9:15-16). Dan penderitaan demi penderitaan mengikuti perjalanan misi Paulus dari satu kota ke kota lainnya.

Rasul Paulus menjadi teladan dalam kehidupan yang berserah kepada Tuhan.

Meskipun Agabus menubuatkan bahwa ia akan dianiaya dan ditangkap di Yerusalem, Paulus tidak bergeming. Paulus mengetahui dengan jelas segala penderitaan yang menantinya di Yerusalem (Kis. 20:23). Perjalanan dari kota ke kota mengajarkannya bahwa perjalanan ke Yerusalem tidak akan lebih mudah, seperti perjalanan-perjalanan sebelumnya yang akan membawanya pada kesengsaraan hebat. Tapi dengan bulat hati Paulus tetap ingin pergi ke Yerusalem. “Sebab aku ini rela bukan saja diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus.” (ay. 13). Perkataan ini bukanlah wujud kesombongan Paulus, melainkan seruan yang menandakan bahwa Paulus berserah kepada Tuhan. Paulus hidup bagi Kristus yang telah memanggilnya untuk memberi kesaksian tentang Injil dan dia memercayakan kehidupannya pada kehendak Kristus.

Frederick Fyvie Bruce dalam tafsirannya “The Book of Act” menuliskan kisah Paulus ini sebagai gema dari doa Yesus di Getsemani (Luk. 22:42). Suatu kondisi yang mirip seperti yang Yesus alami, dan keputusan untuk patuh, sama dengan Yesus. Maka, ketika kita dihadapkan dengan pilihan yang mirip dengan yang Paulus alami, jalan mana akan kita pilih? Tetap setia dan bertekad pada panggilan, atau kabur?

Sesungguhnya yang dicari Tuhan adalah mereka yang “melakukan kehendak Bapa yang di Sorga” (Mat. 7:21). Bukankah Bileam telah melakukan kehendak Tuhan? Benar, tetapi ia tidak melakukannya dengan kerelaan, tetapi dengan terpaksa. Allah tidak hanya mencari ketaatan mutlak tetapi Ia mencari hati yang rela dan mau taat, dengan sukacita dan kerinduan melakukan kehendak-Nya, tanpa paksaan apa pun. Allah mencari di tengah-tengah anak-anak dan hamba-hamba-Nya suatu hati yang rindu dan rela untuk taat kepada-Nya. Sebuah hati yang lamban untuk mengutamakan dan mengejar kepentingan sendiri tetapi tidak pernah merasa berat dan terpaksa untuk melakukan perintah-perintah-Nya.

TUHAN MENCARI HATI YANG RELA DAN CEPAT UNTUK TAAT.

Dalam kehidupan Kristen, berserah bukanlah suatu kepasifan melainkan suatu lompatan iman yang menyerahkan diri pada kehendak Tuhan. Ketika Paulus bersikukuh pergi ke Yerusalem, ia secara aktif mencari kehendak Tuhan dan menyerahkan hidup pada kehendak Tuhan. Dalam segala keadaan hidup mari kita berserah kepada Tuhan. Berserah bukan berarti berdiam diri dan berharap bahwa Tuhan akan membereskan segala sesuatunya bagi kita, tetapi berserah yang secara aktif mencari dan memercayakan kehidupan kepada kehendak Tuhan. Serahkanlah hidup Anda kepada Tuhan Yesus karena hanya Tuhan-lah yang sanggup menyelamatkan hidup Anda.

Tuhan tidak akan pernah membiarkan dan tidak akan pernah mengabaikan.

Penyertaan Tuhan akan terus menjadi kekuatan terpenting dan satu-satunya yang diandalkan Paulus. Tetapi penyertaan Tuhan tidak identik dengan kenyamanan duniawi. Itulah sebabnya Paulus dengan berani mengatakan bahwa dia rela berada di dalam sengsara dan penjara demi mengikuti pimpinan Roh Kudus.

Rekan-rekan youth, milikilah iman dan hati yang mantap untuk berserah kepada Tuhan.  Selalu ada jawaban atas pergumulan dan kita dengan iman menatap pada masa depan yang gilang gemilang bersama dengan Tuhan saat kita dengan rela hati berserah kepada kehendak Tuhan yang sempurna.

Amin, Tuhan Yesus Memberkati

RM – DOT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *