Elohim Ministry umum Dua Hati Dua Dunia : Memilih antara Kasih atau Keserakahan

Dua Hati Dua Dunia : Memilih antara Kasih atau Keserakahan



Renungan Harian, Sabtu 06 September 2025

Bacaan: Yohanes 12 : 3 – 6

Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya denan rambutnya dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Tetapi Yudas Iskariot  seorang muridNya yaitu yang akan menyerahkan Dia berkata; Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin. Hal ini dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri, ia sering mengambil uang kas yang dipegangnya.

Syalom saudara- saudara yang terkasih dalam Tuhan, hari ini kita akan menyelami sebuah kisah yang menggambarkan dua kutub extrem dari respon manusia terhadap kasih karunia Tuhan. Kisah Maria dan Yudas  dalam Yohanes 12:3- 6 bukan sekedar narasi sejarah, tetapi cermin yang memantulkan  kondisi hati masing-masing. Mari kita renungkan dimanakah  posisi hati kita saat ini ?? Apakah kita cendrung seperti Maria yang rela berkorban demi kasih, atau seperti Yudas yang dikuasai oleh keserakahan.

Kasih Tulus Maria (12 : 3)

Pengorbanan yang radikal,

Minyak narwastu yg digunakan Maria bukan sekedar minyak biasa itu adalah simbol kemewahan, investasi berharga, mungkin saja tabungan hidupnya, tindakannya menunjukkan bahwa kasihnya kepada Yesus melebihi nilai materi apapun. Ini mengajarkan  kita bahwa kasih yang sejati seringkali menuntut pengorbanan, bukan sekedar memberi sisa, tetapi memberi yang terbaik yang kita miliki.

Kerendahan Hati yang Mendalam

Menyeka kaki seseorang dengan rambut adalah tindakan ynag sangat rendah hati, bahkan di luar batas kebiasaan pada masa itu, Maria tidak peduli dengan pandangan  orang lain ynag penting baginya adalah bisa menyatakan kasih dan penghormatannya kepada Yesus Dalam dunia yang sering kali meninggikan diri sendiri, kita   dipanggil  untuk meneladani kerendahan hati Maria yaitu melayani dengan rendah hati tanpa mencari pujian atau pengakuan.

Aroma Kasih yang Menyebar.

Bau minyak narwastu yang semerbak di seluruh rumah melambangkan dampak dari kasih yang tulus. Kasih Maria tidak hanya dirasakan oleh Yesus, tetapi juga oleh semua orang yang hadir. Kasih kita kepada Tuhan seharusnya juga memberikan dampak positif

Keserakahan Yudas  (12:4 – 6)

Topeng kepedulian Yudas menggunakan alasan peduli terhadap orang miskin untuk menyembunyikan motif aslinya, ini adalah contoh klasik kemunafikan !! Kita harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam kemunafikan berpura-pura baik di luar sementara hati kita penuh dengan kepentingan diri sendiri.

Akar Keserakahan

Yohanes dengan jelas menyatakan bahwa Yudas adalah seorang pencuri,   keserakahannya.  telah membutakan hatinya, membuatnya tidak mampu melihat  nilai sejati dari kasih dan pengorbanan. Keserakahan adalah akar dari banyak dosa, itu dapat merusak hubungan kita dengan Tuhan, sesama dan bahkan diri kita sendiri.

Konsekuensi Pilihan

Pilihan Yudas untuk mengutamakan uang akhirnya membawanya kepada penghianatan dan kehancuran, ini adalah peringatan bagi kita semua. Setiap pilihan yg kita buat memiliki konsekuensi. Pilihan untuk mengutamakan keserakahan akan membawa kita kepada kehancuran, sedangkan pilihan untuk mengasihi akan membawa kita kepada kehidupan yang penuh makna.

Mari kita lakukan dalam kehidupan kita apa yg sudah kita pelajari dari firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Menguji motif hati kita,

setiap kali kita melakukan sesuatu, tanyakan pada diri kita sendiri apa motif saya? apakah saya melakukannya untuk kemuliaan Tuhan atau untuk kepentingan diri sendiri.

Mengelola keuangan dengan bijak

gunakan uang dan harta benda kita untuk kemulian Tuhan dan untuk membantu orang lain, jangan biarkan uang menguasai hidup kita.

Melayani dengan Tulus

Lakukan pelayanan dengan hati yang tulus, tanpa mencari pujian atau pengakuan ingatlah bahwa pelayanan yg sejati adalah untuk kemulian Tuhan.

Menjaga hati dari keserakahan ,

berlatih untuk bersyukur atas apa yg kita miliki, hindari membandingkan diri dengan orang lain, ingatlah bahwa kebahagian sejati tidak ditemukan dalam materi.

Memberi yang terbaik buat Tuhan

memberikan waktu, talenta, dan harta benda kita kepada Tuhan jangan memberikan sisa, tetapi berikan yang terbaik yang kita miliki.

Saudara, kisah Maria dan Yudas adalah panggilan kita untuk memeriksa hati kita. Mari kita memilih untuk memiliki hati seperti Maria hati yang penuh kasih, pengorbanan dan kerendahan hati. Dan mari kita menjauhkan diri dari keserakahan yang dapat menjauhkan kita dari Tuhan, semoga Roh Kudus menolong kita untuk membuat pilihan yang benar setiap hari.

Tuhan memberkati

EW

2 thoughts on “Dua Hati Dua Dunia : Memilih antara Kasih atau Keserakahan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *