Renungan Harian Youth. Senin 21 Agustus 2023
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, terdapat sebuah kebenaran penting yang perlu diingat oleh anak-anak muda: kebebasan bukanlah pemberontakan. Dunia seringkali memahami kebebasan sebagai hak untuk bertindak semaunya, tanpa peduli aturan atau tanggung jawab. Namun, pandangan semacam ini seringkali hanya menghasilkan kekacauan dan ketidakstabilan dalam hidup. Sebenarnya, kebebasan yang sejati datang bersama tanggung jawab. Sebagai anak muda, kalian memiliki kebebasan untuk membuat pilihan, menentukan jalur hidup, dan mengejar impian. Namun, kebebasan tersebut perlu diiringi dengan pertimbangan yang bijak dan pemahaman tentang tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan Tuhan.
“Freedom ain’t free” adalah ungkapan yang mengingatkan kita bahwa kemerdekaan atau kebebasan tidak datang tanpa biaya atau pengorbanan.
Ini mengacu pada fakta bahwa untuk mendapatkan atau mempertahankan kemerdekaan, seringkali diperlukan pengorbanan, usaha, dan kerja keras.Dalam konteks kebebasan nasional, ungkapan ini mengacu pada perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan oleh para pejuang kemerdekaan atau pahlawan dalam membebaskan negara dari penjajahan atau penguasaan yang tidak adil. Mereka rela berjuang, berkorban, dan bahkan mengorbankan nyawa mereka demi kebebasan bagi generasi mendatang.
Namun, “Freedom ain’t free” juga dapat diterapkan pada berbagai aspek kehidupan. Misalnya, dalam hal mencapai tujuan pribadi, pendidikan, atau nilai-nilai moral, kita harus berinvestasi waktu, usaha, dan komitmen yang serius. Tidak ada hasil yang diperoleh secara instan atau tanpa usaha.Menjadi bebas tidak berarti melanggar aturan atau meremehkan norma yang ada. Sebaliknya, kebebasan sejati mengajarkan kita untuk menggunakan hak pribadi kita dengan bijaksana, tanpa melukai atau merugikan orang lain.
Dalam Iman kita percaya bahwa kebebasan dari dosa dan hidup dalam kebenaran juga memerlukan pengorbanan Kristus. Kita ditebus oleh darah-Nya dan diberi kebebasan untuk hidup sesuai dengan rencana Tuhan.
Dalam Galatia 5:13, tertulis, “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.
Makna dari ayat ini adalah bahwa sebagai orang percaya, kita telah dipanggil oleh Tuhan untuk hidup dalam kemerdekaan yang diberikan oleh Kristus. Namun, kemerdekaan ini bukanlah izin untuk hidup dalam dosa atau tindakan yang tidak benar. Sebaliknya, kemerdekaan Kristen adalah panggilan untuk hidup sesuai dengan rencana Tuhan dan dalam kasih. Dalam konteks Jemaat di Galatia, Rasul Paulus mengingatkan bahwa meskipun kita memiliki kemerdekaan dalam Kristus, kita tidak boleh menyalahgunakannya dengan melakukan dosa atau tindakan yang merusak. Sebaliknya, kita dipanggil untuk mengasihi sesama dengan tulus dan melayani satu sama lain. Kemerdekaan kita dalam Kristus seharusnya mendorong kita untuk hidup dalam Roh dan menghasilkan buah Roh seperti kasih, sukacita, damai, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri (Galatia 5:22-23). Di sini, firman Tuhan mengingatkan orang- orang percaya di Galatia maupun kita sekarang ini. Bahwa kita orang merdeka. Belenggu dosa telah dipatahkan Kristus.
Sebagai orang merdeka kita jangan menyia-nyiakan kemerdekaan dengan hidup bergelimang dosa. Hidup yang ‘semau gue’.
Kita harus menghargai karya dan pengorbanan Kristus.
Paulus juga memberikan peringatan penting kepada jemaat-jemaat tersebut. Ia mengingatkan bahwa meskipun mereka telah merdeka dari keterikatan hukum Taurat, mereka tidak boleh menggunakan kemerdekaan mereka sebagai alasan untuk hidup dalam dosa. Dalam konteks ini, “dosa” mengacu pada tindakan atau perilaku yang melanggar kehendak Allah. Sebaliknya, Paulus menyerukan agar mereka melayani satu sama lain dengan kasih. Ini menggarisbawahi pentingnya menjaga hubungan sosial yang sehat dan saling melayani dalam kasih sesama umat Kristen. Paulus mengajarkan bahwa kebebasan Kristen bukanlah kesempatan untuk melakukan keinginan daging, tetapi untuk mengasihi dan melayani sesama dengan belas kasihan. Menghargai kebebasan berarti menghormati hak-hak orang lain dan menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab. Ini mencakup menjaga kebenaran, menghormati otoritas, dan menjalani hidup sesuai dengan nilai-nilai yang baik.
Pilihan yang kita buat hari ini akan membentuk masa depan kita, dan sebagai anak muda, kita memiliki kesempatan untuk menciptakan dampak positif dalam dunia ini.
Jadi, anak muda, ingatlah bahwa kebebasan bukanlah kebebasan semaunya. Kebebasan sejati datang bersama dengan tanggung jawab dan kewajiban. Saat kalian menjalani hidup dengan bijak dan penuh integritas, kalian tidak hanya menghargai kebebasan kalian sendiri, tetapi juga berkontribusi pada kemajuan dunia di sekitar kita.
Rekan-rekan youth, Kristus sudah memberikan teladan, kebebasan, dan kekuatan dalam melayani sesama. Apa yang tidak mungkin kita lakukan telah Dia lakukan bagi kita. Kita dibebaskan dari kuasa dosa dan kutukan Taurat. Apa yang Dia lakukan juga pada gilirannya memampukan kita untuk menaati inti dari seluruh Hukum Taurat. Kita yang sudah dikasihi oleh Kristus diberi kekuatan untuk mengasihi sama.
Hari ini, “Freedom ain’t free” mengajarkan kita untuk menghargai kemerdekaan yang kita nikmati dan untuk siap untuk berjuang, bekerja keras, dan bahkan mengorbankan sesuatu demi tujuan dan nilai yang berharga. Kita memang punya kebebasan dan kemampuan untuk memilih, tetapi dilain sisi kita tidak bebas untuk memilih konsekuensi dari apa yang kita pilih. Pilihan itu adalah pilihan di antara dua tuan, yaitu menjadi hamba dunia atau hamba Kristus yang sejati. Karena Kebebasan tidak diperoleh dengan menikmati sepenuhnya apa yang kita inginkan, tetapi tentang bagaimana kita mengendalikannya.
Bebas tidak berarti hidup tanpa aturan, bukan pula ketika kita dapat melakukan apa saja yang kita sukai, melainkan saat kita dapat melakukan apa yang seharusnya kita lakukan sesuai dengan Firman Tuhan.
Amin, Tuhan Yesus Memberkati
EYC 190823 – YDK