Elohim Ministry umum Giat selalu dalam Pekerjaan Tuhan

Giat selalu dalam Pekerjaan Tuhan



Renungan Harian Kamis, 28 November 2024

Ayat Pokok : Lukas 19:1-10

Pada beberapa hari yang lalu saya menemukan sebuah postingan di instagram tentang anak-anak mahasiswa sekolah teologi yang dengan penuh semangat melayani anak-anak disebuah desa di pedalaman kalimantan.  Mereka harus menempuh perjalanan puluhan kilometer untuk tiba di desa tersebut namun hal itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk melayani anak-anak yang haus akan firman Tuhan. Pagi-pagi jam 5 mereka harus sudah mempersiapkan diri untuk berangkat. 3 jam perjalanan dengan medan yang jalan yang berbatu dan naik turun serta teriknya panas sinar matahari menjadi tantangan dan kendala yg harus dihadapi. Lelah dan letih dalam perjalanan segera terobati ketika melihat senyum dan perubahan hidup yang dialami oleh anak-anak di desa tersebut.

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus. Dalam perjalanan pengiringan kita kepada Tuhan, kita bertemu dengan tantangan, pergumulan dan permasalahan. Yang penting disini adalah bagaimana respon kita ketika kita bertemu dengan hal tersebut. Ada banyak contoh di sekitar kita yang menjadi inspirasi dan menguatkan semangat pengiringan kita kepada Tuhan. Bukan hanya di sekitar kita namun Alkitab juga memberikan banyak contoh. Salah satu contoh yang kita mau pelajari bersama adalah Zakheus.

Belajar dari Zakheus: Semangat yang Tak Padam

Lukas 19:1-10 mencatat sebagai seorang kepala pemungut cukai Zakheus. Zakheus adalah seorang yang sangat kaya di Yerikho, namun karena kekayaannyq diperoleh dari penarikan pajak yang memberatkan masyarakat, Zakheus dibenci oleh orang-orang Yerikho. Ketika Yesus lewat kota tersebut, Zakheus berusaha untuk melihat orang seperti apakah Yesus itu dan ia mengalami kesulitan karena orang banyak yang mengikuti DIA.  Ketika Yesus melewati Yerikho, Zakheus menghadapi dua kendala besar:

  1. Kerumunan Orang Banyak
    Zakheus tidak dapat melihat Yesus karena tubuhnya yang pendek. Banyaknya orang yang mengikuti Yesus menjadi halangan baginya.
  2. Reputasi Buruknya
    Sebagai pemungut cukai, Zakheus dianggap sebagai pendosa besar. Namun, ia tidak membiarkan rasa malu atau penilaian orang lain menghentikannya untuk bertemu dengan Yesus.

Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat dan usahanya, Zakheus berlari mendahului orang banyak dan memanjat pohon ara agar dapat melihat Yesus yang akan lewat disitu. Apa yang dilakukan oleh Zakheus menarik perhatian Yesus, sehingga Yesus mengatakan bahwa DIA harus menumpang di rumahnya. Yesus berhenti, memandang ke arahnya, dan berkata, “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” Kisah ini mengajarkan kita bahwa Tuhan memperhatikan usaha kita, sekecil apa pun itu, ketika kita dengan sungguh-sungguh mencari Dia.

Bapak, ibu dan saudara terkasih, Tuhan selalu melihat usaha tulus dan penuh kasih yang kita lakukan dalam pengiringan kita kepada-NYA. Kesetiaan kita beribadah, kesetiaan kita membaca dan merenungkan firman Tuhan, usaha kita mengerjakan dengan tekun firman Tuhan dalam hidup kita, Tuhan melihat dan memperhitungkan semua. Tetap jaga hati dan motivasi kita agar Tuhan senantiasa berkenan dengan hidup kita sehingga kita menerima Anugerah dan berkat-NYA yang luar biasa dalam hidup  kita. Seperti Zakheus, mari kita melampaui batasan dan tantangan untuk mendekat kepada Tuhan dan giat dalam pekerjaan-Nya. Kita mungkin merasa lelah atau tidak dihargai, tetapi ingatlah bahwa Tuhan melihat setiap usaha kita. Dia menghargai ketulusan hati kita dan akan memberikan berkat yang melimpah.

1 Korintus 15:58 (TB)  Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. Amin.

Tuhan Yesus memberkati.

DS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *