Renungan Harian Kamis. 17 Juli 2025
Ayat Pokok: Yohanes 14:6 “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
Syalom, Bapak, Ibu, dan Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus,
Dalam Yohanes 14 Yesus menenangkan hati para murid-Nya yang gelisah. Ia berkata bahwa Ia akan pergi ke rumah Bapa untuk menyediakan tempat bagi mereka. Dan Ia menegaskan: “Ke mana Aku pergi, kamu tahu jalannya.” Pernyataan ini kemudian ditegaskan dalam Yohanes 14:6: “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup.” Inilah GPS surgawi kita, petunjuk arah menuju rumah Bapa.
Sejak kita percaya kepada Yesus, Roh Kudus menempatkan kita di jalan menuju surga. Kita diselamatkan hanya melalui nama Yesus (Kisah Para Rasul 4:12) dan hanya melalui karya penebusan-Nya (Yohanes 3:16). Namun perjalanan ini bukan sekadar duduk diam, melainkan berjalan di lintasan yang telah Ia tetapkan, mematuhi setiap “rambu” yang tertulis di Firman-Nya:
🔸 Rambu peringatan – perintah untuk waspada terhadap dosa.
🔸 Rambu larangan – hal-hal yang tidak boleh dilakukan.
🔸 Rambu perintah – instruksi yang harus kita taati.
🔸 Rambu petunjuk – arahan bagaimana hidup seturut kehendak-Nya.
Dengan mematuhi rambu-rambu itu, kita akan tiba dengan selamat.
Dalam perjalanan ini, situasi bisa berubah-ubah. Kadang nyaman, kadang tidak menyenangkan. Namun kita harus terus berjalan, tidak berhenti di kenyamanan dan tidak putus asa di ketidaknyamanan. Perjalanan iman adalah proses: pengalaman hidup yang membentuk, pembelajaran yang mendewasakan, dan pertumbuhan iman yang mematangkan. Semakin kita berjalan bersama-Nya, semakin kita mengenal Dia dan menjadi serupa dengan-Nya.
Yesus: Pribadi yang Membawa Kita kepada Bapa
Dalam perjalanan iman, kita sering berpikir bahwa yang terpenting adalah menemukan jalannya saja. Tetapi Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa keselamatan bukan sekadar tentang mengetahui arah, melainkan tentang siapa yang kita ikuti di sepanjang jalan itu. Yesus bukan hanya sekadar penunjuk arah atau peta menuju surga, melainkan Dialah Jalan itu sendiri. Ada empat hal penting yang harus kita hidupi dalam mengikut Yesus sebagai Pribadi yang membawa kita kepada Bapa:
✅ Percaya kepada-Nya (Yohanes 14:11)
Iman adalah dasar dari setiap langkah kita. Percaya kepada Yesus berarti menaruh seluruh pengharapan kita kepada-Nya, bukan kepada kekuatan diri, bukan kepada dunia, bukan kepada orang lain. Kita percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah, bahwa Ia dan Bapa adalah satu, dan bahwa hanya melalui Dia kita diselamatkan. Percaya bukan sekadar tahu, tetapi bersandar penuh dan berserah total kepada-Nya dalam setiap aspek hidup kita.
✅ Mengenal-Nya (Yohanes 14:7)
Yesus berkata, “Jikalau kamu mengenal Aku, kamu juga mengenal Bapa-Ku.” Mengenal Yesus bukan hanya mengenal informasi tentang-Nya, tetapi memiliki hubungan pribadi dengan-Nya. Sama seperti kita mengenal seseorang lewat waktu, percakapan, dan kebersamaan, demikian juga kita mengenal Yesus lewat doa, penyembahan, pembacaan Firman, dan pengalaman sehari-hari. Semakin kita mengenal-Nya, semakin kita mengerti hati-Nya, kehendak-Nya, dan cara-Nya memimpin hidup kita.
✅ Mengasihi-Nya (Yohanes 14:15a)
Iman yang sejati selalu menghasilkan kasih. Mengasihi Yesus bukanlah perasaan sesaat, melainkan komitmen hati yang dinyatakan dalam tindakan. Mengasihi berarti mengutamakan Yesus lebih daripada segalanya—lebih dari pekerjaan, hobi, bahkan keluarga. Kita mengasihi Dia karena Dia lebih dahulu mengasihi kita (1 Yohanes 4:19). Kasih ini memampukan kita untuk tetap setia sekalipun dalam tantangan dan penderitaan.
✅ Menuruti Perintah-Nya (Yohanes 14:15b, 21)
Bukti nyata kasih kita kepada Yesus adalah ketaatan kepada perintah-perintah-Nya. Bukan sekadar hafal, tetapi melakukannya dalam keseharian. Yesus berkata, “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku.” Ketaatan ini mencakup segala aspek hidup—dalam pekerjaan, pelayanan, hubungan dengan sesama, cara kita memperlakukan keluarga, hingga keputusan-keputusan kecil yang kita buat.
Mengapa keempat hal ini penting?
Karena tanpa percaya kepada Yesus, kita tidak akan pernah memulai perjalanan. Tanpa mengenal-Nya, kita akan kehilangan arah. Tanpa mengasihi-Nya, kita akan kehilangan motivasi. Dan tanpa menuruti perintah-Nya, kita tidak akan sampai pada tujuan yang Ia tetapkan.
Ikuti Yesus bukan hanya sebagai Guru, tetapi sebagai Jalan itu sendiri.
Ketika kita percaya, mengenal, mengasihi, dan taat kepada-Nya, kita sedang berjalan bersama Pribadi yang dengan setia akan membawa kita sampai ke rumah Bapa.
Kesimpulan
Perjalanan iman kita seperti menggunakan GPS surgawi:
👉 Lintasan jalannya jelas – Yesus adalah satu-satunya jalan.
👉 Rambu-rambunya ada – Firman Tuhan menuntun kita setiap langkah.
👉 Tujuannya pasti – rumah Bapa yang kekal.
Mungkin ada belokan, ujian, dan tantangan, tetapi jika kita tetap melekat pada Yesus dan mematuhi Firman-Nya, kita akan tiba pada tujuan akhir: hidup kekal bersama-Nya.
Hikmat Hari Ini
Yesus adalah GPS surgawi kita. Ikuti Dia, patuhi rambu-rambu Firman-Nya, dan teruslah berjalan sampai akhirnya kita tiba di rumah Bapa dalam kemuliaan-Nya.
Tuhan Yesus memberkati. 🙏✨
HW
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan