Renungan harian Anak, Rabu 09 Oktober 2024
Shalom adik-adik! Apa kabar semuanya? Hari ini kakak mau bercerita tentang hikmat dan kepandaian, dan kita bisa belajar dari seorang tukang bangunan.
Adik-adik, pernahkah kalian melihat tukang bangunan yang sedang membangun rumah? Ketika seorang tukang bangunan hendak mendirikan rumah, dia tidak asal membangun saja, lho. Sebelum mulai bekerja, dia mempersiapkan semuanya dengan baik. Apa saja yang dipersiapkan?
Dia merencanakan bentuk rumahnya, menghitung luas rumahnya, menentukan denah ruangannya, memilih bahan-bahan bangunan yang kuat, dan tentunya menghitung biaya yang diperlukan. Semua ini dilakukan agar rumah yang dia bangun bukan hanya terlihat indah, tetapi juga kuat dan nyaman untuk ditempati. Inilah yang disebut dengan hikmat!
Tukang bangunan yang baik juga tidak asal-asalan dalam bekerja. Dia sudah terlatih dan punya pengalaman. Karena sering bekerja dan belajar, dia menjadi tukang bangunan yang pandai. Dia rajin dan tekun, selalu bekerja dengan sungguh-sungguh, sehingga rumah yang dia bangun menjadi kokoh dan kuat. Alkitab mengajarkan kita dalam Amsal 24:3 bahwa, “Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan.” Jadi, tukang bangunan yang pandai menggunakan hikmat dan kepandaian agar rumah yang dia bangun bisa berdiri dengan kuat.
Bagaimana kita bisa belajar dari tukang bangunan?
Adik-adik, sama seperti tukang bangunan yang menggunakan hikmat dan kepandaian dalam pekerjaannya, kita juga harus belajar menggunakan hikmat dan kepandaian dalam kehidupan kita sehari-hari. Ketika adik-adik diberikan tugas, entah di sekolah, di rumah, atau di gereja, kita tidak boleh melakukannya dengan asal-asalan. Kita harus melakukan segala sesuatu dengan baik, rajin, dan tekun.
1. Menggunakan Hikmat
Hikmat artinya kita harus merencanakan dan memikirkan dengan baik sebelum bertindak. Seperti tukang bangunan yang mempersiapkan semuanya sebelum membangun rumah, kita juga harus mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan sesuatu. Misalnya, sebelum ujian di sekolah, adik-adik harus belajar dengan baik, membuat catatan, dan berdoa supaya Tuhan memberikan hikmat.
2. Menggunakan Kepandaian
Kepandaian itu artinya kita tekun dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan tugas kita. Sama seperti tukang bangunan yang rajin bekerja dan terus belajar agar bisa membangun rumah dengan baik, kita juga harus rajin dalam belajar, melakukan tugas dengan sepenuh hati, dan selalu ingin belajar hal-hal baru.
Ketika kita mengerjakan tugas kita dengan hikmat dan kepandaian, hasilnya pasti akan baik dan kita bisa memuliakan nama Tuhan. Setiap tugas, meskipun kecil, adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa kita adalah anak-anak Tuhan yang setia dan mau melakukan yang terbaik.
Adik-adik, mari kita belajar untuk melakukan segala sesuatu dengan hikmat dan kepandaian. Sama seperti tukang bangunan yang mempersiapkan rumahnya dengan baik, kita juga harus mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh dalam mengerjakan tugas yang diberikan kepada kita. Ketika kita melakukan sesuatu dengan hati yang tekun, hasilnya pasti baik dan Tuhan akan senang melihat kita.
Ayat Hafalan:
“Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan.” (Amsal 24:3)
Komitmen hari ini
Aku belajar untuk melakukan segala sesuatu dengan hikmat dan kepandaian. Mau untuk mengembangkan talenta yang Tuhan berikan
Tuhan Yesus memberkati!
YNP – GCT