Elohim Ministry umum Hingga Akhir

Hingga Akhir



Renungan Harian, Selasa 28 Januari 2025

Bacaan : 2Timotius 4:1-8

Nats : 2Timotius 4:8, Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan

Syalom bapak ibu saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus . . . . .

Dalam bukunya Spirit Life (Semangat Hidup), Stuart Briscoe menulis, “Ketika pindah ke Amerika Serikat, saya terheran-heran melihat begitu banyak orang yang sangat asing bertamu ke rumah saya untuk menanyakan apakah saya baik-baik saja …. Ternyata mereka menjual polis asuransi!. “Suatu hari salah seorang dari tamu-tamu itu berbicara tentang perlunya berhati-hati dalam menghadapi segala kemungkinan. ‘Jika sesuatu terjadi pada Anda, Pak Briscoe …’ ia mulai bicara, tetapi kemudian saya memotongnya, ‘Maaf, jangan diteruskan. Itu meresahkan saya.’ … Ia tampak betul-betul bingung dan berkata, ‘Saya tak tahu mengapa perkataan saya meresahkan Anda.’ ‘Nah, saya akan memberi tahu Anda,’ jawab saya. ‘Saya resah karena Anda hanya berbicara seolah-olah hidup itu adalah sebuah kemungkinan. Dan lagi, kematian bukanlah kemungkinan, kematian jelas-jelas sebuah kepastian. Anda tidak bisa menggunakan kata “jika”, tetapi “ketika” kalau berbicara tentang kematian.’ Lalu saya menambahkan, ‘Jadi, ketika sesuatu terjadi pada Anda, apa yang akan benar-benar terjadi?’”

Sekali lagi Paulus berpesan pada Timotius untuk melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh. Namun, pada bagian ini Paulus memberikan alasan yang lain lagi, dari sudut pandang masa depan.

Pertama, berkaitan dengan tugasnya sebagai pemberita firman dan pengajar, karena akan datang masa dimana orang lebih suka dengan ketidak benaran dan “dongeng” (ayat 2-4).

Kedua,karena penghakiman yang akan datang. Dua kali Paulus menyinggung pengajaran tentang Allah sebagai Hakim. Kesadaran ini seharusnya juga menjadi inspirasi yang membuat Timotius makin sungguh-sungguh melayani.

Ketiga, Karena apa yang menanti Paulus “mahkota kebenaran” (ayat 6-8), seperti atlit pada pertandingan olahraga Yunani/Romawi purba. Tetapi, mahkota kebenaran ini bukanlah imbalan setimpal atas jerih payah pelayanan Paulus. Paulus dengan jelas menyebutnya sebagai sesuatu yang “akan dikaruniakan”(ayat 8, apodosei). “Mahkota kebenaran” itu melambangkan pembenaran yang datangnya dari Tuhan sendiri, walaupun dihadapan pengadilan dan dimata dunia, Paulus adalah pesakitan yang duduk dikursi terdakwa.

Sudut pandang kemasa depan inilah yang menjadi dasar supaya Timotius sebagai pemberita firman bersikap siap sedia (ayat 2), menguasai diri dalam segala hal (ayat 4), dan “menunaikan” tugas pelayanannya, seperti seorang atlit yang mencapai garis finis dengan baik.

Rasul Paulus sangat terbuka menghadapi kematiannya (2 Timotius 4:6). Ia tahu bahwa sengat maut telah dipatahkan karena Kristus membayar hukuman dosa di kayu salib (1 Korintus 15:55-57). Kematian akan berubah menjadi kemuliaan (ayat 54); ia akan betul-betul mengalami kebenaran Kristus; dan ia akan bersama-sama dengan Kristus (2 Korintus 5:8). Yesus memberikan keyakinan yang sama kepada semua orang yang mempercayai-Nya sebagai Juruselamat dan Tuhan

Bagaimana kita dapat mencapai garis akhir, bergantung pada cara kita memandang diri sendiri: sebagai atlit yang harus terus memotivasi diri, berlatih dan berjuang, atau penonton yang duduk santai?

JIKA KITA SUDAH SIAP MATI MAKA KITA AKAN SIAP HIDUP

Tuhan Menyertai kita

TC

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *