Renungan Harian Youth, Rabu 10 Mei 2023
Syalom rekan-rekan Youth semuanya, semoga kita semua dalam keadaan sehat dan baik semuanya.
Rekan-rekan pernahkah kita mengalami badai kehidupan? Tentu setiap manusia pernah mengalami badai kehidupan. Mungkin keadaan finansial yang tidak stabil, masalah di sekolah atau dikampus, kehilangan pekerjaan, salah satu anggota keluarga mengalami sakit, kecelakaan, atau hal-hal tak terduga lainnya. Tentunya, tidak ada satu orang pun yang berharap akan datangnya badai. Namun terkadang hal itu tidak terelakkan. Mengapa Tuhan membiarkan badai terjadi? Lalu, bagaimana seharusnya sikap dan iman kita dalam menghadapinya?
Kita harus mengerti bahwa hadirnya badai bukan berarti Tuhan tidak peduli dengan kita, justru dalam kita menghadapi badai sekalipun, Tuhan ada dan peduli untuk menolong setiap kehidupan kita
Dalam Lukas 8:22-25, dicatatkan bahwa Yesus dan Murid-murid mengalami badai yang besar dalam perjalanan mereka di Danau Galilea. Danau Genesaret atau biasa disebut Danau Galilea adalah sebuah danau berair tawar berukuran 21 km pada sisi terpanjangnya dan 13 km pada sisi terlebarnya. Danau ini terkenal dengan badainya yang cukup hebat, yang sering datang dengan tiba-tiba. Badai yang terjadi pada saat itu tentunya salah satu yang terhebat sehingga membuat murid-murid Yesus ketakutan. Jika tidak, tentunya, sebagian dari mereka yang merupakan nelayan yang berpengalaman, yang sudah terbiasa dengan danau ini, mampu mengatasi keadaan ini. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya agar mereka pergi ke daerah di seberang danau. Ketika mereka berlayar, Yesus tertidur. Bagaimana mungkin seseorang tidur di dalam perahu yang terombang-ambing layaknya sebuah gabus di atas gelombang air yang mengamuk? Namun, kenyataannya, seberapa pun hebatnya badai saat itu, tidak membuat Yesus kuatir.
Namun, hal itu bukanlah apa yang dirasakan murid-murid-Nya. Mereka berpikir bahwa mereka akan segera tenggelam dan mereka membangunkan Yesus. Apakah mereka membangunkan Yesus untuk meminta bantuan-Nya? Tidak, mereka tidak mengharapkan Yesus untuk memberikan pertolongan atau solusi. Pada kenyataannya, mereka terkejut setelah menyaksikan Yesus menenangkan badai. Badai membuat mereka kehilangan fokus dan lupa bahwa Yesus berkuasa.
Terkadang ini juga terjadi dalam kehidupan kita, ketika ada masalah maka kita akan berfokus kepada masalah dan kehilangan fokus terhadap tuntunan Tuhan.
Lalu, mengapa mereka membangunkan Dia? Hal itu lebih kepada sebuah tangisan putus asa daripada sebuah permohonan minta tolong. Mereka menyerukan tangisan yang dibumbui dengan tuduhan. Di dalam Markus 4:35-41 (ayat yang paralel dengan peristiwa ini), tertulis, mereka bertanya kepada Yesus, “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?”
Kita mempertanyakan mengapa badai yang hebat menyerang orang-orang baik dan kita mulai bertanya-tanya, “Bagaimana caranya kita bertahan?” Dan kita menjadi kesal karena Yesus seolah-olah tidak melakukan apa-apa. Kita bisa saja membuat tuduhan yang sama seperti yang dilakukan murid-murid Yesus, “Apakah Engkau tidak peduli jika kita tenggelam?”
Tentu saja Yesus peduli. Tetapi Yesus juga tahu bahwa mereka dapat bertahan melewati badai, dan mereka akan baik-baik saja. Sikap Yesus yang tenang bukanlah bukti kalau Yesus tidak peduli, tetapi bukti bahwa Tuhan memiliki Otoritas atau kuasa yang besar, bahkan kepada alam. Melalui kisah Badai ini Tuhan menegur ketidakpercayaan mereka, Tuhan mau mengingatkan bagaimana nilai Iman yang benar supaya mereka bisa tetap kuat melewati badai kehidupan yang terjadi.
Filipi 4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
Ketika Tuhan mengijinkan badai terjadi didalam hidup kita, ingatlah bahwa Tuhan tahu bahwa kita sanggup melewati semuanya, Tuhan yang akan memberi kekuatan agar kita mampu bertahan dan keluar menjadi orang-orang yang lebih dari pemenang.
Tuhan tidak berjanji langit akan selalu biru dan hidup kita akan tanpa tantangan, justru sebaliknya akan ada banyak tantangan, tetapi itu semua untuk melatih otot-otot iman kita agar semakin kuat sehingga kita semakin bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan.
Tetapi percayalah didalam semuanya itu Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.
Yesaya 41:10 (TB) janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.
TUHAN YESUS MEMBERKATI
YG – NDK