Elohim Ministry umum Mencari Kebenaran Sejati

Mencari Kebenaran Sejati



Renungan Harian, Selasa 9 Mei 2023

Bacaan : Mazmur 119:89-96

Nats : Mazmur 119:93, “Untuk selama-lamanya aku tidak melupakan titah-titah-Mu, sebab dengan itu Engkau menghidupkan aku”.

Syalom Bapak Ibu Saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus . . . .

            Ada seorang gadis yang memulai pencariannya akan Allah ketika ia berusia 11 tahun, dan hidup di bawah komunisme ateis di negara bekas Uni Soviet. Ketika itu ia melihat beberapa karya seni yang melukiskan bayi Yesus. Saat ia mendengar bahwa karya seni ini menggambarkan apa yang disebut para penguasa sebagai “mitos” tentang Allah yang mengirimkan Putra-Nya ke bumi, ia mulai mencari kebenaran tentang itu.

Ia juga mendengar bahwa Allah telah menulis sebuah buku tentang kebenaran-Nya, dan ia mencari salinannya. Tidak sampai menjelang usia 30 tahun, akhirnya wanita itu menemukan sebuah Alkitab yang boleh ia baca. Akhirnya ia mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk memercayai Yesus sebagai Sang Juruselamat.

Dari tahun 1971 sampai 1989, gadis ini mengambil risiko mempertaruhkan keselamatannya untuk mencari kebenaran firman Allah. Kini ia berprofesi sebagai seorang pengacara yang bekerja untuk melindungi rekan-rekannya sesama warga Rusia dari penyiksaan karena iman. Pesan kasih Allah di dalam Kristus menyebar karena seorang wanita yang mencari kebenaran.

            Kebenaran Allah dapat berdampak kepada kita dan kepada orang-orang yang berinteraksi dengan kita. Pemazmur menulis, “Sekiranya Taurat-Mu tidak menjadi kegemaranku, maka aku telah binasa dalam sengsaraku …. Sebab dengan itu Engkau menghidupkan aku” (Mazmur 119:92,93).

            Di awal Perang Dunia II, serangan bom udara meluluhlantakkan sebagian besar isi kota Warsawa, Polandia. Balok-balok semen, pipa yang meledak, dan pecahan kaca berserakan di seluruh kota tersebut. Namun di pusat kota, sebagian besar dinding dari sebuah bangunan yang sudah rusak masih berdiri dengan kokoh. Itulah kantor pusat British and Foreign Bible Society (Lembaga Alkitab Britania dan Luar Negeri) di Polandia. Pada dinding yang masih bertahan tersebut tertulis kata-kata berikut: “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” (Mat. 24:35).

            Demikian pula dengan Tuhan Yesus yang  membuat pernyataan tersebut untuk membesarkan hati murid-murid-Nya saat mereka bertanya kepada-Nya tentang “tanda kesudahan dunia”. Namun firman-Nya juga memberi kita keberanian di tengah kesulitan yang mendera kita hari ini. Di hadapan puing-puing mimpi kita yang kandas, kita masih dapat mempercayai sifat, kedaulatan, dan janji-janji Allah yang tidak dapat tergoncangkan.

            Pemazmur menuliskan: “Untuk selama-lamanya, ya Tuhan, firman-Mu tetap teguh di sorga” (Mzm. 119:89). Namun bukan hanya firman Tuhan, sifat-Nya juga teguh dan kekal. Karena itulah, pemazmur juga dapat mengatakan, “Kesetiaan-Mu dari keturunan ke keturunan” (ay.90).

Di saat menghadapi beragam pengalaman yang mengecewakan, kita dapat memandangnya dengan kacamata keputusasaan, atau sebaliknya dengan penuh harapan. Karena Allah tidak akan membiarkan kita dalam keadaan tersebut, dengan yakin kita dapat memilih untuk berharap. Firman-Nya yang kekal selama-lamanya meyakinkan kita akan kasih-Nya yang tak pernah berakhir. —Dennis Fisher

            Mari jadikan Firman-NYA sebagai kesukaan kita. Allah akan memberi kita hasrat akan firman-Nya yang kekal jika kita menjadi pencari kebenaran yang sejati

Tuhan, terima kasih untuk karunia firman-Mu. Terima kasih untuk kebenaran firman-Mu yang tak lekang oleh waktu, dan untuk bimbingan yang Kauberikan kepada kami melalui firman-Mu.

Tuhan Memberkati

TC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *