Elohim Ministry youth It’s Okay to Not Be Okay with God

It’s Okay to Not Be Okay with God



Renungan Harian Youth, Senin 31 Agustus 2026

“Tidak apa-apa jika kita sedang tidak baik-baik saja, selama Bersama dengan Tuhan.”

Di zaman sekarang, remaja dan pemuda menghadapi begitu banyak tekanan. Ada tuntutan akademik, kekhawatiran tentang masa depan, persoalan keluarga, hubungan dan pertemanan, tekanan finansial, karier, serta kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di media sosial. Kita sering merasa harus terlihat kuat, bahagia, berhasil, dan seolah-olah semuanya berjalan baik.

Akibatnya, ketika hati sedang lelah, kecewa, takut, bingung, atau terluka, kita mencoba menyembunyikannya. Kita berkata, “Aku tidak apa-apa,” padahal sebenarnya hati kita sedang penuh pergumulan. Namun Firman Tuhan menunjukkan bahwa kita tidak harus berpura-pura kuat di hadapan-Nya.

It’s okay to not be okay with God. Bukan berarti kita boleh menyerah atau tinggal dalam keadaan yang salah. Tetapi kita boleh datang kepada Tuhan apa adanya. Kita boleh membawa pertanyaan, air mata, kekecewaan, bahkan kebingungan kita kepada-Nya.

Ia tidak mengerti mengapa Tuhan seolah-olah diam. Tetapi Habakuk tidak memilih menjauh dari Tuhan. Ia justru membawa seluruh pergumulannya kepada Tuhan. Perjalanan Habakuk mengajarkan kita bahwa ketika hidup tidak berjalan sesuai harapan, kita dapat tetap berjalan bersama Tuhan.

1. BE HONEST WITH GOD

Jujurlah kepada Tuhan, Nabi Habakuk melihat kenyataan yang sangat berbeda dari apa yang ia harapkan. Ia melihat kejahatan, kekerasan, pertikaian, dan ketidakadilan terjadi di sekelilingnya. Dalam kebingungannya, ia berseru: “Berapa lama lagi, Tuhan, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar…?Habakuk 1:2–3

Habakuk tidak menyembunyikan perasaannya. Ia datang kepada Tuhan dengan jujur. Kadang-kadang kita berpikir bahwa ketika berdoa, kita harus selalu menggunakan kata-kata yang sempurna. Kita merasa tidak boleh mengaku bahwa kita kecewa, takut, bingung, atau lelah. Padahal Tuhan sudah mengetahui isi hati kita. Tuhan tidak membutuhkan kepura-puraan kita. Tuhan menginginkan hati yang terbuka.

Kita dapat berkata: “Tuhan, aku sedang takut.” “Tuhan, aku tidak mengerti apa yang sedang terjadi.” “Tuhan, aku kecewa karena doaku belum terjawab.” “Tuhan, aku lelah menghadapi semua ini.” Kejujuran di hadapan Tuhan bukan tanda lemahnya iman. Justru kejujuran adalah langkah awal untuk membangun hubungan yang nyata dengan Tuhan. Habakuk mengajarkan bahwa ketika kita sedang tidak baik-baik saja, jangan menjauh dari Tuhan. Jangan hanya memendam semuanya sendiri. Jangan berpura-pura kuat.

2. LEARN TO WAIT ON GOD

Belajarlah menantikan Tuhan, Setelah menyampaikan pengaduannya kepada Tuhan, Habakuk tidak berhenti di sana. Ia berkata: “Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku…” Habakuk 2:1

Habakuk belajar untuk menunggu. Menunggu Tuhan bukan berarti pasif dan tidak melakukan apa-apa. Menunggu Tuhan berarti tetap berjalan bersama-Nya sambil membuka hati untuk mendengarkan suara-Nya. Sering kali kita ingin jawaban Tuhan datang dengan cepat.  Kita ingin masalah segera selesai, Kita ingin masa depan segera jelas atau Kita ingin doa langsung dijawab. Tetapi Tuhan memiliki waktu dan cara-Nya sendiri.

Kadang-kadang Tuhan tidak langsung mengubah keadaan kita, tetapi Tuhan sedang mengubah cara kita melihat keadaan tersebut. Mungkin situasinya belum berubah, Masalahnya belum selesai, Jawaban yang kita tunggu belum datang. Tetapi selama proses menunggu, Tuhan sedang bekerja membentuk hati, iman, dan cara pandang kita. Menunggu Tuhan bukan waktu yang sia-sia. Dalam masa penantian, kita belajar bahwa Tuhan tetap setia sekalipun kita belum memahami seluruh rencana-Nya.

3. CHOOSE TO TRUST IN GOD

Pilihlah untuk tetap percaya kepada Tuhan, Perjalanan Nabi Habakuk akhirnya membawa dia pada sebuah perubahan besar. Keadaan di sekelilingnya tidak langsung menjadi sempurna. Semua masalah tidak tiba-tiba hilang. Tetapi hati Habakuk berubah.

Ia berkata: “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah… namun aku akan bersorak-sorak di dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.” Habakuk 3:17–18. Inilah puncak perjalanan iman Habakuk. Ia menyadari bahwa percaya kepada Tuhan bukan berarti kita baru percaya setelah semua masalah selesai. Iman berarti tetap percaya ketika kita belum melihat jawabannya. Tetap berharap ketika masa depan belum jelas, Tetap berjalan bersama Tuhan ketika hati sedang lelah. Tetap berpegang kepada Tuhan ketika keadaan tidak sesuai dengan rencana kita.

Mazmur 34:19 berkata: “Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.” Ketika kita sedang tidak baik-baik saja, Tuhan tidak menjauh dari kita. Justru Tuhan dekat, Mungkin kita belum memahami semua yang terjadi. Tetapi kita dapat memilih untuk tetap percaya bahwa Tuhan berjalan bersama kita.

Iman bukan berarti kita tidak pernah menangis.
Iman bukan berarti kita tidak pernah bingung.
Iman bukan berarti kita selalu merasa kuat.
Iman berarti, di tengah semua perasaan itu, kita tetap memilih untuk tidak melepaskan Tuhan.

“It’s okay to not be okay, as long as you are with God.”

Tidak apa-apa jika hari ini kita sedang tidak kuat.
Tidak apa-apa jika kita belum mengerti semua yang terjadi.
Tidak apa-apa jika kita sedang bergumul.
Tetapi jangan menghadapi semuanya sendirian.
Datanglah kepada Tuhan, tunggulah Tuhan, dan tetaplah percaya kepada Tuhan.

Refleksi Renungan

Dalam perjalanan hidup, kita mungkin tidak selalu berada dalam keadaan baik-baik saja. Ada saat ketika kita merasa bingung menghadapi masa depan, kecewa terhadap keadaan, takut menghadapi persoalan, atau lelah karena tekanan hidup. Namun, kita tidak perlu berpura-pura kuat di hadapan Tuhan. Kita dapat datang kepada-Nya dengan hati yang jujur dan membawa seluruh pergumulan kita dalam doa. Ketika jawaban Tuhan belum datang, kita belajar untuk tetap menunggu dan berjalan bersama-Nya. Dan sekalipun keadaan belum berubah, kita memilih untuk tetap percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Bersama Tuhan, kita dapat melewati setiap proses karena Dia dekat dengan hati yang terluka dan setia menyertai kita dalam setiap musim kehidupan.

Hikmat Hari Ini

Tuhan tidak meminta kita untuk selalu terlihat kuat. Tuhan hanya mengajak kita untuk tetap datang kepada-Nya, jujur kepada-Nya, dan percaya kepada-Nya, bahkan ketika hidup sedang tidak baik-baik saja.

Doa Meresponi Firman Tuhan Hari Ini

Tuhan, terima kasih karena Engkau mengizinkan kami datang kepada-Mu apa adanya. Saat hati kami sedang lelah, bingung, takut, kecewa, atau menghadapi keadaan yang belum kami mengerti, tolong kami untuk tidak menjauh dari-Mu. Ajarlah kami untuk jujur membawa setiap pergumulan dalam doa, belajar sabar menantikan waktu dan jawaban-Mu, serta tetap percaya kepada-Mu sekalipun keadaan belum berubah. Kuatkan hati kami agar tidak menyerah dan mampukan kami melihat bahwa Engkau tetap bekerja dalam setiap proses kehidupan kami. Kami percaya bahwa Engkau dekat, setia, dan tidak pernah meninggalkan kami. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

EYC292826VN – YDK

OIN GRUP RENUNGAN HARIAN

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
atau Klik tombol dibawah ini :

Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f

Atau klik tombol dibawah ini >>>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *