Elohim Ministry youth Jadilah penurut-penurut Allah

Jadilah penurut-penurut Allah



Renungan Harian Youth, Rabu 04 Maret 2026

https://open.spotify.com/episode/3euxa2pQ3tYJQyiePoFldP?si=iPEB-GJkQfq3dm6Fv_5hRg

Efesus 5:1, Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih

Syalom rekan Youth yang diberkati Tuhan.. Apa kabar hari ini ? Saya doakan semua dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan. Apapun keadaan kita hari jangan pernah lupa untuk selalu bersyukur dan bersukacita

Allah adalah kasih, dan barang siapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah, dan Allah di dalam dia. Dengan demikian Ia telah menyatakan nama-Nya, yaitu Pengasih dan penyayang, dan berlimpah kasih setia. ada pepatah terkenal berkata, “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, demikian kata sebuah pepatah yang bermakna bahwa karakter, kebiasaan, atau hidup seorang anak tak akan jauh berbeda bila dibandingkan dengan karakter, kebiasaan, atau hidup orang tuanya.

Rekan-rekan youth, Seperti anak-anak yang kekasih, seperti anak-anak (yang biasa dikasihi dengan berlimpah-limpah oleh orangtua mereka) biasanya menyerupai orangtua mereka di dalam raut muka dan air muka wajah mereka, dan di dalam kecenderungan hati serta sifat-sifat pemikiran mereka. Atau menjadi seperti anak-anak Allah yang dikasihi dan disayangi oleh Bapa sorgawi mereka.

Anak-anak belajar berfungsi dalam kehidupan nyata dengan meniru orang-orang di sekitar mereka. Sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kita. Di sini Rasul Paulus mengarahkan kita kepada Kristus sebagai contoh yang harus diteladani oleh orang-orang Kristen.

Mereka belajar berbicara dengan mendengarkan perkataan keluarganya dan meniru apa yang mereka dengar. Mereka belajar berinteraksi dengan orang lain dengan mengamati bagaimana orang yang mereka kasihi berinteraksi dengan orang lain. Mereka mempelajari apa yang pantas secara budaya dan sosial dengan mengamati dan meniru.

Mereka belajar cara makan, bermain, membaca, berdoa, memasak, memancing, mengepang, menggambar, berkebun, membangun, beribadah, berinvestasi, dan menjalani hubungan dengan memperhatikan dan meniru orang-orang di sekitar mereka. Dan itu tidak berlaku hanya pada anak-anak. Orang-orang sering kali mencerminkan mereka yang terdekat, serta lingkungan mereka.

Mungkin itulah sebabnya, ketika menulis dari penjara Romawi, rasul Paulus memberikan perintah yang tulus kepada orang-orang percaya di Efesus:

 “jadilah penurut-penurut Allah,”

Kata “mimik/meniru” berasal dari akar kata Yunani ini. Dalam Efesus 4:32; 5:2 adalah seorang peniru Tuhan didefinisikan sebagai seseorang yang mengampuni dan hidup dalam kasih dan tidak mementingkan diri sendiri seperti Yesus. Tindakan-tindakan ini membangun dan memelihara kesatuan (lih. Ef 4:2-3). yanh dapat diartikan bahwa Orang percaya harus berjuang untuk kebaikan bersama dari tubuh, bukan hak-hak individu, hak istimewa, atau kebebasan

Di ayat 1, Paulus mengingatkan jemaat Efesus bahwa mereka adalah anak-anak Allah. Sebagai anak, orang percaya berbagian dalam natur keilahian Allah. Paulus mengajarkan bahwa orang percaya harus meniru Allah dengan menunjukkan kasih seperti yang Kristus telah nyatakan.

Mereka harus menyelaraskan diri dengan teladan-teladan-Nya, dan memperbarui kembali gambar Allah di atas diri mereka. Hal ini dapat mendatangkan kehormatan bagi hidup beragama kita, bahwa agama itu meneladani Allah.

Paulus tahu bahwa mengasihi dan mencerminkan Allah bersifat mendasar. Apa yang kita amati akan diulangi dan, pada akhirnya, diteruskan. Istilah keren untuk konsep ini adalah pemuridan—di mana kita belajar dari orang yang kita percayai dan mengajari orang lain apa yang telah kita pelajari. Kita tahu bahwa Kristus telah menyerahkan diri-Nya untuk dikurbankan bagi umat-Nya. Itulah wujud kasih Allah bagi umat-Nya. Inilah wujud kasih orang Kristen seharusnya yaitu menyatakan kasih dengan sebuah tindakan pengurbanan, baik bagi Allah maupun manusia.

Terlepas dari posisi kita dalam perjalanan hidup, kita semua sedang dimuridkan oleh sesuatu. Itu sebabnya kita harus mempertimbangkan dengan hati-hati siapa yang kita dengarkan dan ikuti. Penting halnya untuk membangun hidup kita di atas Kebenaran. Meniru Allah berarti meniru Kristus. Yaitu meniru kasih, kekudusan, kebajikan, dan sikap-Nya memuliakan Allah.

Refleksi Renungan

Sebagai anak-anak Tuhan, kita dipanggil untuk hidup sebagai penurut-penurut Allah. Kita perlu bertanya pada diri sendiri: siapa yang sedang kita tiru hari ini? Apakah karakter, perkataan, dan sikap kita semakin menyerupai Kristus, atau justru lebih dipengaruhi oleh lingkungan dan tren dunia? Kita semua sedang dimuridkan oleh sesuatu—oleh media sosial, pergaulan, atau oleh firman Tuhan. Karena itu, mari dengan sadar memilih untuk meneladani Kristus, belajar mengasihi, mengampuni, dan hidup dalam kekudusan. Saat kita mengingat bahwa kita adalah anak-anak yang dikasihi Allah, kita akan terdorong untuk mencerminkan kasih dan karakter-Nya dalam setiap aspek kehidupan kita.

Hikmat Hari Ini

Kita menjadi serupa dengan apa yang kita tiru; karena itu, tirulah Kristus agar hidup kita memancarkan kasih Allah.

Tuhan Yesus Memberkati

RM – NDK

Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f

Atau klik tombol dibawah ini >>>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *