Elohim Ministry youth GRATITUDE AND LIFE SATISFACTION

GRATITUDE AND LIFE SATISFACTION



Renungan harian Rabu. 14 Agustus 2024

Syalom rekan-rekan Youth semuanya

Ketika hidup terasa penuh dengan beban dan masalah yang berat, kita bisa menemukan ketenangan melalui ucapan syukur dan sukacita, karena kita tahu bahwa Tuhan selalu memberi kekuatan untuk menghadapi setiap tantangan dan menyediakan jalan keluar ketika kita merasa tidak mampu melangkah lagi.

Dengan hidup dalam syukur dan sukacita, kita menunjukkan bahwa Tuhan ingin kita menjalani hidup tanpa rasa takut terhadap masalah yang kita hadapi. Jika kita tidak mengandalkan Tuhan, kita hanya akan mengalami kematian rohani yang menghambat pertumbuhan kita dan menjauhkan kita dari kasih karunia-Nya. Oleh karena itu, hiduplah sepenuhnya dengan menikmati apa yang Tuhan berikan, tanpa keraguan. Tanyakanlah dalam hati, “Apakah ada keraguan dalam hati yang meragukan kuasa Allah?” Jangan menjadi seperti orang yang tidak beriman, yang hanya percaya jika ada bukti. Kebahagiaan Hidup adalah hak dan jaminan yang didapatkan ketika mampu untuk bersyukur didalam segala situasi yang dihadapi.

God did not make any mistake in the way He made you or in the environment that He planned for you. There are millions in the world whose lot is sadder than yours. You have much to be thankful for.

Ketidakmampuan untuk mensyukuri segala sesuatu yang dimiliki adalah problem yang banyak dialami oleh manusia di bumi ini.

Ketidakmampuan bersyukur membuat seseorang kerap membanding – bandingkan dengan kondisi orang lain yang dirasanya sempurna dan lebih bahagia. Ketika ia melihat orang lain lebih baik, lebih kaya, lebih pintar atau lebih cantik, maka ia menyimpulkan bahwa orang itu pasti bahagia hidupnya. Padahal sesungguhnya kebahagiaan hidup itu tidak bisa dinilai dari segala kelebihan yang dimilikinya. Kebahagiaan itu adalah masalah hati yang mampu mensyukuri hidup. Jika kita mampu untuk bersyukur maka kebahagiaan adalah jaminan yang pasti didapatkan dari Tuhan.

He has loved you with an everlasting love and He has lavished that love on you. You were created in His image and He longs to bless you and to be available to you always

Ada sebuah cerita yang menggambarkan makna hidup bersyukur. Di sebuah kebun binatang, seekor burung gagak kagum melihat angsa yang tampak sempurna dengan tubuh besar dan bulu putihnya. Gagak berpikir bahwa angsa pasti hidup bahagia. Namun, angsa berkata, “Dulu aku juga berpikir begitu, sampai aku bertemu beo dengan bulu dua warna yang indah. Aku pikir, beo lah yang paling sempurna.” Gagak lalu menemui beo dan memujinya, tapi beo berkata, “Aku dulu bahagia, tapi aku merasa tidak ada apa-apanya dibanding merak dengan bulu yang berwarna-warni.” Gagak pun menemui merak dan mengaguminya, tetapi merak berkata, “Dulu aku berpikir begitu, tapi kecantikanku membuatku dikurung. Bagaimana aku bisa bahagia? Aku merenung bertahun-tahun dan menyadari bahwa hanya burung gagak yang bisa hidup bebas. Andai aku gagak, aku pasti bahagia bisa terbang ke mana pun.”

Cerita ini mengajarkan bahwa kita seharusnya tidak seperti burung-burung tersebut yang terkurung dalam ketidakbahagiaan. Bersyukurlah dalam segala situasi, karena di situ ada kebahagiaan. Kasih Allah yang besar telah diberikan untukmu dan semua orang. Kehidupan yang bahagia yang kau miliki bisa juga dimiliki oleh orang lain. Sekarang tugasmu adalah membagikan kasih itu kepada orang-orang di sekitar. Ajaklah mereka untuk hidup bersyukur, sehingga kebahagiaan bisa dirasakan jika bersandar pada Allah. Jangan menjadi egois atau merasa tidak perlu mengasihi orang lain, terutama mereka yang pernah berbuat jahat padamu. Allah mengajarkan untuk membalas kejahatan dengan kasih, bukan dengan kejahatan.

Roma 12:3 (TB)  Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.

Dunia saat ini penuh dengan paradoks. Di satu sisi, semakin rusak; di sisi lain, semakin sensitif terhadap perbuatan buruk orang lain. Ketika manusia bertindak dengan niat yang buruk, meski tampaknya baik, itu tidak akan menghasilkan berkat dan kebahagiaan. Tanyakan pada dirimu, “Apa tujuan hidupku di dunia ini? Seberapa bahagia aku karena bersyukur?” Kita diselamatkan oleh iman dan kasih kepada Kristus, bukan karena tambahan kebaikan, tetapi karena rencana Allah. Jangan sia-siakan kesempatan itu dan lakukan tujuan yang Tuhan berikan dalam hidupmu. Jangan ragu untuk berbuat baik agar kebahagiaan bisa didapatkan, karena itulah yang Tuhan kehendaki.

Sikap manusia yang sering membandingkan diri dengan orang lain dan tidak bersyukur menyebabkan hilangnya kebahagiaan dan jarak dari Allah.

Rasul Paulus menasihati orang-orang percaya untuk tidak memikirkan hal-hal yang lebih tinggi, yang bisa menjauhkan mereka dari Allah dan kebahagiaan. Apa pun yang patut dipikirkan, lakukanlah dengan sepenuh hati dan motivasi yang benar, agar tidak ada penyesalan dan hidup bisa dijalani dengan penuh kebahagiaan. Kelebihan dan kekurangan harus dipandang secara positif, agar bisa saling membangun dan melengkapi, sehingga syukur menjadi gaya hidup yang selalu dilakukan. Setiap orang diciptakan untuk berguna bagi sesamanya, jadi syukurilah kehidupan dengan selalu mengandalkan Tuhan, sehingga kebahagiaan bisa dirasakan. Kebahagiaan bukanlah soal keadaan, tetapi soal hati yang bisa bersyukur.

Have a good and God bless

LW – NDK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *