Elohim Ministry youth JANGAN COBA LARI DARI MASALAH

JANGAN COBA LARI DARI MASALAH



Renungan Harian Youth, Selasa 28 Maret 2023

2 Tawarikh 14:11a, Kemudian Asa berseru kepada TUHAN, Allahnya: “Ya TUHAN, selain dari pada Engkau, tidak ada yang dapat menolong yang lemah terhadap yang kuat.

Ada orang yang seringkali lari dari masalah yang dihadapi, salah satu alasannya adalah karena takut. Merasa bahwa tidak mempunyai kekuatan untuk bisa menghadapi masalah tersebut. Ketika orang percaya lari dari masalah yang dihadapinya, sebenarnya ia sedang mengandalkan diri sendiri dan tidak mau memercayakan kehidupannya kepada Tuhan.  Dan ketahuilah, di dalam Alkitab tersedia kisah-kisah penyataan kuasa Allah yang membela umat-Nya yang percaya kepada Dia. Kisah kemenangan pasukan Yehuda dalam menghadapi serbuan tentara Etiopia yang jumlahnya hampir dua kali lipat jumlah tentara Yehuda itu mengingatkan bangsa Yehuda yang berada di pembuangan bahwa kondisi yang mereka alami amat bergantung kepada sikap mereka kepada TUHAN.

Bila mereka bersandar kepada TUHAN, musuh yang lebih kuat pun akan bisa mereka kalahkan!

Asa sedang berada di tengah situasi yang menggentarkan dirinya. Bagaimana tidak gentar ketika menghadapi kekuatan musuh yang jauh lebih besar darinya. Musuh yang akan dihadapinya mempunyai jumlah pasukan dua kali lipat lebih daripada yang dimilikinya. Di dalam situasi ini Asa berseru kepada Tuhan, dia menaikkan permohonan dengan sungguh-sungguh. Alkitab berulang kali memperlihatkan bahwa bila Allah di pihak bangsa Yehuda, mereka pasti menang saat melawan musuh. Sebaliknya, bila mereka meninggalkan Tuhan, mereka akan kalah. Di awal pemerintahannya, Raja Asa melakukan banyak hal yang amat positif. Ia bukan hanya menjauhkan mezbah-mezbah asing dan bukit-bukit pengorbanan, memecahkan tugu-tugu berhala, dan menghancurkan tiang-tiang berhala, tetapi ia juga memerintahkan orang Yehuda supaya mereka mencari TUHAN, Allah nenek moyang mereka, dan mematuhi hukum dan perintah (14:3-4).

Kesalehan Raja Asa itu membuat Yehuda berada dalam keadaan aman selama sepuluh tahun 

 Selanjutnya, saat kemudian tentara Etiopia (yang jumlahnya satu juta orang) datang menyerbu dengan dilengkapi 300 kereta, pasukan Yehuda yang jumlahnya hanya 580 ribu orang berhasil menghalau mereka (14:8). Perhatikanlah isi doa Raja Asa yang sangat mengesankan saat Yehuda menghadapi musuh (14:11). Perhatikan pula bahwa Tuhanlah yang memukul kalah tentara musuh! (14:12)

Apa yang kita bisa pelajari dari Asa? Pertama, ia menyadari bahwa memang dirinya lemah jika dibandingkan lawannya. Asa tahu kekuatannya tidak seberapa. Kedua, ia mengakui bahwa Tuhan adalah tempat pertolongan yang kuat dan tepat. Tuhan adalah satu-satunya tempat ia bisa menghadapi musuhnya. Tuhan bukan pilihan dari sekian banyak yang sanggup menolong dia, tetapi satu-satunya. Asa mengenal baik siapa Tuhannya, yaitu Tuhan yang Mahakuasa. Di dalam situasi genting justru tempat perlindungan teraman hanya kepada Tuhan saja.

Dan Tuhanlah yang menyelamatkan Asa dari tangan musuhnya, bukan karena kuat dan hebatnya Asa, tetapi karena Tuhan.

Hidup kita tidak bisa tanpa Tuhan. Satu-satunya yang sanggup dan bersedia setiap saat menyelamatkan kita hanyalah Tuhan Yesus. Manusia terlalu lemah untuk bisa membebaskan diri kita dari permasalahan yang kita hadapi. Satu-satunya penolong kita adalah Kristus Yesus. Dialah pembebas sejati di dalam hidup kita. Banyak situasi di hadapan kita bagaikan raksasa dan kita sering melihat diri seperti liliput, tetapi ingatlah kita menghadapi semua hal yang menakutkan itu bersama dengan Sang Raja di atas segala raja. Serahkan semua kekhawatiran dan ketakutan Anda kepada Tuhan. Tuhan pasti akan menyertai Anda. Lari dari masalah tidak selalu menyelesaikan masalah, malah akan menyakitkan jiwa.

Saat menghadapi masalah larilah hanya kepada Tuhan Yesus saja di mana kita menemukan kekuatan.

Apabila kita belajar dari pengalaman iman Asa sebagai seorang raja, kita diingatkan bahwa kesetiaan kepada Tuhan merupakan hal utama dalam kehidupan sebagai orang percaya. Kita mempunyai banyak tantangan, ancaman, dan godaan kehidupan, seperti yang dialami Raja Asa. Rintangan tersebut dapat membuat kita tidak setia. Namun, ketika kita percaya dan memiliki komitmen untuk melakukan perbuatan yang baik dan benar berdasarkan standar Tuhan, maka Ia akan memberkati, menjaga, dan memelihara keluarga kita. Sesungguhnya prinsip kebenaran ini menjadi tolok ukur apakah kita akan gagal atau tidak pada masa yang akan datang.

Rekan-rekan youth, Kekuatan & kemampuan manusia terbatas tetapi kuasa Tuhan tiada batasnya. Lebih baik mengandalkan kekuatan & nama Tuhan karena Tuhan Yesus tidak saja mau menolong kita tetapi Dia juga mampu menolong kita. Jangan coba lari dari masalah dan jangan sampai kita menjauh dari jangkauan kasih Tuhan untuk kita.

Dalam situasi yang mencekam sekalipun tetap andalkan Tuhan, pasti ada pembelaan dan kelegaan.

Amin. Tuhan Yesus Memberkati

RM – DOT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *