Renungan Harian Youth, Selasa 10 September 2024
Ibrani 3:7, “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun,
Betapa pentingnya bagi kita untuk menjaga kesehatan baik melalui asupan makanan yang bergizi, cukup beristirahat, dan menyediakan waktu berolahraga. Seorang dokter pernah menyampaikan salah satu penyakit yang sangat berbahaya, yaitu sirosis, penyakit yang menyerang organ hati sehingga dipenuhi dengan jaringan parut yang membuatnya semakin keras dan tidak berfungsi secara normal.
Penyakit yang membuat hati mengeras ini jika tidak segera ditangani dapat membuat penderitanya meninggal dunia.
Dalam bacaan firman hari ini, penulis Ibrani memperingatkan orang-orang Kristen Yahudi yang telah percaya kepada Yesus untuk tetap kokoh akan iman. Selaku orang Yahudi yang masih melekat pada tradisi dan penyembahan yang sudah membudaya, mereka berada di ambang kebingungan apakah tetap percaya kepada Yesus atau kembali pada keyakinan lama mereka. Atas dasar inilah penulis Ibrani menasihati agar mereka waspada, supaya di antara mereka jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya. Penulis Ibrani memberi gambaran tentang leluhur mereka di padang gurun yang menguji Tuhan.
Sekalipun mereka adalah orang-orang pilihan Tuhan dan telah menyaksikan banyak perbuatan ajaib Tuhan, tetapi karena hati mereka sesat, mereka tidak mengenal jalan Tuhan. Itulah sebabnya Tuhan murka dan tidak membiarkan mereka masuk ke Tanah Perjanjian. Melalui gambaran inilah orang-orang Kristen Yahudi itu diyakinkan untuk tetap kokoh pada imannya kepada Yesus dengan tidak menjadi tegar hati karena tipu daya dosa, sebab mereka telah beroleh bagian di dalam Kristus.
Kendati status kita telah menjadi orang percaya, tetapi kita harus menjaga hati kita untuk tetap berada di jalan-Nya agar tidak bernasib sama seperti orang-orang yang berada di padang gurun.
Bangsa Israel dikenal sebagai bangsa yang tegar tengkuk, keras kepala, dan keras hati kepada Tuhan. Sekalipun Tuhan sudah menyatakan kasih dan pemeliharaan-Nya kepada bangsa ini secara turun-temurun, mereka terus mencobai Tuhan dengan melakukan dosa. Mereka bukan tidak tahu apa yang dilakukan, tetapi kebebalan yang membuat mereka selalu sesat hati dan memilih jalan yang menyimpang dari Tuhan (ay. 10b)
Itulah sebabnya Allah berulang kali menyerukan panggilan pertobatan kepada bangsa Israel dengan berbagai cara. Dia mengutus nabi dan para hakim, memberi penghukuman melalui bangsa lain, tetapi sayangnya bangsa ini tetap dikuasai oleh kekerasan hati yang tidak mau bertobat kepada Tuhan.
Kita harus menjaga agar hati kita tidak menjadi tegar karena tipu daya dosa
Kita harus bersyukur karena memiliki Allah yang adil dan penuh kasih, yang bahkan dalam penghukuman-Nya sesungguhnya menyatakan kasih-Nya agar manusia mau berbalik kembali pada jalan-Nya. Kita juga harus bersyukur karena memiliki Allah yang panjang sabar, yang berulang kali dan tidak henti-hentinya terus menyatakan seruan pertobatan bagi manusia yang seringkali mengulangi perbuatan-perbuatan dosanya di hadapan Allah.
Seperti ucapan dari hamba Tuhan John Stott, “Kita harus mengizinkan firman Tuhan untuk menentang kita, untuk mengganggu keamanan kita, untuk merusak rasa puas diri kita dan untuk meruntuhkan pola pikir dan perilaku kita.”
Kegagalan yang dialami bangsa Israel ini mestinya cukup untuk menjadi peringatan bagi kita supaya tidak ikut-ikutan mengeraskan hati terhadap pimpinan Tuhan. Bilamana ini terjadi? Hati yang keras berawal dari penolakan terhadap Firman Tuhan, merendahkan karya-Nya dan tidak memahami jalan-Nya. Mungkin penolakan kita terhadap Firman memang tidak sampai pada tahap meninggalkan kekristenan. Namun apa bedanya jika kita mengaku Kristen tetapi mengabaikan didikan dan nasihat Tuhan? Apalah artinya pengakuan di mulut jika hati dan perbuatan kita tidak sejalan?
Melalui kisah bangsa Israel, mari kita belajar menghilangkan kebebalan dan kekerasan hati terhadap suara Tuhan. Tuhan bisa berbicara melalui pasangan kita, anak kita, hamba Tuhan, atau melalui berbagai masalah dan pergumulan. Yang terutama Dia juga terus berbicara melalui firman-Nya.
HATI YANG JAHAT DAN TIDAK PERCAYA MERAMPAS BERKAT YANG SUDAH TUHAN RANCANGKAN BAGI KITA.
Jika kekerasan organ hati bisa membawa pada kematian fisik maka kekerasan hati yang tidak mau bertobat kepada Tuhan bisa membawa pada kebinasaan. Jangan keraskan hati Anda ketika mendengar suara Tuhan Yesus yang menegur dan mengingatkan Anda.
Amin, Tuhan Yesus Memberkati
RM – DOT