Elohim Ministry youth JANGAN MENUNDA KEBAIKAN

JANGAN MENUNDA KEBAIKAN



Renungan Harian Youth, Jumat 13 Oktober 2023

Syalom rekan-rekan Youth semuanya, semoga kita semua dalam keadaan sehat dan baik semuanya.

Alkisah ada seorang raja yang ingin mengetahui jawaban atas 3 pertanyaan yaitu kapan waktu yang tepat untuk melakukan segala hal? Siapa yang terpenting? Apa hal terpenting yang harus dilakukan? Raja menjanjikan hadiah besar bagi mereka yang berhasil menjawab ketiga pertanyaan tersebut dengan tepat. Untuk pertanyaan pertama, ada yang menasehatkan raja untuk membuat jadwal kerja dan berkonsentrasi. Pertanyaan kedua, seseorang berkata bahwa raja perlu mempercayai pegawai-pegawainya, para pemimpin agama, dan ahli-ahli perang. Pertanyaan ketiga, ada yang mengatakan ilmu pengetahuan, ada juga yang mengatakan agama atau ilmu kemiliteran.

Namun Raja tidak puas, sehingga ia pergi menemuai seorang pertapa yang bijaksana yang hidup di puncak gunung. Sampai di puncak gunung, ia mendapati sang pertapa sedang menggali beberapa lubang di kebunnya. Ketika raja menanyakan ketiga pertanyaannya, si pertapa hanya tersenyum sambil menepuk-nepuk pundak sang raja dan meneruskan pekerjaannya. Karena kasihan, raja mencoba membantu pertapa itu. Satu, dua jam pun berlalu. Akhirnya matahari terbenam. Raja meletakkan sekop dan duduk di samping Si Pertapa. Raja menanyakan kembali pertanyaannya. Tiba-tiba datang seorang laki-laki lari mendekati mereka dari dalam hutan, la meletakkan tangannya di perutnya yang terluka. Laki-laki itu pingsan dan seluruh tubuhnya berlumuran darah. Tak tahan melihatnya, raja membuka pakaiannya dan membersihkan luka pria tersebut. Saat siuman, raja memberi ia minum. Berdua bersama pertapa, ia menggendong laki-laki itu ke pondok karena hari mulai gelap. Raja merasa kelelahan dan kemudian tertidur. Keesokan paginya, ketika raja membuka mata, laki-laki itu telah siuman. Ketika melihat raja, laki-laki itu berbisik, “Maafkan saya” “Mengapa saya harus memaafkanmu?” tanya raja. Saya sebenarnya adalah musuh Anda, saya datang untuk membunuh Anda. Tetapi saya bertemu pengawal-pengawal istana dan mereka melukai saya. Untung saya bisa melarikan diri. Kalau saja Anda tidak menolong saya, pasti saat ini saya sudah mati. Sebelum pulang, raja menemui Pertapa untuk berpamitan. Pertapa itu berkata, “Pertanyaan- pertanyaan Anda telah terjawab.”

Ketika Pertapa melihat raja kebingungan, ia segera melanjutkan “Kemarin seandainya Anda tidak merasa kasihan kepada saya dan menunda untuk menolong saya di kebun, maka Anda pasti sudah terbunuh di hutan. Jadi waktu yang tepat adalah ketika Anda tidak menunda untuk melakukan kebaikan, orang yang terpenting adalah saya dan pekerjaan yang terpenting adalah menolong saya. Kemudian saat laki-laki itu datang, waktu yang terpenting adalah saat Anda mengobati lukanya, karena bila tidak Anda lakukan, ia akan mati dan Anda akan kehilangan kesempatan berdamai dengannya” Raja akhirnya menemukan jawaban dari pertanyaan yang dia ajukan.

Rekan-rekan youth pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita di atas adalah, waktu yang terpenting itu cuma satu dan waktu itu adalah “Sekarang”. “Sekarang” adalah satu-satunya waktu yang ada di Jangan kita. Orang yang terpenting adalah orang-orang yang ada di sekitar kita. Dan akhirnya, pekerjaan yang terpenting adalah membuat orang di sekitar kita berbahagia.

Pernahkah kamu merasa malas untuk berbuat baik kepada orang lain? Mungkin kamu berpikir bahwa kebaikan itu tidak penting atau tidak akan berdampak besar. Atau mungkin kamu merasa bahwa kamu tidak memiliki cukup waktu untuk berbuat baik. Namun, ketahuilah bahwa kebaikan itu penting dan selalu berdampak besar, meskipun itu hanya hal kecil.

Kebaikan dapat mengubah hidup seseorang, bahkan sebenarnya juga sedang mengubah kehidupan kita.

Amsal 3:27 Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya.

Mengapa kita tidak boleh menunda dalam melakukan kebaikan?

  • Melakukan Kebaikan adalah sebuah kesempatan.

Adakah kita menyadari bahwa melakukan kebaikan adalah kesempatan yang Tuhan berikan bagi kita untuk bisa berbagi bagi sesama. Jika kita mengabaikannya apakah kita menyadari kita sudah membuang begitu banyak kesempatan untuk melakukan kebaikan bagi orang lain.

Ketika kita menyadari bahwa berbuat baik adalah kesempatan, maka kita akan senantiasa berusaha untuk bisa menjadi berkat bagi orang lain.

  • Perbuatan Baik akan membawa sukacita dan kebahagiaan bagi orang lain.

Setiap perbuatan baik yang kita lakukan pasti akan mendatangkan sukacita dan kebahagiaan bagi orang lain, terlebih bagi mereka yang membutuhkan. Bukankah hal ini adalah panggilan kita sebagai orang percaya. Tuhan mau kita menjadi orang yang melakukan perbuatan baik sehingga melaluinya Bapa di Sorga dipermuliakan.

Matius 5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.

  • Perbuatan Baik sebenarnya sedang mendatangkan kebaikan bagi diri kita sendiri.

Pernahkan ketika kita berbuat baik dan menolong orang lain membuat kita menjadi sedih? Tentunya perasaan dalam hati kita ada sukacita karena kita bisa menolong mereka. Walaupun motivasi hati kita berbuat baik adalah dengan ketulusan hati, namun Firman Tuhan jelas mencatat bahwa apa yang kita tabur akan kita tuai.

Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. (Galatia 6:9)

Ketika Tuhan memberikan kesempatan untuk melakukan kebaikan dan mendatangkan sukacita bagi orang lain, kerjakanlah itu dengan kerelaan dan sukacita. Dan percayalah kitapun akan menikmati kebahagiaan didalamnya

Tuhan Yesus memberkati

YNP – TVP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *