Renungan harian Youth, Selasa 06 Januari 2026
Seiring bertambahnya usia, tubuh kita mulai melemah. Mungkin otot terasa sakit. Mungkin rambut perlahan menjadi putih. Mungkin penglihatan dan pendengaran semakin berkurang. Dan kita, atau orang yang kita kasihi, mungkin sedang bergumul melawan penyakit tertentu. Rasul Paulus pernah memberikan beberapa nasihat kepada orang-orang percaya di Korintus, Yunani, yang masih berguna bagi kita sampai sekarang: “Sebab itu, kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami diperbarui dari hari ke hari.” 2 Korintus 4:16
Bahwa ada pengharapan dan pembaruan rohani meskipun kondisi fisik merosot, menyatakan “Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari,” yang berarti kekuatan spiritual terus diperbarui setiap hari melalui Tuhan, berbeda dengan tubuh fisik yang melemah seiring waktu. Ayat ini adalah bagian dari konteks yang lebih besar (ayat 16-18) tentang menghadapi penderitaan dengan fokus pada hal-hal kekal daripada hal-hal yang sementara.
Rekan-rekan youth, Selama ribuan tahun, pengobatan Tiongkok telah menggunakan bubuk mutiara untuk mengikis sel-sel mati dari permukaan kulit. Di Rumania, lumpur terapeutik yang meremajakan kulit telah menjadi eksfolian populer yang dipercaya dapat membuat kulit awet muda dan bersinar. Di seluruh dunia, orang-orang menggunakan praktik perawatan yang mereka yakini akan memperbarui kulit paling kusam sekalipun. Namun, sarana yang kita kembangkan untuk menjaga tubuh jasmani kita hanya dapat memberikan kepuasan sementara.
Yang lebih penting adalah kita tetap sehat dan kuat secara rohani. Sebagai orang percaya, kita telah menerima karunia berupa pembaruan rohani di dalam Yesus Kristus.
Beragam tantangan yang kita hadapi setiap hari dapat terasa semakin berat ketika kita terus mencengkeram hal-hal seperti rasa takut, sakit hati, dan kecemasan. Pembaruan rohani terjadi saat kita “tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan” (ay.18). Kita melakukannya dengan menyerahkan kekhawatiran kita sehari-hari kepada Allah dan berdoa agar buah Roh—yang termasuk kasih, sukacita, dan damai sejahtera—bertumbuh segar dalam hidup kita (Gal. 5:22-23).
Paulus tahu bagaimana rasanya menghadapi kesulitan; dia pernah dipukuli, kapalnya tenggelam, digigit ular, dan dipenjarakan. Paulus menyatakan bahwa meski menderita di dunia, ia menemukan pengharapan karena pembaruan batinnya. Meskipun dosa membuat tubuh kita semakin lemah secara lahiriah, namun bagi orang yang bertekun dalam Kristus, batin kita terus diperbarui dan dikuatkan oleh pengharapan akan kemuliaan kekal bersama-Nya. Paulus juga berkata, “Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak hancur terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.” (2 Korintus 4:8-9 TB2)
Dalam 2 Korintus 4:16-18, kita akan belajar: 3 Kebenaran, bagaimana kita dapat bertekun sekarang ini, sehingga kita kelak memperoleh kelimpahan kemuliaan Kekal dalam Kristus.
1. Jangan tawar hati bila manusia lahiriah kita semakin merosot.
2 Korintus 4:16, Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami diperbaharui dari sehari ke sehari.
Tubuh Jasmani kita akan mengalami kemerosotan dan menuju kepada kematian karena Mortalitas, yaitu: Kodrat, bahwa setiap manusia pada akhirnya akan mengalami kelemahan tubuh dan akhirnya meninggal dunia. Tetapi kita jangan tawar hati, karena bila kita dekat dan sungguh sungguh mengikuti Tuhan Yesus, manusia batiniah kita diperbaharui dari hari ke sehari. Jika manusia lahiriah kita semakin dimakan usia akan semakin lemah, sebaliknya manusia batiniah kita atau manusia rohani kita akan semakin kuat jika kita hidup di dalam Kristus, bahkan akan terus berbuah.
Mazmur 92:13-16, Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon Aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas dipelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.
Jangan tawar hati bila manusia lahiriah kita semakin merosot, karena bersama Tuhan Yesus manusia batiniah kita akan terus bertumbuh dan masa tua kita pun masih berbuah, menjadi gemuk dan segar.
2. Jangan tawar hati penderitaan ringan yang sekarang ini mengerjakan kemuliaan Kekal.
2 Korintus 4:17,Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan Kekal yang melebihi segala galanya, jauh lebih besar daripada penderitaan kami.
Jangan tawar hati, kesukaran yang dipikul oleh orang orang percaya saat ini adalah ringan bila dibandingkan dengan kelimpahan kemuliaan Kekal yang akan kita miliki melalui Kristus.
Roma 8:18, Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Sebagian kemuliaan ini telah ada, tetapi akan dinikmati sepenuhnya pada masa yang akan datang. Ketika kita menerima warisan surgawi maka kita akan mengatakan bahwa kesengsaraan yang paling berat pun tidak berarti apa apa dibandingkan dengan kemuliaan Kekal dari Tuhan Yesus.
Sebab itu kita jangan tawar hati dan jangan kehilangan pengharapan serta putus asa, sewaktu menghadapi berbagai macam masalah dan problema hidup.3.
3. Kita harus dewasa rohani supaya dapat melihat hal hal yang bernilai Kekal.
2 Korintus 4:18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah Kekal.
Salah satu tanda orang Kristen yang bertumbuh dewasa rohani, adalah dapat melihat dan menghargai hal hal yang bernilai Kekal. Segala sesuatu yang kelihatan sekarang ini hanyalah bersifat sementara tetapi yang tidak kelihatan adalah Kekal. Orang orang yang telah dewasa rohaninya merasakan dan melihat hal hal yang Kekal itu dalam tuntunan kebenaran Firman Tuhan.
Rekan-rekan youth, firman Tuhan mengingatkan agar kita tidak menjadi tawar hati. Meskipun secara fisik mungkin kita merasa lelah, tetapi spirit dan iman kita tidak boleh ikut-ikutan merosot. Kita memang tidak tahu bagaimana hasil akhir dari situasi sulit itu; atau bagaimana relasi kita dengan orang sulit itu akan berakhir. Bisa jadi sesuai dengan yang kita inginkan, tetapi mungkin juga tidak.
Yang penting memang bukan bagaimana hasil akhirnya, melainkan siapa yang menyebabkan hasil akhir tersebut.
Hikmat Hari Ini:
Jangan pernah tawar hati ketika menghadapi tantangan, sebab meskipun tubuh kita mungkin melemah, manusia batiniah kita sedang diperbarui setiap hari oleh kuasa Kristus yang hidup di dalam kita.
RM – DOT
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan