Elohim Ministry umum Kasih di Kota Yeriko

Kasih di Kota Yeriko



Renungan Harian Kamis, 05 Oktober 2023

Ayat Pokok : Lukas 18: 35 – 19:10

Shalom… Selamat pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus.

                Setiap kita patut bersyukur keoada Tuhan karena memiliki Tuhan yang begitu mengasihi kita.  DIA lah yang memiliki inisiatif sejak dari mulanya untuk untuk membawa kembali manusia kepada persekutuan kembali dengan BAPA di sorga.  TUHAN lah yang dengan kasih-NYA mencari orang-orang yang merindukan kedatangan-NYA. 

                Jika kita memperhatikan teks yang menjadi bacaan kita pada renungan hari ini, kita menemukan kisah yang sangat familiar dengan kita, yaitu kisah mengenai Bartimeus dan kisah Zakheus, si orang pendek, kepala pemungut cukai di Yerikho.  Adalah sesuatu yang menarik, jika seorang dokter Lukas menuliskan kisah-kisah tersebut dalam kitab yang dia tulis, tentunya tetap dalam tuntunan dan ilham Roh Kudus.  Pasti Lukas memiliki alasan pribadi mengapa kisah tersebut ada dalam kitab yang dia tulis.

Ada 3 kebenaran yang bisa kita temukan dari kedua kisah tersebut;

1. Kasih Tuhan menjangkau semua lapisan masyarakat.

Kunjungan Yesus ke kota Yerikho adalah sesuatu yang pasti sudah diagendakan oleh Yesus. Ini adalah kunjungan yang pertama dan terakhir di kota tersebut, dan tujuannya datang ke kota Yerikho adalah untuk bertemu dengan Bartimeus (seorang buta, yang duduk mengemis setiap hari dipinggir jalan masuk kota Yerikho – Lukas 18:35-43) dan menyembuhkannya dan bertemu dengan Zakheus.

  • Bartimeus adalah gambaran orang yang miskin dan tidak memiliki apa-apa secara finansial, juga hidup dari belaskasihan orang.
  • Zakheus adalah gambaran orang yang kaya dan secara finansial memiliki segalanya.

Dan mereka adalah tujuan Yesus datang ke kota Yerikho tersebut.  Beberapa hari sebelum Yesus menyerahkan diri dan mati di kayu salib, DIA menunjukkan Kasihnya yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

2. Kasih Tuhan dinikmati orang yang meresponinya.

Dalam perjalanan pelayanan-NYA, Yesus tidak pernah melakukan pemaksaan kepada orang-orang untuk menerima kasih dan pelayanan-NYA tersebut. Jika kita membaca dan memperhatikan baik-baik, orang yang pada akhirnya menikmati kasih Tuhan adalah orang yang meresponinya.  Lihat respon Bartimeus ketika dia tahu bahwa yang datang melintas di kota tersebut adalah Yesus, dia langsung merespon dengan seruan Imannya yang menarik perhatian Yesus yang kemudian menyembuhkannya. 

Respon Zakheus ketika Yesus di kotanya, dia dengan sangat antusias berusaha untuk melihat siapakah Yesus, tokoh yang sedang “viral” pada waktu itu. Walaupun penduduk Yerikho tidak memberikan ruang kepadanya untuk dengan mudah bertemu Yesus bahkan ada kesan mereka menghalanginya karena kebencian mereka kepada Zakheus yang profesinya adalah kepala pemungut cukai. Tetapi itu tidak mengendorkan semangat dan antusiasme Zakheus, bahkan dia harus memanjat pohon ara untuk dapat hanya sekedar melihat Yesus saja. Namun respon Zakheus mendapatkan perhatian Yesus yang bahkan berkata kepada Zakheus bahwa dia harus menumpang di rumahnya.

3. Kasih Tuhan Merestorasi kehidupan.

Kehidupan Bartimeus berubah dari seorang buta yang tidak memiliki tujuan hidup dan pengharapan, manjadi seorang yang memiliki tujuan hidup yang jelas dan pengharapan dalam Tuhan.

Kehidupan Zakheus berubah dari seseorang yang memiliki orientasi kepada diri sendiri begitu tinggi, dia senang ketika dapat mengambil sesuatu dari orang lain. Menjadi seorang yang berorientasi kepada orang lain dan dia menjadi seorang yang murah hati, dengan senang membagikan hartanya dan mengembalikan empat kali lipat jika ad orang yang dia peras.

                Bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus. Kasih Tuhan telah dengan tanpa syarat menjangkau kehidupan kita. Namun kasih itu juga memerlukan respon pribadi dari setiap kita. 

Marilah setiap kita terus membangun hubungan pribadi yang intim dengan Tuhan sebagai respon pribadi kita atas kasih yang telah ditunjukan-NYA kepada kita.

Dan berikan ruang bagi kasih itu merestorasi hidup kita dan menjadikan kita agen surgawi yang memancarkan kasih Tuhan yang telah kita nikmati itu kepada orang lain, nama Tuhan dimuliakan. Amin.

Tuhan Yesus memberkati

DS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *