Renungan Harian Youth, Kamis 05 Oktober 2023
Syalom rekan-rekan youth semuanya … Tuhan mengajarkan dalam kehidupan manusia untuk bisa bersikap baik dan mengontrol dirinya serta sabar akan pencobaan yang dihadapi. Tak selamanya apa bertindak karena emosi akan menguntungkan. Apalagi kalau bertindak karena emosi yang tak terkendali. Hal ini akan menunjukkan sikap kedewasaan serta mental dari diri yang sebenarnya.
Sering kita mengeluh “Aku sudah coba melakukannya tapi kenapa selalu berakhir seperti ini?, aku masih berhak untuk marah tapi tak tahu melampiaskan nya dengan cara apa.” Refleksikan diri dan tanyakan pada didalam diri “Apakah Tindakan ku sudah benar dengan tidak memperpanjang akan hal ini?, padahal masih sakit tapi apa harus berakhir seperti ini?.”
Jika kita sudah bisa menahan dan berpikir dengan tenang maka kita sudah satu Langkah kedepan dengan kedewasaan.
Bahkan demi kesehatan mental kita, terkadang kita perlu untuk melepaskan setiap perasaan marah bahkan kepada orang-orang yang dekat dengan kita. Sering kali kita tidak bisa untuk mengontrol emosi dan melakukan sesuatu diluar batas, dan hal itu akan membuat dirimu menyesal pada akhirnya.
Filsuf China Chuko Liang (A.D. 181-234) dikutip dibuku The 33 Strategies of War menuliskan “If you count on safety and do not think of danger, if you do not know enough to be wary when enemies arrive, this is called a sparrow nesting on a tent, a fish swimming in a cauldron- they won’t last the day.” Maksudnya adalah kita harus selalu waspada, jika kita tidak berjaga dan tidak memiliki Pengendalian Diri maka dia tidak akan bertahan dalam sehari saja. Dalam sebuah pertempuran orang yang selalu bisa mengendalikan diri akan selalu menang pada akhirnya, sebab jika tidak ada kesabaran maka kekalahan yang akan didapatkan. “Sikap diri mencerminkan siapa dirimu.” Dibalik emosi seseorang, tergambarkan sifat dan karakter diri dari masing – masing individu yang ada.
“People who harbor anger often don’t realize it, but they are poisoning their own lives.”
Orang yang memendam amarah sering kali tidak menyadarinya, padahal mereka meracuni kehidupannya sendiri.
Tidak ada kata terlambat untuk mencoba menjadi lebih baik dengan mengontrol diri dan tidak jatuh pada emosi yang hanya akan membuat diri sendiri rugi dan tidak mendapatkan keuntungan serta ketenangan.
Orang yang bisa mengontrol diri dan memiliki ketenangan adalah orang yang menang dalam hidupnya.
Amsal 14:17-18, Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar. Orang yang tak berpengalaman mendapat kebodohan, tetapi orang yang bijak bermahkotakan pengetahuan.
Apa yang harus dilakukan agar selalu ada yang namanya SELF CONTROL sehingga membuat kita bisa menjalani hidup dengan penuh Damai Sejahtera?
- Jangan lekas naik darah – ayat 17
Orang yang mudah emosi akan selalu melakukan hal yang bodoh dan pastinya akan berakhir dalam penyesalan. Disetiap Tindakan yang dilakukan jika tidak bisa mengontrol diri dan selalu cepat emosi atau cepat marah, dia akan mengerjakan sesuatu tanpa berpikir jernih. Untuk mencegah hal itu, firman Allah mengatakan bahwa jangan lekas naik darah karena hanya akan merugikan diri sendiri.
Setiap kita pasti pernah mengalami ketidakadilan yang mengecewakan, dan saat kita terluka kita bisa memilih untuk menahan dan menyimpan rasa sakit itu menjadi hal yang pahit dalam diri kita atau mau untuk melepaskannya dan percaya akan pemulihan dari Tuhan.
Seperti yang dilakukan oleh Kain yang membunuh adiknya Habel – Kejadian 4:1-16, karena dia cepat marah kepada Tuhan karena persembahannya yang tidak diterima dan dia melakukan Tindakan tanpa memikirkan akibat dari perbuatannya. Dia harus hidup sebagai orang pelarian yang tidak ada damai Sejahtera. Semua ini akibat dia lekas naik darah dan langsung bertindak tanpa ada pemikiran yang jernih. Begitu juga kita manusia selalu diingatkan untuk bisa mengontrol diri dan tidak lekas marah atau lekas naik karena sesuatu tidak berjalan seperti yang diinginkan dan banyaknya cobaan yang dihadapi. “IF you want to live your best life now, you must be quick to forgive.” Mengampuni akan membawa kehidupan kita jauh lebih baik.
- Mencari pengalaman – ayat 18
Pengalaman adalah kunci dalam hidup. Orang yang memiliki pengalaman tak akan mudah dibodohi. Didalam Ams 14:15 Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya. Jika kita bisa mengontrol diri dan tak ragu untuk melangkah meskipun pernah gagal, kita bisa belajar dari kegagalan itu, karena memiliki pengalaman yang sudah didapatkan. Itulah arti menjalani hidup dengan berhikmat. Jangan sampai kita jatuh akan hal yang sama. Emosi sesaat sangat berbahaya dan bisa menjatuhkan damai yang ada didalam diri. Bisa dikatakan kita adalah orang yang bodoh. Orang yang bisa mengontrol diri selalu bisa belajar dari pengalaman.
Pertanyaannya adalah apakah kita akan tetap marah atas perilaku orang lain dimasa lalu, kita tidak dapat mengubah masa lalu. Tetapi kita dapat mengubah masa depan dengan melepaskan pengampunan dan percaya akan pemulihan dari Tuhan dalam kehidupan kita.
Dengan mengontrol diri akan selalu ada perubahan yang bisa memberkati hidup mu dan orang – orang disekitar mu.
Tuhan Yesus memberkati
LW – SCW