Elohim Ministry youth KASIH YANG KEKAL

KASIH YANG KEKAL



Renungan Harian Youth, Sabtu 07 Februari 2026

https://open.spotify.com/episode/4vVSP5Z3qXJwP9Sp88hVnY?si=epog60fNTPO6BlSCz3U7JQ

Salam Sejahtera dalam kasih tuhan kita Yesus Kristus. Apa kabarnya rekan-rekan youth Elohim? Semoga kita semua sehat dalam lindungan Tuhan.

Ada pepatah mengatakan, kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah. Ini mempunyai makna bahwa seorang ibu yang memberikan cinta dan perlindungannya kepada anaknya. Tapi kasih seorang anak seringkali tidak sebanding dengan kasih seorang ibu.

Kitab mazmurpun menuliskan bahwa sekalipun ayah dan ibuku meninggalkan aku, Tuhan menyambut aku. Disini kita dapat memahami bahwa kasih manusia ada batasannya, namun kasih Tuhan tanpa batas.

Yeremia 31 ; 3,”Dari jauh Tuhan menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.”

Geerhardus J. Vos seorang teolog dari Amerika menuliskan,”Alasan mengapa Tuhan tidak akan pernah berhenti mengasihimu adalah karena Ia tidak pernah memulainya.”

Allah mengasihi kita dengan kasih-Nya yang kekal.

Kasih yang kekal pada Yeremia 31 : 3 menggunakan kata Ibrani (dalam bahasa asli) adalah khesed (hesed) חֶסֶד ; yang menggambarkan kasih setia, kebaikan, loyalitas, dan belas kasihan Allah yang tak berkesudahan serta melampaui kewajiban.

Khesed juga berarti kasih yang melampaui perasaan, melainkan berakar pada tindakan nyata dan kesetiaan yang tak pernah putus. Rabi Simlai dalam Talmud menyatakan bahwa  Taurat dimulai dari khesed dan diakhiri dengankhesed. Ini dapat kita pahami bahwa seluruh taurat dicirikan dengan khesed, misalnya belas kasihan (mercy) dan kasih sayang (compassion).

Khesed juga merujuk kepada hubungan perjanjian Allah dan manusia (covenant relationship) Ratapan 3 : 22-23,” Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” ). Ini juga berarti kasih saying  Tuhan bersifat aktif dalam kehidupan kita.

Beberapa fakta dari kasih Allah yang kekal bagi kita adalah :

1. Kasih yang kekal ada bagi orang-orang yang gagal

Berapa banyak dalam kehidupan kita mengalami kegagalan. Bukan hanya secara jasmani, terkadang secara rohani kita pernah gagal melakukan firman Tuhan. Tokoh-tokoh dalam Alkitab pun pernah mengalami kegagalan-kegagalan dalam kehidupan mereka. Misalnya saja; bangsa Israel yang pernah gagal untuk setia kepada Tuhan. Petrus pernah gagal mengasihi Tuhan, hingga Petrus sempat menyangkal Yesus. Paulus pernah gagal dengan menganiaya orang-orang Kristen pada waktu itu, bahkan Tomas murid Yesus pun pernah gagal dengan meragukan Yesus. Namun ditengah kegagalan – kegagalan manusia, Tuhan datang dengan kasih-Nya yang kekal dan tidak pernah gagal untuk mengasihi kita. Roma 5:8,”akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, Ketika kita masih berdosa.”

2. Kasih yang kekal ada ditengah penderitaan

Kasih Allah yang aktif menjumpai umat-Nya walau dalam penderitaan. Bangsa Israel ada dalam pembuangan di Babel saat Yeremia menuliskan tentang kasih Allah yang kekal, Mereka berada dalam penderitaan dan penganiayaan sebagai tawanan di Babel. Namun disaat-saat mengalami penderitaan, disitulah kasih Tuhan dinyatakan, Rasul Paulus menuliskan dalam kitab Roma, “siapakah yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya atau pedang?” (Roma 8 :35)  Bahkan di aayat ke 38-39 dari kitab roma pasal 8 ini menegaskan bahwa tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah yang ada didalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Rekan-rekan youth yang dikasihi Tuhan, marilah kita mengenal dan memahami kasih Tuhan itu dalam kehidupan kita. Dia Bapa yang baik yang sayang kepada kita, anak-anak-Nya. Kasih manusia ada batasannya, namun kasih Bapa adalah kasih yang kekal dan tidak ada batasannya dalam hidup kita. “Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” (Mazmur 136:1).

Refleksi Renungan

Hari ini kita diajak untuk kembali merenungkan kasih Tuhan yang kekal dalam hidup kita. Kita sering menyadari bahwa kasih manusia terbatas—kadang mengecewakan, berubah, bahkan meninggalkan luka. Namun di tengah kegagalan, kelemahan, dan penderitaan yang kita alami, kita diingatkan bahwa kasih Allah tidak pernah berakhir. Kita belajar bahwa Tuhan mengasihi kita bukan karena kita layak, berhasil, atau setia, melainkan karena kasih-Nya adalah bagian dari siapa Dia. Ketika kita jatuh, kasih-Nya tetap menopang; ketika kita menderita, kasih-Nya tetap menyertai. Mari kita membuka hati untuk percaya sepenuhnya bahwa kita aman di dalam kasih Bapa yang kekal, kasih yang tidak pernah habis dan tidak pernah meninggalkan kita.

Hikmat Hari Ini

Kasih manusia bisa berubah oleh keadaan, tetapi kasih Tuhan tetap setia melampaui kegagalan dan penderitaan.

Tuhan memberkati.

MW – AdS

🔥 ELOHIM YOUTH CELEBRATION 🔥
📅 Sabtu, 07 Februari 2026 | 🕔 Pukul 17.00 WIB
📍 GPdI Elohim Batu

🎯 Tema: “IMPACT OVER IMAGE”

📖 1 Timotius 4:12 “Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan…”

Di era media sosial, hidup sering terasa seperti panggung. Feed harus rapi. Story harus estetik. Image harus kelihatan “oke” atau Hidup demi validasi…. Tapi pertanyaannya: Kita lebih sibuk terlihat baik… atau benar-benar hidup benar? Dunia mengajarkan image is everything. Tapi Tuhan memanggil kita untuk punya impact — hidup yang berdampak dan memuliakan Tuhan, hidup yang jadi teladan dalam perkataan, sikap, kasih, kesetiaan, dan kesucian.

🎉 Ajak temanmu dan jangan lewatkan!
Let’s choose Impact over Image.

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800

Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *