Renungan Harian Anak, Senin 22 Juni 2025
Shalom, Sahabat Elohim Kids! Bagaimana kabar adik-adik hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan penuh semangat dalam Tuhan Yesus! Hari ini, kakak ingin mengajak kalian belajar dari seorang tokoh luar biasa dalam Alkitab, yaitu Stefanus. Dari kisah hidupnya, kita bisa belajar untuk tetap setia dan berkata bahwa Tuhan itu baik, walaupun sedang dalam kesulitan.
Stefanus: Setia Dalam Tekanan
Adik-adik, tahukah kalian siapa Stefanus? Namanya berarti “mahkota”. Ia adalah salah satu orang Kristen pertama yang hidup setelah Tuhan Yesus naik ke surga. Stefanus sangat rajin melayani di gereja dan terkenal karena hatinya yang penuh kasih. Ia dengan senang hati menolong janda-janda dan orang miskin, membagikan makanan, serta mendoakan orang sakit. Dan Tuhan luar biasa! Tuhan menyertai pelayanannya sehingga banyak orang sembuh dan mengalami pertolongan. Banyak yang suka dan mengagumi Stefanus.
Tapi ternyata… tidak semua orang senang. Ada sekelompok pemimpin agama yang iri hati dan merasa tersaingi. Karena itu mereka membuat fitnah, menyebarkan kebohongan, dan menuduh Stefanus menghina Nabi Musa dan Allah. Padahal Stefanus tidak pernah melakukan itu.
Stefanus pun dibawa ke pengadilan agama bernama Mahkamah Sanhedrin. Semua tuduhan itu tidak benar, tapi Stefanus tidak takut. Wajahnya malah bersinar seperti wajah malaikat—karena hatinya tetap percaya dan penuh damai. Di depan banyak orang, Stefanus berani bersaksi tentang Tuhan Yesus dan menyampaikan kebenaran. Tapi orang-orang yang membenci kebenaran menjadi marah besar! Mereka menutupi telinga mereka, berteriak, dan akhirnya menyeret Stefanus keluar kota untuk dilempari batu.

Namun yang luar biasa, saat ia dilempari batu, Stefanus tetap berdoa, “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka.” Ia mengampuni orang-orang yang menyakitinya, dan ia menyerahkan hidupnya kepada Tuhan.
Apa yang Bisa Kita Pelajari? Adik-adik, kisah Stefanus mengajarkan kita beberapa hal penting:
1. Mengikut Tuhan tidak selalu mudah. Kadang kita bisa diejek, dikucilkan, atau bahkan dimusuhi karena memilih hidup benar.
2. Tuhan memberi kekuatan kepada anak-anak-Nya. Stefanus tetap tenang, bersinar, dan penuh kasih karena Roh Kudus menguatkannya.
3. Kita harus tetap berkata “Tuhan itu baik”, meskipun orang lain tidak mengerti atau tidak suka dengan kebaikan yang kita lakukan.
Contoh di Kehidupan Sehari-Hari.. Pernah nggak kamu diejek karena: Tidak mau ikut mencontek? Tidak mau membalas teman yang nakal? Tidak mau berkata kasar? Kalau pernah, jangan menyerah. Ingat Stefanus—dia tetap bertahan karena Tuhan yang menguatkannya.
📖 Ayat Hafalan: “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” (1 Timotius 1:7)
🙌 Komitmenku Hari Ini:
“Aku mau menjadi anak Tuhan yang tetap bertahan dan berkata Tuhan itu baik, walaupun aku mungkin disakiti atau diejek. Aku percaya Tuhan akan menguatkanku.”
🙏 Doa:
Tuhan Yesus yang baik, Terima kasih untuk teladan dari Stefanus. Ajar aku untuk tetap setia, berani, dan mengasihi meskipun aku sedang disakiti atau diperlakukan tidak adil. Aku percaya, Tuhan akan menguatkanku seperti Engkau menguatkan Stefanus.
Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, Amin.
Adik-adik hari ini kita belajar “Stefanus tetap bertahan karena Tuhan menguatkannya. Kita juga bisa bertahan dalam kesulitan, karena Tuhan selalu bersama kita.”
Jangan takut berbuat baik, jangan takut berkata benar, karena Tuhan selalu memberikan kekuatan kepada anak-anak-Nya!
Tuhan Yesus memberkati, Elohim Kids! 🌟✝️
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan