Renungan Harian Youth, Jumat 22 Desember 2023
Syalom rekan-rekan Youth semuanya .. Tema renungan kita hari ini relate banget sama tanggal Istimewa hari ini yaitu 22 Desember yang kita peringati sebagai hari Ibu
Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa,
hanya memberi tak harap kembali bagai sang surya menyinari dunia.
Itulah sepenggal lagu masa kecil yang sangat sering kita nyanyikan, apakah kita masih ingat lagu penuh makna tersebut? Benar, di dalam lagi ini terkandung makna yang sangat dalam, Pepatah ini menggambarkan betapa besar kasih ibu yang tiada terbatas dan akhir, laksana jalan yang tak ada ujungnya. Berbeda dengan kasih anak yang hanya diibaratkan seperti galah saja. Bahwa ibu, mama, atau bunda kita selalu memberi kasih yang tak terhingga. Mulai dari ketika kita masih berada di dalam kandungan hingga dewasa, ibu selalu memberikan kasih-Nya.
Peringatan Hari Ibu adalah momentum untuk menghargai peran ibu dalam keluarga dan masyarakat.
Ibu adalah sosok yang memberikan kasih sayang, pengorbanan, dan bimbingan bagi anak-anaknya. Mereka juga berperan penting dalam memajukan keluarga dan masyarakat.
Di dalam Alkitab, ada banyak kisah tentang wanita yang memiliki peran penting. Misalnya, Maria, ibu Yesus, yang berperan dalam kelahiran Juru Selamat. Selain itu, ada juga Ester, yang menyelamatkan bangsanya dari kehancuran. Jika kita membaca kita Raja-Raja dan Tawarikh, seorang ibu sangat berperan untuk mengajarkan Iman dan takut akan Tuhan, dalam setiap keterang dari seorang Raja disana juga disebutkan nama ibunya. Hal ini menggambarkan kehadiran seorang ibu memberikan dampak yang sangat penting. Peran ibu tidak hanya sebagai sosok yang melahirkan, tetapi juga sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan bagi anak-anaknya. Ibu juga berperan penting dalam perkembangan kerohanian anak-anaknya. Mereka mengajarkan anak-anaknya tentang Allah dan Iman kepada-Nya.
Memang Ibu kita bukanlah Wanita yang sempurna, namun percayalah Kasih seorang ibu adalah kasih yang tidak bersyarat, dalam dunia ini banyak cinta dan kasih yang bersyarat namun seorang ibu kasihnya tidak pernah menuntut syarat. Beliau sudah mengasihi kita bahkan ketika kita masih ada didalam kandungannya.
Ibu selalu memberikan apa yang kita butuhkan mulai dari asupan gizi, cara belajar dan melangkah, hingga pelajaran etika dan moral yang penting untuk mengarungi kehidupan.
Suatu kali, seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur. Kemudian dia menghulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu. si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang dihulurkan oleh si anak dan membacanya.
Ongkos upah membantu ibu: Membantu pergi ke warung : Rp20.000; Menjaga adik : Rp20.000; Membuang sampah : Rp5.000; Membereskan tempat tidur : Rp10.000; menyiram bunga : Rp15.000 dan Menyapu halaman : Rp15.000 jadi totalnya sejumlah : Rp85.000
Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar. Si ibu mengambil pena dan menulis sesuatu dibelakang kertas yang sama.
- Ongkos mengandungmu selama 9 bulan – GRATIS
- Ongkos berjaga malam karena menjagamu pada waktu sakit – GRATIS
- Ongkos air mata yang menetes karenamu – GRATIS
- Ongkos khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu – GRATIS
- Ongkos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu – GRATIS
- Ongkos mencuci pakaian, gelas, piring dan keperluanmu – GRATIS
Jumlah keseluruhan nilai kasihku – GRATIS
Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, “Saya Sayang Ibu”. Kemudian si anak mengambil pena dan menulis sesuatu didepan surat yang ditulisnya: “Telah Dibayar” . Hal ini seringkali terjadi kalau kita mau mengakuinya dengan jujur. Sementara ibu kita mengasihi kita tanpa syarat dan tuntutan; kita, sang anak, malah seringkali terlalu menuntut dengan ibu kita. Kasih kita seringkali menjadi bersyarat.
Perintah untuk menghormati orang Tua kita dengan jelas dilantangkan oleh ALkitab, Keluaran 20:21, “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.”
Lalu, bagaimana kalau ibuku bukanlah orang tua yang benar-benar baik??? Kalaupun orang tua kita bukanlah orang tua yang baik seperti yang seharusnya, hal ini juga tidak membuat kita menjadi diperbolehkan untuk tidak mentaati dan menghormatinya. Mentaati dan menghormati orang tua adalah perintah Tuhan yang harus kita jalankan dalam segala kondisi. Ini adalah PERINTAH Tuhan yang harus dilakukan.
Menghormati orang tua bukanlah soal apa yang mereka sudah lakukan, perbuat atau berikan kepada kita. Ketika kita menghormati orang tua sebenarnya kita sedang menghormati peran yang TUHAN berikan kepada mereka, yang olehnya kita sebagai anak boleh hadir dan ada dalam dunia ini. Jika ini merupakan sebuah perintah yang penting dan memberikan berkat yang luar biasa bagi kita karena menghormati dan menaati orang tua, mengapa kita tidak mau melakukannya???
Selama masih diberikan kesempatkan Engkau bertemu dengan Ibumu, peluklah dan ucapkanlah terima kasih atas segala cinta yang besar dan tidak terukur dalam kehidupan kita. Jadilah anak yang membanggakan orang tuamu.
Tuhan Yesus memberkati
YNP – TVP