Renungan harian Anak, 24 November 2025
Shalom, adik-adik Elohim Kids! Apa kabar hari ini? Kakak berharap semuanya dalam keadaan sehat, ceria, dan semangat belajar firman Tuhan ya! Hari ini kita mau belajar tentang sesuatu yang luar biasa — tentang betapa besarnya kasih Tuhan yang tidak terbatas dan selalu tersedia bagi semua orang. Yuk, siapkan hati dan pikiran kita untuk mendengarkan renungan hari ini!
Adik-adik, apakah kalian pernah merasa tidak adil ketika seseorang yang nakal malah dimaafkan? Atau mungkin kalian pernah merasa iri karena teman yang sering membuat kesalahan malah tetap disayang oleh guru atau orang tua? Nah, perasaan seperti itu juga pernah dialami oleh nabi Yunus!
Suatu hari, seorang anak bernama Dika merasa kesal di sekolah. Temannya, Rafi, sering sekali berbuat nakal dan mengganggu teman-teman. Tapi ketika Rafi meminta maaf, guru mereka malah memeluknya dan berkata, “Aku maafkan kamu, Rafi. Aku tahu kamu bisa berubah.” Dika merasa tidak terima dan bergumam, “Kok Rafi dimaafkan sih? Dia kan sering nakal!” Namun malamnya, Dika teringat bahwa dirinya pun pernah membuat kesalahan dan pernah juga dimaafkan oleh orang tuanya. Ia pun sadar, kalau Tuhan Yesus juga sudah mengampuni dia berkali-kali. Akhirnya, Dika belajar bahwa kasih Tuhan itu besar dan tidak pilih-pilih orang — sama seperti guru yang tetap mengasihi Rafi walaupun dia pernah salah. Nah, kisah Dika ini mirip sekali dengan Yunus. Tuhan mau menunjukkan kepada Yunus (dan juga kita semua) bahwa kasih-Nya jauh lebih besar daripada kemarahan atau perasaan iri manusia.
📖 Yunus 4:1–11. Yunus adalah nabi Tuhan yang diutus untuk menyampaikan pesan pertobatan kepada orang-orang di kota Niniwe. Tapi setelah mereka bertobat dan Tuhan mengampuni mereka, Yunus malah marah dan kecewa. Ia merasa orang-orang Niniwe tidak pantas menerima kasih Tuhan karena mereka dulu sangat jahat. Tapi apa yang terjadi selanjutnya? Yuk, kita simak bersama!

Adik-adik, dari kisah Yunus kita belajar bahwa kasih Tuhan tidak terbatas dan tidak pilih-pilih. Tuhan tidak hanya mengasihi orang baik, tapi juga orang yang pernah berbuat salah — asal mereka mau bertobat dan berubah. Tuhan memakai pohon jarak untuk menegur Yunus. Pohon itu tumbuh dengan cepat dan membuat Yunus senang karena bisa berteduh dari panas. Tapi keesokan harinya, Tuhan membuat pohon itu layu, dan Yunus marah besar lagi. Lalu Tuhan berkata, “Jika kamu saja peduli pada pohon yang kamu tidak tanam, apakah Aku tidak boleh mengasihi ribuan orang di Niniwe yang bertobat?”

Melalui hal ini, Tuhan mengingatkan kita bahwa kasih-Nya jauh lebih besar dari yang bisa kita pahami. Tuhan tidak ingin kita iri hati atau marah karena orang lain diberkati atau diampuni. Sebaliknya, Tuhan ingin kita bersyukur karena kasih itu juga berlaku bagi kita semua!
Yuk, adik-adik, kita belajar dari kisah Yunus hari ini dengan beberapa langkah sederhana:
- Belajarlah untuk tidak iri hati. Kalau temanmu dimaafkan atau diberkati, ikutlah bersyukur.
- Maafkan orang lain. Seperti Tuhan yang selalu memberi kesempatan kedua, kita pun harus mau mengampuni.
- Bersyukur setiap hari. Ingat, Tuhan juga sudah banyak mengampuni dan memberkati kamu.
- Lihat orang lain dengan kasih. Jangan cepat menilai seseorang dari kesalahannya, tapi lihat hatinya seperti Tuhan melihat kita.
Adik-adik, kasih Tuhan sangat besar — lebih tinggi dari langit dan lebih dalam dari lautan! Ia mengasihi semua orang, termasuk yang pernah berbuat salah, karena Tuhan melihat hati yang mau berubah. Jangan seperti Yunus yang marah saat Tuhan mengasihi orang lain. Mari kita belajar bersyukur, karena kasih yang besar itu juga diberikan Tuhan kepada kita.
📜 Ayat Hafalan
📖 Mazmur 103:8 “Tuhan adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.”
🙏 Komitmenku Hari Ini
Tuhan Yesus, aku mau belajar untuk selalu bersyukur atas kasih-Mu yang besar. Aku tidak mau iri hati atau marah jika Engkau memberkati orang lain. Aku mau belajar untuk mengasihi dan mengampuni seperti Engkau mengasihi aku.
🌺 Doa Penutup
Tuhan Yesus yang penuh kasih, terima kasih karena Engkau sudah begitu baik kepada kami. Engkau tidak pernah membeda-bedakan siapa pun dan selalu memberikan kesempatan bagi yang mau bertobat. Tolong kami untuk memiliki hati yang penuh kasih dan tidak iri kepada siapa pun. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa, amin.
🌻 Hikmat Hari Ini
“Kasih Tuhan tidak pernah habis, selalu cukup untuk semua orang — termasuk untukmu!”
ElKids 231125 – SP
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan