Renungan harian Anak, Selasa 26 November 2024
Syalom, adik-adik Elohim Kids!
Bagaimana kabar kalian hari ini? Kakak harap semuanya sehat dan penuh sukacita. Sebelum kita memulai aktivitas, yuk kita renungkan firman Tuhan tentang “Tepati Janjimu.”
Adik-adik, apakah kalian pernah melihat langit mendung? Apalagi sekarang musim Hujan … tetapi tenyata walaupun mendung sangat gelap tetapi hujan tidak jadi turun. Seperti kisah Joni dan Agus berikut ….
“Ayo, cepat pulang, nanti keburu hujan!” ajak Joni sambil menarik lengan Agus. Siang itu langit tampak sangat gelap, dan angin bertiup cukup kencang, membuat suasana terasa mendung dan dingin. Joni dan Agus baru saja selesai sekolah dan berjalan cepat-cepat menuju rumah masing-masing. “Wah, kalau hujan turun, pasti deras banget!” kata Agus sambil mempercepat langkahnya. “Iya, lihat saja itu awan, gelap sekali!” sahut Joni sambil menunjuk ke arah langit.
Namun, tidak lama kemudian, angin kencang mulai meniup awan gelap itu perlahan. Matahari yang tadinya tertutup awan kembali bersinar terang. Langit mulai cerah kembali. “Wah, sepertinya hujan nggak jadi turun nih!” kata Joni sambil tertawa lega. “Benar, Joni. Ternyata mendung itu nggak selalu berarti akan hujan ya!” jawab Agus dengan senyuman lebar. Dengan perasaan riang, mereka pun melanjutkan perjalanan pulang ke rumah masing-masing.

Seperti cerita Joni dan Agus? Ketika langit gelap, angin bertiup kencang, biasanya kita berpikir hujan akan turun deras. Tapi, ternyata tidak selalu begitu, ya. Langit mendung tidak selalu berarti hujan akan turun. Alkitab menggambarkan orang yang sombong itu digambarkan seperti awan dan angin tanpa hujan. Apa maksudnya? Orang yang sombong sering berbicara besar dan berjanji ini itu, tetapi sayangnya, mereka tidak menepati janjinya. Pernahkah kalian bertemu dengan orang seperti ini? Atau mungkin kalian sendiri pernah membuat janji tapi lupa menepatinya?
Adik-adik, ketika kita mengucapkan janji, itu bukan hal yang main-main. Janji adalah sesuatu yang penting karena menunjukkan bahwa kita bisa dipercaya. Jika kita sering membuat janji tetapi tidak menepatinya, lama-kelamaan orang tidak akan mempercayai kita lagi. Contohnya, misalkan kalian berjanji kepada teman untuk membawakan buku yang mereka butuhkan, tetapi kalian lupa atau malas membawanya. Teman kalian pasti kecewa, bukan? Janji yang tidak ditepati akan membuat orang lain sedih dan merasa tidak dihargai.
Belajar dari Tuhan yang Selalu Menepati Janji-Nya
Adik-adik, Tuhan kita adalah Tuhan yang selalu menepati janji-Nya. Dia tidak pernah lalai dengan apa yang sudah dijanjikan-Nya. Contohnya, Tuhan berjanji kepada Abraham bahwa keturunannya akan sebanyak bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut. Meskipun Abraham harus menunggu lama, Tuhan tetap menepati janji-Nya. Dari sini kita belajar bahwa menepati janji itu penting, karena Tuhan sendiri adalah Allah yang setia pada janji-Nya. Kita sebagai anak-anak Tuhan harus mencontoh teladan-Nya, yaitu menjadi anak-anak yang dapat dipercaya dan selalu menepati apa yang kita ucapkan.
Ingatlah untuk Berhati-hatilah dengan Perkataanmu
Adik-adik, selain belajar menepati janji, kita juga harus berhati-hati dalam mengucapkan janji. Jangan mudah berjanji jika kita belum yakin bisa menepatinya. Jika kita terlalu sering mengumbar janji tetapi tidak melaksanakannya, kita akan menjadi seperti “awan dan angin tanpa hujan.” Orang lain akan sulit mempercayai kita lagi. Jadi, sebelum berjanji, pikirkan baik-baik. Jika sudah berjanji, usahakan untuk menepatinya, meskipun sulit. Tuhan melihat usaha kita dan pasti akan menolong kita untuk melaksanakan apa yang sudah kita janjikan.
Ayat Hafalan:
Amsal 25:14, “Awan dan angin tanpa hujan, demikianlah orang yang menyombongkan diri dengan hadiah yang tidak pernah diberikannya.”
Komitmen Hari Ini:
Aku mau belajar untuk selalu menepati setiap janjiku dan berhati-hati sebelum mengucapkannya.
YNP – KCP