Renungan Harian Senin, 19 Juni 2023
Syalom bapak ibu saudara yang dikasihi oleh Tuhan, Mengikuti pepatah tiongkok yang berbunyi dibalik pria yang sukses terdapat wanita yang hebat. Dan pepatah ini benar adanya dan tidak terbantahkan.
“Peran wanita bukan dibelakang pria hebat tetapi berada disampingnya” Tarik Ramadhan.
Contoh dari pernyataan ini relevan dengan kisah Asnat, tokoh yang tidak banyak dibicarakan, Karakter yang minor tidak terlalu menonjol dalam kisah Yusuf namun bersama-sama dengan Yusuf dia merengkuh keberhasilan dan berjuang meraih kesuksesan
Nama Asnat muncul 3x dalam KITAB KEJADIAN
- 41:45 Lalu Firaun menamai Yusuf: Zafnat-Paaneah, serta memberikan Asnat, anak Potifera, imam di On, kepadanya menjadi isterinya. Demikianlah Yusuf muncul sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir.
- 41:50 Sebelum datang tahun kelaparan itu, lahirlah bagi Yusuf dua orang anak laki-laki, yang dilahirkan oleh Asnat, anak Potifera, imam di On.
- 46:20 Bagi Yusuf lahir Manasye dan Efraim di tanah Mesir, yang dilahirkan baginya oleh Asnat, anak perempuan Potifera, imam di On
Yusuf dan Asnat hidup sekitar tahun 1871 SM di sebuah kota yang disebut dengan nama ON (Kota Pillar) nama lain dari kota ini adalah Heliopolis,sekitar 16.5 km di Timur Laut kota Kairo
Asnat adalah putri dari Potifera, seorang imam yang melayani di kuil “RA” – dewa sesembahan orang Mesir Kuno dan Menurut tradisi Yahudi Kuno, sebagaimana tertulis dalam sebuah Kitab yang berjudul Yusuf dan Asnat (abad 1 SM- abad 1 TM), Asnat berpaling dari keyakinan lamanya: dari penyembah RA menjadi penyembah Allah Abraham, Ishak dan Yakub
Peran Asnat dalam Kehidupan Yusuf
ASNAT MENJADI MITRA KERJA ALLAH UNTUK MEMULIHKAN YUSUF DARI “LUKA” MASA LALUNYA (KEJADIAN 41:51)
Yusuf memberi nama Manasye kepada anak sulungnya itu, sebab katanya: “Allah telah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah bapaku.”,
Ketika kita mengerti latar belakang sejarah kehidupan orang-orang Israel dan Mesir Kuno, kita bisa memahami sesungguhnya terdapat perbedaan budaya yang luar biasa diantara kehidupan Yusuf dan Asnat.
Yusuf memiliki latar Budaya Patriakis dimana Hak Perempuan tidak diakui dan hidup dalam Keluarga Besar namun sebaliknya Asnat hidup dalam Budaya Kesetaraan terhadap perempuan dan Hidup Dalam Keluarga tidak terlalu besar, Namun Terlepas dari jurang budaya yang mengangga lebar ini Asnat merelakan dirinya dipakai oleh Allah untuk memulihkan Yusuf, belahan jiwanya, dari luka masa lalu yang begitu parah.
Yusuf memiliki masa lalu yang kelam: dikhianati dan dijual oleh orang-orang terkasih yang tinggal dan makan semeja dengan dirinyadifitnah dan dijebloskan dalam penjara oleh keluarga orang yang kepadanya dia bekerja dan melayani dengan sepenuh hatidilupakan begitu saja oleh orang yang ditolongnya lolos dari jerat maut dan mendapatkan promosi (Kepala Juru Minuman Raja)
Asnat menjadi saluran “healing love” Allah dalam kehidupan Yusuf yang penuh dengan luka-luka masa lalu
“Kasih dapat membuat kehidupanmu layak untuk dihidupi; Kasih dapat menciptakan senyum pada wajahmu, yang bahkan tak bisa dihapus oleh waktu yang paling kelam ”- JEREMIAH A. WRIGHT
Kasih yang memulihkan (Healing Love) hanya mungkin terjadi ketika kita menolak menjadi “center” ; ketika kita rela mempersembahkan diri kita untuk menjadi “healing agent” Tuhan bagi pribadi-pribadi yang lain
Mari teladani peran Asnat yang menjadi agen kasih yang memulihkan dimana kita hidup memuliakan Allah dan juga menjadi berkat bagi sesama manusia tentunya bukan diri sendiri sebagai pusat tapi orang lain.
ASNAT MENJADI MITRA KERJA ALLAH UNTUK MEMBUKA MATA YUSUF BAGAIMANA ALLAH DAPAT MEMBERIKAN KEJAYAAN DI TENGAH-TENGAH LEMBAH KESUKARAN (KEJADIAN 41:52)
“Allah tidak harus mengubah posisimu untuk mengubah kondisimu, Dia dapat memberimu kemenangan dalam lembah -dalam negeri kesengsaraanmu.”-JEREMIAH A. WRIGHT
Mari menjadi pribadi yang saling menanggung beban bersama dan sama-sama berjuang dalam lembah kesukaran atau negri kesengsaraan serta meyakini Tuhan mengubah kondisi kita dimulai dari cara pandang hingga kondisi hidup kita.
Mari menjadi Asnat-Asnat masa kini yang menjalankan fungsi sebagai saluran kasih Allah dimanapun kita berada. Pribadi yang sanggup membuat perbedaan
Rangkuman Khotbah
Pdt. Gani Wiyono