Renungan Harian Youth, Selasa 20 Juni 2023
Pada abad 3 Sebelum masehi, sekitar Tahun 250 SM … di kota Sirakusa, Sisilia (sekarang bagian dari Italia) Seorang Ilmuwan bernama Archimedes menemukan hukum Archimedes yang cara mengukur berat benda dalam bentuk sembarang. Saat dia berendam dalam bak mandi dan melihat air yang tumpah. Dan penemuannya menjadi dasar tentang konsep volume dan massa benda yang masih digunakan sampai sekarang. Yang menarik adalah, ketika Archimedes berhasil menemukan teori ini ada sebuah teriakan yang dia lantangkan yaitu “Eurika” yang dalam Bahasa Yunani Kuno artinya “Aku menemukannya” dan kata ini dipakai untuk menjadi simbol kegembiraan dan pencapaian yang muncul ketika kita menemukan atau mencapai sesuatu yang diinginkan atau mencapai titik terang dalam pemecahan masalah.
Dalam kehidupan kerohanian kita … Kata “Eureka” atau “Aku menemukannya” – pengenalan akan Tuhan adalah sebuah momen yang penting dalam kehidupan kita. Dalam Iman kekristenan Pengenalan akan Tuhan bukanlah hanya sekedar sebuah teori agama namun sebuah pengalaman pribadi kita dengan Tuhan. Pengalaman bersama dengan Tuhan adalah hal yang penting bagi kehidupan kita. Kalau boleh dikatakan pengalaman bersama dengan Tuhan adalah harta yang tidak bisa diambil dari kehidupan kita.
Siapapun boleh berpendapat tentang kebenaran Iman Kristiani, namun tidak seorangpun bisa mengubah “Pengalaman Pribadi” seseorang bersama dengan Tuhan.
Pengalaman Kasih dan Kuasa bersama Tuhan Yesus akan membuat seseorang tidak akan menukarkan imannya demi apapun, karena dia mengenal secara Pribadi. Memang kita tidak membangun dasar Iman kita diatas pengalaman-pengalaman tetapi diatas fondasi Firman Tuhan, namun pengalaman itu akan memberi nilai kehidupan dari setiap Iman yang kita percayai.
Dalam Yohanes 9:15-34, Setelah orang buta tersebut disembuhkan oleh Tuhan Yesus, singkat cerita terjadi perdebatan antara Orang-orang Farisi yang tidak percaya, orang tua dari orang buta ini dan orang buta yang disembuhkan. Orang Farisi berusaha menyangkali apa yang Yesus telah lakukan kepada orang buta ini dan mereka mempertanyakan siapakah Yesus. Bahkan mereka menekan orang tua dan orang buta ini dengan pendapat-pendapat mereka. Bahkan di ayat 35 dinyatakan bahwa dia diusir keluar kota. Namun ada sebuah pernyataan yang menarik darinya
Yohanes 9:25 Jawabnya: “Apakah orang itu orang berdosa, aku tidak tahu; tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat.
Walaupun dia menghadapi tantangan yang berat, desakan argument dari ahli-ahli taurat, penolakan dari orang-orang disekitarnya NAMUN DIA TETAP MAU PERCAYA KEPADA YESUS … “Satu hal yang aku tahu” ini adalah pengalaman pribadi yang tidak bisa diubahkan oleh argumen apapun.
Kisah ini berlanjut, Tuhan Yesus menemui orang buta ini…
Yohanes 9:35-38 Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: “Percayakah engkau kepada Anak Manusia?”, Jawabnya: “Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya.” Kata Yesus kepadanya: “Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!” Katanya: “Aku percaya, Tuhan!” Lalu ia sujud menyembah-Nya.
Imannya begitu teguh walaupun dia menghadapi tantangan yang berat, mengapa karena Dia mengalami Tuhan Secara pribadi.
Adakah engkau mengalami dan mengenal Tuhan Yesus secara pribadi?
Sehingga kesaksian itu bukan hanya kata orang saja tetapi juga kesaksianmu secara pribadi bagaimana Tuhan berkarya dalam hidupmu. Kabar baiknya adalah TUHAN YESUS MENUNGGU kita semua untuk membuka hati dan kehidupan kita untuk mau mengalamiNya secara pribadi.
Melewati masa-masa yang berat dalam kehidupannya, Ayub bertemu dengan Tuhan dan hal ini membuat Ayub menjadi pribadi yang semakin mengenal Allah. Ayub dengan tegas mengatakan
Ayub 42:1-2 Maka jawab Ayub kepada TUHAN: “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Ayat 5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
Ada momen Eureka – Aku telah menemukannya … ini adalah kesaksian yang hidup bahwa kita telah mengalami Tuhan secara pribadi.
Wahyu 3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.
Mari kita mau untuk mengalami Tuhan secara pribadi … Perjumpaan pribadi kita dengan Tuhan adalah momen yang penting dalam kehidupan kita, pengalaman itu akan memberi nilai kehidupan dari setiap Iman yang kita percayai akan Tuhan Yesus. pengalaman bersama dengan Tuhan adalah hal yang penting bagi kehidupan kita. Kalau boleh dikatakan pengalaman bersama dengan Tuhan adalah harta yang tidak bisa diambil dari kehidupan kita.
Siapapun boleh berpendapat tentang kebenaran Iman Kristiani, namun tidak seorangpun bisa mengubah “Pengalaman Pribadi” kita bersama dengan Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati
YNP – DOT