Renungan Harian Youth, Selasa 24 Januari 2023
Syalom rekan-rekan Youth semuanya. Bagaimana kabar hari ini? Saya percaya bahwa kita ada sampai hari ini semua hanya karena kemurahan Tuhan saja.
Ada sebuah cerita seorang raja yang merasa bingung melihat burung elang peliharaannya. Burung elang itu tidak mau terbang tinggi, serta hanya suka bertengger dan berjalan-jalan didahan sebuah pohon besar, dikebun istana raja. Penasaran, raja memanggil seorang ahli dalam melatih burung elang. Ia ingin elang peliharaannya itu dapat terbang tinggi. Dan ternyata dalam waktu beberapa menit saja, sang pelatih sudah dapat membuat elang tersebut terbang tinggi. Dengan kagum raja bertanya kepadanya, “Bagaimana caranya kamu dapat membuat elang itu dapat terbang? Dengan cepat si pelatih menjawab “Sederhana saja Paduka raja, saya memotong dahan pohon yang selama ini menjadi tempat burung elang itu terbiasa bertengger dengan nyaman.
Rekan-rekan musuh dari kemajuan adalah kenyamanan. Sebagian orang mungkin berkata, bukankah kita perlu merasa nyaman didalam hidup ini? Sebenarnya pendapat ini tidaklah sepenuhnya salah, namun jika kita membiasakan diri mengejar kenyamanan, maka kita akan terjebak didalam zona nyaman yang kita ciptakan, dan kita tidak akan dapat maju dan berkembang.
Zona nyaman dapat membuat kita tidak produktif lagi, dan jika kita terjebak pada hal ini, maka kehidupan kita akan mengalami kemunduran.
Seorang pakar mendefinisikan zona nyaman sebagai aktivitas mental di mana seseorang menjaga dirinya dari rasa cemas dengan menggunakan perilaku-perilaku untuk menciptakan performa yang lebih stabil dan minim resiko. Secara sederhana hal ini merujuk pada sebuah situasi di mana seseorang merasa puas dengan pencapaian hidupnya misalnya studi, pekerjaan, materi, hubungan, dll. Setiap kita memiliki zona nyaman kita masing-masing dan tidak ada ukuran yang sama untuk diterapkan kepada tiap-tiap orang.
Zona nyaman terbentuk karena rutinitas yang dilakukan dalam jangka waktu yang lama, ketakutan terhadap pengalaman dan tantangan yang baru, keengganan menempuh resiko, dll.
Dan hal ini terjadi didalam kehidupan Abraham, dimana imannya ditantang untuk keluar dari zona nyamannya, yaitu Ur-Kasdim. Abraham adalah orang yang kaya raya, pada waktu itu keluarganya adalah orqang yang paling berkuasa pada waktu itu. Namun Allah memanggil dia keluar dari negerinya, menuju ke tempat yang belum pasti kemana dia akan pergi, dan bahkan ketika dia dipanggil keluar dari negerinya, Abraham tidak membawa harta benda yang berharga yang dia miliki pada waktu itu.
Kejadian 12:1, Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
Meskipun ada banyak hal yang masih belum diketahui oleh Abraham, namun Allah memiliki rencana yang lebih besar dari segala ketakutan dan kekuatirannya.
” Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat”
Abraham mengambil Langkah iman yang luarbiasa pada waktu itu, meskipun Allah belum memberikan perintah yang lebih spesifik kemana tempat yang dia tuju, namun dia percaya bahwa rancangan Allah dalam hidupnya dan rencana Allah dalam hidupnya akan terjadi. Allah ingin Abraham bukan hanya dikenal sebagai orang kaya saja, namun Allah ingin agar Abraham dikenal sebagai bapa orang beriman, yang percaya kepada Allah sepenuhnya.
Dan hari ini Tuhan juga mau agar kita keluar dari zona nyaman. Mari kita periksa hati dan diri kita masinig-masing, hal hal apa saja yang sering membuat kita berada di zona nyaman dan membuat hubungan kita dengan Tuhan semakin jauh, dan mari kita berusaha berbalik lagi kepada Tuhan.
Rekan-rekan, milikilah keberanian untuk keluar dari zona nyaman kita masing-masing. Penuhilah panggilan Allah didalam kehidupanmu dan ambil Langkah iman. Meskipun didalam perjalanan iman kita nanti kita belum diberitahu secara pasti oleh ALLAH kemana tujuan,
tapi tetaplah percaya kepada rancanganNya, sebab rancangan Allah tidak pernah gagal didalam kehidupan kita.
Apa yang harus kita lakukan ketika Tuhan memerintahkan kita keluar dari zona nyaman kita?
- Percaya kepada Allah sepenuhnya, Dia yang memerintahkan, Dia yang akan memelihara kehidupan kita
- Buka wawasan kita, jangan focus pada ketidak tahuan yang membuat kita takut. Belajarlah untuk membuka diri dan belajar.
- Jangan sayangkan keadaan kita saat ini. Jangan sampai segala prestasi, kelimpahan, kedudukan kita yang berharga saat ini membuat kita berjalan di tempat dan membatasi diri kita untuk berkembang.
Kiranya Tuhan akan menolong dan memperlengkapi kehidupan kita semuanya
TUHAN YESUS MEMBERKATI
YG – DOT