Elohim Ministry youth KEMBALI KE TITIK AWAL

KEMBALI KE TITIK AWAL



Renungan Harian Youth, Sabtu 12 Oktober 2024

Markus 1:4, demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu.”

Shalom, salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Apa kabarnya hari ini, rekan-rekan youth Elohim? Dalam karya tulisnya, Orthodoxy, G.K. Chesterton bercerita bagaimana ia meninggalkan apa yang dianggapnya sebagai iman kristiani, tetapi di kemudian hari ia justru menemukan iman kristiani yang sejati. Untuk mengilustrasikan perjalanan rohaninya, Chesterton menguraikan situasi yang tidak masuk akal mengenai seseorang yang menancapkan bendera Kerajaan Inggris di sebuah pulau asing, namun kemudian menyadari bahwa tempat itu tak lain adalah pantai Inggris. Dibesarkan di sebuah gereja yang tidak bertumbuh, Chesterton meninggalkan imannya. Namun kemudian ia mulai meragukan ide-ide nya yang ateis yang telah membuatnya tidak percaya kepada Tuhan. Lalu ia pun menemukan kebenaran yang dulu terabaikan olehnya. “Negara baru” yang ia maksdkan itu tidak lain adalah rumahnya sendiri.

Dalam Markus 1:4 mengatakan, demikianlah Yohanes pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan : “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu.”. Yohanes pembaptis tampil di padang gurun dan berseru-seru memberitakan pertobatan dan pengampunan dosa. Kata “tobat” dalam Bahasa Yunani dipakai kata “metanoia” yang berarti: “Berpikir secara berbeda, mempertimbangkan ulang, berubah sudut pandang, menyesali pikiran atau cara pandang dan cara hidup yang sebelumnya.”

Yesus sendiri pernah bercerita tentang seorang pemuda yang meninggalkan rumah, namun kemudian ia menyadari bahwa ternyata rumahnya bernilai. Dalam perumpamaan tentang anak yang hilang, dalam Lukas 15:11-32; si bungsu meminta bagian dari harta bapanya. Ketika berkelana jauh dari rumah, ia terus berfoya-foya. Namun gaya hidupnya yang foya-foya itu justru menjeratnya, sehingga ia jatuh miskin dan melarat. Lalu dia menyadari keadaannya, bahwa dia telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa. Ia bangkit dan akhirnya ia pulang dan mengaku dosanya. Berbagai konsekuensi hidup yang menyakitkan telah memaksanya untuk kembali kepada seorang bapa yang penuh kasih. Ketika ia Kembali kepada bapa-nya, ia mendapatkan Kembali apa yang memang seharusnya ia miliki sebagai anak.

Kerap kali kita pun merasakan kecenderungan untuk menyimpang dari Pribadi yang telah menebus kita. Bapa kita yang penuh kasih saat ini sedang memerhatikan dan menantikan kita kembali kepada-Nya. Tuhan ingin kita hidup tidak bercela dihadapan-nya.

Kadang kita berpikir apa yang kita lakukan itu sudah benar, namun kita perlu cek dan evaluasi diri kita masing-masing. Apakah kita benar-benar bertobat, kembali kepada Allah yang hidup. Tuhan kita adalah Allah yang cemburu, jadi jangan ada Allah lain di hati kita masing-masing. Seperti halnya bangsa Isrel ketika ada di padang gurun.   Mereka sebenarnya sudah melihat kasih dan penyertaan Allah dalam kehidupan mereka di padang gurun, namun pemberontakan, keras kepala, tegar tengkuk, yang akhirnya berujung kepada dosa terus mereka lakukan sehingga menyakiti hati Tuhan.

Tanpa pertobatan, manusia tidak akan layak dihadapan Tuhan dan mustahil kita berjalan Bersama-sama dengan dia.

Manusia bisa memiliki dunia ini dan segala isinya, tetapi apa guna semuanya itu tanpa keselamatan dari Tuhan? Pertobatan bukan hanya rajin ke gereja. Pertobatan bukan rajin kebaktian dan ikut kegiatan rohani, pertobatan bukan soal event ataupun pelayanan, dan bertobat bukan hanya waktu natal atau paskah saja, bertobat bukan hanya seminggu sekali, tetapi bertobat harus setiap hari. Karena bertobat adalah merubah pikiran kita dari pikiran dunia kepada pikiran Kristus. Dan ukuran pertobatan tersebut dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Rekan-rekan youth yang dikasi Tuhan, mari kembali ke titik awal, ditengah-tengah kesalahan kita, Allah memberikan anugrah-Nya yang terbesar.

Tuhan memberkati

MW – AdS

PENGUMUMAN

Mengundang rekan-rekan semuanya untuk bisa hadir dalam Youth ang akan diadakan pada hari SABTU, 12 Oktober 2024 jam 17.00 di Gedung Gereja Elohim Batu

Tema youth celebration kita sore ini adalah – JANGAN KHAWATIR

Dalam hidup ini, banyak hal yang dapat membuat kita merasa cemas dan khawatir, mulai dari masa depan, hubungan, hingga tekanan dari berbagai sisi. Namun, dalam Filipi 4:1-9, Tuhan mengingatkan kita untuk tidak membiarkan kekhawatiran menguasai hidup kita, tetapi mengajarkan kita untuk berdoa dan bersyukur dalam setiap keadaan. Ketika kita menyerahkan kekhawatiran kita kepada Tuhan, Dia menjanjikan damai sejahtera yang melebihi segala akal kita. Kita juga diajarkan bagaimana cara untuk mengandalkan Tuhan dalam menghadapi setiap tantangan, dan merasakan pengharapan serta kekuatan yang datang dari Tuhan. Yuk datang semuanya ya … jangan lupa ajak rekan-rekan kita yang lain ya…

Dan jangan lupa Ibadah besok jam 06.00 WIB serta Sekolah minggu jam 08.00 di GPdI Elohim Batu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *