Elohim Ministry umum Konflik Tidak Selalu Berakhir Negatif

Konflik Tidak Selalu Berakhir Negatif

Renungan Harian, Sabtu 09 Oktober 2021

Bacaan : Kisah Para Rasul 15 :35 – 41

Saudara-saudara yang terkasih didalam Tuhan kalau kita memperhatikan nats alkitab yang kita baca hari ini memperlihatkan terjadi suatu konflik diantara murid-murid Tuhan Yesus yaitu antara Paulus dan Barnabas.

Mereka berselisih pendapat tentang siapa yang hendak diajak untuk mengunjungi para jemaat, yang sudah lama mereka tinggalkan, untuk melihat bagaimana keadaan mereka (ay 36) katakan,… Tetapi beberapa  waktu kemudian berkatalah Paulus kepada Barnabas  baiklah kita kembali kepada saudara-saudara kita di setiap kota, di mana kita telah memberitakan firman Tuhan, untuk melihat, bagaimana keadaan mereka.  disini Barnabas ingin mengajak Yohanes yang disebut Markus (ay 37),  tetapi Paulus menolaknya. Karena menurut Paulus Yohanes tidak bisa diajak bekerja sama.

Lagi pula dia telah meninggalkan  pelayanan yang diberikan kepadanya (ay 38). Tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.     Dan puncak konflik Paulus dan Barnabas menyebabkan keduanya  harus berpisah tetapi ada satu hal penting yang harus kita perhatikan walaupun mereka berselisih pendapat tetapi mereka berketetapan untuk menunaikan tugas pelayanan mereka ditempat yang berbeda.

Disini Barnabas tetap membawa Yohanes  (Markus) berlayar ke Siprus (ay 39), ….Hal itu  menimbulkan perselisihan tajam sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga seranya berlayar ke Siprus. Sedangkan Paulus akhirnya memilih Silas (ay 40) untuk mengelilingi Siria dan Kilikia  (ay 41).

Saudara-saudara yang kita lihat suatu konflik tidak selalu berakhir dengan negatif.

Hendaknya kita saling merendahkan diri, mengintrospeksi diri, dan tugas (pekerjaan) yang sudah Tuhan berikan.

Ada hal positif yang bisa dipetik dari konflik Paulus dan Barnabas, yakni keefektifan pelayanan. Mereka masing-masing melayani Tuhan di tempat yang berbeda. Dengan begitu mereka dapat menjangkau lebih banyak jiwa jemaat yang sudah lama mereka tidak kunjungi,  sekalipun konflik terjadi dalam relasi Paulus dan Barnabas namun pelayanan harus tetap berlangsung.

Saudara-saudara Tuhan terkadang memakai konflik di tengah kehidupan orang percaya untuk menyatakan rencanaNya.

Jika Konflik berakhir dengan baik maka akan membangun SOLIDITAS.

Konflik membuat kehidupan pelayanan Paulus dan Barnabas menjadi lebih dinamis dan memunculkan kreativitas baru.

Pertanyaannya bagaimanakah dalam kehidupan sehari-hari apakah saat ini sedang berkonflik atau bergesekan satu dengan yang lain?. Mari kita belajar dari kehidupan pelayanan Paulus dan Barnabas bahwa konflik tidak selalu berakhir negatif justru konflik membuat mereka semakin soliditas !!

Karena itu ketika terjadi konflik  diantara kita, jangan mendendam, tetapi kita harus  MOVE ON  karena itulah kunci keberhasilan kita dalam pelayanan.

Tuhan Yesus memberkati.

EW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *