Renungan Harian, Selasa 26 Agustus 2025
Bacaan : 1Korintus 9:24-27
Nats : 1Korintus 9:27, Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak
Syalom bapak ibu saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus . . . .
Seorang pria bepergian di Kanada pada suatu musim semi ketika es dan salju yang meleleh membuatnya hampir tak mungkin mengendarai mobil lebih jauh. Ia sampai pada persimpangan jalan dan melihat tanda bertuliskan, “Hati-hati dalam memilih jejak roda. Anda akan berada di jalur itu sejauh 40 km.” Itu adalah sebuah peringatan bijak untuk kita semua dan tidak hanya berlaku saat kita mengemudi di jalan yang sulit. Setiap kita sampai di persimpangan jalan kehidupan, pilihan apa yang kita buat? Dengan kata lain, arah mana yang akan dituju dan kebiasaan apa “jejak” kebiasaan mana yang akan kita buat?
Kebiasaan adalah pola yang kita ikuti secara konsisten. Sambil berdoa, kita perlu memutuskan kebiasaan yang akan kita ambil. Akankah kebiasaan kita itu sekadar jejak rutinitas? Atau akankah kebiasaan itu menjadi “kebiasaan yang penuh anugerah”?
Paulus mengandaikan perjalanan hidupnya seperti sebuah perlombaan. Ia tahu bahwa satu-satunya cara untuk tetap tinggal dalam perlombaan adalah dengan “melatih tubuh[nya] dan menguasainya” (1Korintus 9:27). Itu berarti membentuk suatu pola kebiasaan rohani yang konsisten. Kebiasaan untuk menjaga tubuh tetap sehat itu penting, tetapi disiplin rohani jauh lebih penting. Apakah kita memilih untuk mengembangkan kebiasaan doa, membaca Alkitab, dan melakukan perbuatan baik secara konsisten?
Ada tiga hal yang bisa dilakukan ketika melakukan disiplin rohani saat teduh.
- Kita dapat berkaca pada teladan tokoh Alkitab
Teringat pada tokoh Alkitab seperti Daniel yang selalu memprioritaskan relasinya dengan Tuhan. Dalam Daniel 6:11, tertulis bahwa Daniel tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Tuhan. Hal ini menarik mengingat Daniel pada kala itu telah diangkat sebagai salah satu dari tiga pejabat tinggi yang membawahi pemerintahan Raja Darius (Daniel 6:1-4). Dengan jabatan seperti itu, kita dapat mengetahui bahwa Daniel mungkin punya banyak aktivitas. Namun, ia tidak mengabaikan relasi dengan Tuhan.
Tuhan Yesus juga memberi kita teladan yang baik mengenai relasi pribadi-Nya dengan Bapa. Injil Markus 1:35 mencatat demikian, “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.” Yesus memilih waktu pagi hari sebab ketika hari telah terang, Dia harus melayani banyak orang. Teladan doa Yesus juga ditunjukkan-Nya ketika Dia berada di Taman Getsemani. Yesus berdoa mengungkapkan ketakutan hati-Nya namun menyerahkan segala-Nya kepada Bapa agar kehendak Bapalah yang terjadi (Lukas 22:41-44).
Dari dua teladan ini aku tersadar bahwa tekun menjalin relasi dengan Tuhan membuat kita semakin mengenal-Nya, peka mendengar suara-Nya, dan kita pun dapat mengetahui apa yang jadi kehendak-Nya buat kita.
2. Kita dapat mengatur waktu yang tepat buat kita
Menjalankan disiplin rohani di masa kini kupikir adalah hal yang sulit. Kesibukan kita mungkin menggoda kita untuk mengabaikan relasi dengan Tuhan. Untuk mengatasinya, aku belajar untuk menyediakan waktu khusus untuk datang kepada Tuhan. Buatku sendiri, waktu yang paling tepat adalah pagi hari.
Aku bangun lebih awal dan bersaat teduh di tempat yang tenang. Namun, jika semisal aku terlambat bangun, itu tidak berarti aku tidak akan bersaat teduh sepanjang hari. Aku mencari waktu lain yang sekiranya tepat untukku dapat benar-benar menikmati dan mengalami momen perjumpaanku dengan Tuhan.
Yang terpenting sesungguhnya bukanlah soal kapan waktunya, melainkan bagaimana sikap hati kita. Jika kita sungguh ingin mengenal Tuhan, tentu kita akan menyisihkan waktu terbaik kita, bukan memberikan waktu sisa kita untuk-Nya.
3. Kita dapat menggunakan penuntun saat teduh
Untuk menolongku memahami firman Tuhan dengan lebih jelas, aku menggunakan buku renungan yang menuntunku bersaat teduh. Tapi, perlu diingat, bahwa buku renungan ini hanyalah penuntun, bukan materi utama yang harus dibaca. Yang terutama tetap adalah Alkitab, yang adalah firman Tuhan. Ketika kita memiliki motivasi yang kuat untuk merenungkan firman-Nya dan kasih setia-Nya bagi kita, hasrat kita untuk terus berjumpa dengan Allah secara pribadi akan terus bertumbuh. Tugas kita adalah memberi diri untuk dipimpin oleh Roh Kudus dalam proses perjuangan kita berdisiplin rohani.
“Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu” (Yakobus 4:8a). Kiranya kita senantiasa diingatkan untuk selalu konsisten memprioritaskan relasi kita dengan Tuhan dan bersungguh-sungguh menerapkan disiplin rohani di sepanjang hidup kita.
PADA MULANYA KITA MEMBENTUK KEBIASAAN TETAPI AKHIRNYA KEBIASAANLAH YANG MEMBENTUK KITA
Tuhan Memberkati
TC
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan