Renungan Harian, Selasa 12 Desember 2023
Bacaan : Yakabus 4:13-17
Nats : Yakobus 4:15 Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”
Syalom bapak ibu saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus . . . . .
Dalam sebuah penelitian Ellen Langer pada tahun 1975 yang berjudul “The Illusion of Control” (Ilusi Memegang Kendali) dilakukan untuk menguji seberapa besar manusia dapat mempengaruhi peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidupnya. Ia menemukan bahwa sering kali kita terlalu berlebihan dalam mengukur pengaruh kita terhadap berbagai situasi. Penelitian tersebut juga menunjukkan bagaimana kenyataan hampir selalu menghancurkan ilusi kita. Kesimpulan Langer tersebut didukung oleh percobaan-percobaan yang dilakukan oleh pihak-pihak lain setelah studi awal itu diterbitkan. Namun, sebenarnya di dalam Alkitab, Yakobus sudah terlebih dahulu mengetahui hal tersebut jauh sebelum Langer menemukannya.
Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya , kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. .Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.
Lalu Yakobus memberikan solusi agar kita tidak merasa dapat mengendalikan hidup kita, dengan mengarahkan kita kepada satu-satunya Pribadi yang memegang kendali total atas segalanya: “Sebenarnya kamu harus berkata: ‘Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu’” (ay.15). Dalam hal apa saja kita merasa bisa mengendalikan hidup kita sendiri? Bagaimana jika kita dapat menyerahkan rencana hidup kita kepada Allah dan mempercayakan masa depan kita di tangan-Nya?
Amsal 19:21, Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.
Banyak rencana rencana yang sudah disusun namun ada rencana kita yang belum terlaksana. Kiranya kita bisa mengerti bahwa apa yang kita rencanakan atau masa depan yang sudah kita bayangkan tidak tergantung pada diri kita sendiri. Karena Allah saja yang memegang kendali atas segala sesuatu, kita dapat mempercayai rencana-Nya bagi setiap kita.
Pengkhotbah 3:11 versi BIS mengatakan Ia menentukan waktu yang tepat untuk segala sesuatu. Ia memberi kita keinginan untuk mengetahui hari depan, tetapi kita tak sanggup mengerti perbuatan Allah dari awal sampai akhir.
Percayalah Dia akan melakukan bagianNya dan kita pun harus melakukan bagian kita. Di atas semuanya itu, percayalah bahwa Dia yang berdaulat atas seluruh hidup kita. Dia yang pegang kendali hidup kita, sehingga Dia juga yang turun tangan dalam menolong kita. Dia tahu apa yang terjadi, dan Dia yang ada dan menyertai kehidupan kita.
Percayalah kepadaNya, dan jangan ragukan FirmanNya. Karena Allah saja yang memegang kendali atas segala sesuatu, kita dapat mempercayai rencana-Nya bagi kita!
Tuhan Yesus Memberkati
TC