Renungan Harian Youth, Sabtu 31 Mei 2025
Salam Sejahtera dalam kasih Kristus. Selamat pagi bagi kita semuanya. Semoga kita semua sehat selalu dan dalam lindungan Tuhan.
Peperangan dalam hidup kita dimulai dari pikiran. Perenungan juga dimulai dari pikiran. Banyak ayat dalam Alkitab memberitahukan kepada kita betapa pentingnya untu berpikir secara tepat dan benar karena pikiran juga memiliki kesanggupan daya cipta. Oleh sebab itu pikiran sangat mempengaruhi keberadaan kita kelak.
Pikiran yang baik akan menghasilkan buah yang baik dalam kehidupan begitu juga sebaliknya. Jadi pikiran adalah pusat dari apa yang kita putuskan dan kerjakan setiap hari dalam kehidupan kita.
Dalam I Korintus 2:12 – 16 menjelaskan kepada kita, bahwa kita sebagai manusia-manusia Rohani menerima apa yang tidak diterima oleh manusia-manusia duniawi. Roh Allah memberikan kepada kita karunia yang tidak diberikan kepada manusia dunia. Inilah yang membuat kita berbeda dari orang-orang dunia ini. Apa yang membuat kita berbeda dari orang-orang dunia? Ya, karena kita memiliki pikiran Kristus. Ayat 16 dari I korintus 2,sebab: “siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.” Ketika Roh Allah ada didalam hidup kita, maka pastinya kita memiliki pikiran Kristus dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus sendiri menyatakan pikirannya dalam doa dan mengajarkan itu kepada murid-muridnya. Pikiran Kristus seperti apa yang harus kita hidupi dalam kehidupan kita?
1. Tidak memaksakan kehendak sendiri
Hal yang disampaikan dan diajarkan kepada murid-murid-Nya pada waktu itu adalah tidak memaksakan kehendak kita sendiri. Matius 6:10,”jadilah kehendak-Mu..” sama dengan doa Yesus di taman Getsemani. “bukan kehendak-Ku yang jadi, melainkan kehendak-Mu..” perkataan dan doa yesus ini mengejarkan kepada kita bahwa dalam pikiran kita harus sepenuhnya berserah kepada Tuhan, Allah kita yang memegang kendali atas kehidupan kita.
Jangan jadi orang Kristen yang suka ngancam Tuhan, Ketika apa yang kita rencanakan tidak berjalan sesuai rencana kita. Namun jika seseorang yang pikirannya sudah diperbaharui, makai a pasti memiliki pikiran Kristus. Yaitu pikiran yang sejalan dengan kehendak Kristus.
2. Tidak memikirkan yang berlebih/ overthinking
Sering kali sebagai anak muda, kita memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi dari apa yang patut kita pikirkan. Yesus mengajarkan kita dalam matius 6:11, mencukupkan diri setiap hari dengan apa yang ada. Mari kita bejara satu kata ini yaitu “cukup”. Jika kita tidak mau belajar dari kata cukup ini, maka kita akan menjadi overthinking. Dan ini menyebabkan kegelisahan, keuatiran bahkan ketakutan dalam kehidupan kita. Untuk itu Yesus juga mengajarkan kita, kesusahan sehari cukuplah untuk sehari (one day at the time) – Matius 6:34. Masalah yang kita pikirkan berhari-hari dapat membuat kita kelelahan (burn out). Tapi mulailah bersyukur dan memahami bahwa Rahmat dan kasih Tuhan selalu baru setiap hari bagi kita orang-orang percaya.
Ditengah-tengah masalah yang kita alami setiap hari, pasti ada Rahmat Tuhan yang tidak habis-habisnya bagi kita. Oleh sebab itu jangan overthinking terhadap segala sesuatu yang belum terjadi didalam hidup kita. Mari stop berpikir hal-hal yang negatif, asumsi dan opini orang lain terhadap kita, gossip-gosip, serta perkataan negatif orang terhadap kita. Percayalah bahwa perkataan Tuhan yang berlaku dalam kehidupan kita dan bukan perkataan orang lain.
3. Tidak menyimpan sampah
Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk mengampuni orang lain seperti Bapa di sorga sudah mengampuni kita (Matius 6:12). Oleh sebab itu jangan kita menyimpan dendam, sakit hati yang adalah sampah dalam hati dan pikiran kita. Dalam kehidupan sehari-hari saja kita membuang sampah setiap hari, begitu juga dalam hidup kita, hendaknya jangan ada sampah kebencian dalam hati kita. Milikilah pikiran Kristus, yaitu mengampuni. Dan mengampuni bukan hanya satu kali saja, namun berkali-kali seperti Kristus telah mengampuni kita, berbuatlah demikian juga kepada sesama.
Rekan-rekan youth yang dikasihi Tuhan, berpikirlah seperti Kristus berpikir. Yesus memelihara hubungan yang berkesinambungan dengan Bapa di Sorga. Demikian juga kita harus memelihara hubungan dengan Tuhan agar hati, pikiran dan perasaan kita tertuju hanya kepada Tuhan dan karya-Nya didalam kehidupan kita.
Bukan kehendak kita yang jadi melainkan kehendak Tuhan yang jadi, pikirkan apa yang patut kita pikirkan dan jangan overthinking, sertsa jangan menyimpan sampah dalam hidup kita.
Filipi 2 : 5,”Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.”
Tuhan memberkati
MW – AdS
PENGUMUMAN
Mengundang rekan-rekan semuanya untuk bisa hadir dalam Youth yang akan diadakan nanti sore SABTU, 24 Mei 2025 jam 17.00 di Gedung Gereja Elohim Batu

Tema youth celebration kita sore ini adalah ~ “ Loyality ~ Loyal in Serving, Loyal in Calling” ~
Loyalitas bukan hanya tentang bertahan di posisi, tetapi tentang setia dalam hati, tindakan, dan tujuan. Dari kehidupan Rasul Paulus dalam Kisah Rasul 20:17–38, kita melihat gambaran nyata tentang seseorang yang setia melayani meski penuh air mata, dan teguh dalam panggilan walau harus menghadapi penderitaan. Ia tidak mencari kenyamanan, tetapi menyelesaikan tugas yang Tuhan berikan. Inilah panggilan bagi setiap kita hari ini: Untuk melayani tanpa pamrih dan taat pada panggilan Allah, bahkan ketika itu menuntut pengorbanan. Tuhan tidak menuntut kita menjadi sukses, tetapi setia. – Mother Teresa
Dan jangan lupa Ibadah besok jam 06.00 WIB serta Sekolah minggu jam 08.00 di GPdI Elohim batu