Renungan Harian Anak, Jumat 09 Juni 2023
Halo adik-adik ELOHIM kids. Bagaiman kabarnya hari ini? Semoga hari adik-adik penuh sukacita dan semangat yang baru karena Tuhan selalu beserta dengan kita.
Hari ini, mari kita renungkan tentang pentingnya mendahulukan kepentingan orang lain. Dalam hidup ini, seringkali kita tergoda untuk memikirkan diri sendiri dan memprioritaskan keinginan dan kebutuhan kita sendiri. Namun, Tuhan memanggil kita untuk memiliki sikap yang peduli dan mengutamakan orang lain.
Sara dan Siska berencana pergi ke perpustakaan kota untuk mencari informasi tentang tugas yang mereka kerjakan. Sesampainya di perpustakaan, saat akan naik tangga menuju lantai dua, Sara dan Siska melhat seorang nenek-nenek yang turun dari tangga dengan tongkat. Awalnya Sara dan Siska sedang terburu-buru mencari buku. Namun setelah melihat nenek itu turun tangga denggan sangat kesusahan, mereka pun berdiri dengan sabar di bawah tangga dan mempersilakan nenek itu turun terlebih dahulu. Memang tangga itu cukup lebar untuk dilewati, namun mereka ingin agar si nenek dapat turun dengan aman. Sikap tersebut menunjukkan bahwa Sara dan Siska bersedia mengalah dan mementingkan keperluan orang lain ketimbangan kepentingan mereka.
Adik-adik, seandainya setiap orang di dunia ini bersikap seperti Sara dan Siska yang tidak egois dan mendahulukan kepentingan orang lain, tentu dunia ini akan menjadi lebih damai dan pertengkaraan maupun permusuhan akan berkurang. Sikap yang bersedia mendahulukan kepentingan orang lain mungkin akan membuat kita menjadi tidak nyaman dan khawatir kepentingan kita akan terlewat, mungkin juga rasanya menjengkelkan dan membosankan bahkan bisa merugikan diri kita sendiri. Namun apabila yang kita lakukan tersebut bisa mendatangkan manfaat bagi orang lain dan membuat orang tersebut merasa terbantu, tentu hal itu bisa menjadi sumber sukacita bagi kita.
Mendahulukan kepentingan orang lain adalah bentuk kasih yang nyata. Ketika kita menghargai dan mengutamakan kepentingan orang lain, kita menunjukkan bahwa kita peduli dan mengasihi mereka. Sikap ini juga mencerminkan kerendahan hati. Ini berarti kita meletakkan kepentingan pribadi kita dan mempertimbangkan kepentingan orang lain untuk kebaikan bersama.
Janganlah kita bersungut-sungut ketika kita harus mengorbankan kepentingan kita demi orang lain, tetapi lakukanlah itu dengan sukacita, karena itu artinya kita memiliki kasih dalam diri kita. Ingat, mendahulukan kepentingan orang lain adalah sebuah keharusan bagi anak-anak Tuhan.
Ayat HaFalan
Filipi 2:4 “dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.”
Komitmenku Hari ini
Aku mau belajar untuk mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri sendiri. Milikilah sikap yang peduli, rendah hati, dan penuh kasih kepada sesama.
Tuhan Yesus memberkati kita semuanya
MEK – TPR