Renungan Harian Youth, Sabtu 09 Agustus 2025
Ayat Bacaan : I Raja-raja 19 :1-18
Shalom, salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Apa kabarnya hari ini, rekan-rekan youth Elohim? Semoga kita semua sehat dalam lindungan Tuhan.
Depresi adalah salah satu masalah terbesar didunia. Depresi juga disebut sebagai penyakit flu emosional yang bisa dialami oleh siapa saja, termasuk oleh orang yang saleh sekalipun. Contohnya saja, Elia. Elia adalah seorang nabi Allah yang luar biasa, dan selama lebih kurang 3 tahun menjadi abdi Allah, dan banyak mujizat terjadi dizaman Elia. Hanya satu orang yang tidak suka pada Elia, ialah ratu Izebel. Wanita jahat ini membenci Elia, karena pengaruh Elia yang sangat besar sebagai juru bicara Allah. Ratu Izebel berencana untuk membunuh Elia (I Raja-raja 19:2). Elia yang tidak pernah merasa takut selama 3 tahun pelayanannya, tiba-tiba menjadi ketakutan karena seorang Wanita, dan iapun melarikan diri ke padang gurun dan merasa tertekan sampai ia ingin mati (ayat 3-5). Elia adalah manusia biasa sama seperti kita (Yakobus 5:17). Elia saat itu dalam keadaan rentan terkena depresi, letih secara fisik, Lelah secara emosional dan nyawanya terancam. Sering kali kita menghadapi masalah yang sama dengan Elia.

Terkadang hal-hal tersebut disebabkan oleh keadaaan yang menimpa kita, situasi yang buruk dan lebih sering disebabkan oleh pikiran yang salah.
Sehingga berpengaruh kepada perasaan-perasaan kita. Beberapa hal yang dilakukan Elia dan juga kita ketika tertekan adalah :
1. Lebih berfokus pada perasaan daripada fakta yang sebenarnya. Elia merasa gagal dan menganggap dirinya gagal (I Raja-raja 19:3-4), sehingga ini menjadi alasan emosional yang menyebabkan stress hingga depresi. Perasaan tidak selalu benar dan perasaan bukanlah sebuah fakta, bahkan perasaan bisa sangat tidak dapat dipercaya.
2. Membandingkan diri dengan orang lain. Kesalahan kedua yang dilakukan Elia adalah membandingkan diri dengan orang lain (I. raja2 19:4). Kita tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain, karena setiap orang itu unik. Jika kita selalu membandingkan diri dengan orang lain, maka akhirnya kita akan merasa tertekan.
3. Menanggung kesalahan Yang Tidak Benar. Elia menyalahkan dirinya sendiri atas kegagalan bangsanya untuk berubah dan hal-hal negatif yang bukan kesalahannya (I Raja2 19:10). Menanggung kesalahan yang tidak benar dapat menyebabkan kita tertekan.
4. Membesar-besarkan hal negatif. Elia membesar-besarkan hal yang negatif (ayat 10). Elia berkata hanya ia sendiri nabi yang masih hidup, dan akan di bunuh. Namun kenyataannya, Elia bukanlah satu-satunya orang yang tetap setia kepada Allah. Masih ada 7000 nabi yang tidak pernah menyembah baal (ayat 18). Ketika kita tertekan, seringkali kita membesar-besarkan hal negative sehingga segala sesuatu terlihat buruk.
Ada beberapa cara pengobatan Allah yang diterapkan Elia untuk bebas dari tekanan dan depresi yang dialaminya :
1. Memperhatikan kebutuhan jasmani
Eliaberbaring dan tertidur dibawah pohon, namun malaikat Tuhan datang membangunkan Elia dan menyuruhnya makan dan minum (I Raja2 19:5-7). Obat pertama Allah dalam merawat depresi Elia adalah makanan, minuman dan istirahat. Ketika kita letih secara fisik dan terkuras secara mental, kita lebih cenderung menjadi depresi. Allah dengan lembut menangani Elia dengan memberinya makan dan istirahat, sehingga Elia menjadi lebih kuat dan sehat secara fisik. Perhatikan kebutuhan jasmani kita, karena kebutuhan jasmani berpengaruh besar terhadap suasana hati.
2. Menyerahkan kekecewaan kepada Tuhan
Dalam ayat ke 3,4, dan 10, Elia mencurahkan seluruh perasaannya kepada Allah. Perasaan takut, geram, rasa bersalah, marah, kesepian dan kecemasan. Allah membiarkan Elia meluapkan emosi-emosi Elia yang terpendam tanpa kritikan dan menyalahkan. Begitu juga dalam kehidupan kita. Mari serahkan kekecewaan kita kepada Tuhan, karena Ia yang memulihkan hidup kita.
3. Mengalami kesadaran baru akan Tuhan.
Elia mengalami kesadaran baru dan kehadiran Allah dalam kehidupan (I Raja2 19:11-13). Allah berbicara pada Elia melalui suara angin sepoi-sepoi dan bisikan yang lembut. Jika kita mengalami tekanan, mari ambillah alkitab dan bacalah. Nikmati waktu kesendirian dengan Tuhan. Tidak ada obat depresi yang lebih manjur daripada komunikasi dan persekutuan dengan Tuhan.
4. Mendapat arah hidup yang baru
Sama seperti Elia yang diberikan tugas baru oleh Tuhan. (ayat 15), deikian juga dalam kehidupan kita. Persilahkan Tuhan menunjukkan arah baru untuk hidup kita. Allah mengetahui segala sesuatu tentang diri kita, dan biarkan Tuhan memberikan arah yang baru dalam hidup kita, karena Ia belum selesai dengan kita.
Jika kita memberikan diri kita kepada Tuhan, maka ia akan memegang kendali akan hidup kita.
Orang yang hidup untuk dirinya sendiri pasti akan tertekan, namun ketika kita memberikan kendali hidup kita kepada Tuhan, maka Tuhan akan menolong, mengubah hidup kita dan memberikan arah dan tujuan yang baru. Semakin kita mengenal Tuhan, maka kita akan semakin dimerdekakan. (Yohanes 8:32).
Tuhan Yesus memberkati
MW – AdS
PENGUMUMAN
Mengundang rekan-rekan semuanya untuk bisa hadir dalam Youth ang akan diadakan pada hari SABTU, 09 Agustus 2025 jam 17.00 di Gedung Gereja Elohim Batu
Tema youth celebration kita sore ini adalah ~ “Toxic positivity”

Toxic positivity memaksakan sebuah perspektif yang secara umum dianggap baik, tetapi belum tentu benar, bukan mencari sumber permasalahan dan menyelesaikannya seperti kebenaran yang Yesus ajarkan. Akibatnya, toxic positivity membuat kita merasa bersalah saat menunjukan emosi yang jujur, karena kita “harus” selalu bersikap positif dalam segala situasi dan kondisi. Ini pun terlihat dari kitab Mazmur, yang berisi berbagai ekspresi pujian dan penyembahan si pemazmur dengan emosi yang jujur kepada Tuhan. Beberapa mazmur bahkan dimulai dengan pemazmur mencurahkan rasa kesalnya, protesnya, kesedihannya, atau ratapannya, tetapi tetap ditutup dengan pujian dan penggakuan kepada Tuhan. Sebaliknya, toxicm positivity memaksa kita untuk memendam ekspresi kita dalam-dalam; emosi sedih atau takut kita dianggap tidak valid karena “kondisi kita tidak separah orang lain”, atau “nanti juga semuanya akan membaik”, atau “orang beriman harus bersukacita dan bersyukur senantiasa”.
Dan jangan lupa Ibadah besok jam 06.00 WIB serta Sekolah minggu jam 08.00 di GPdI Elohim Batu
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan