Elohim Ministry anak “Mengampuni Terlebih Dahulu”

“Mengampuni Terlebih Dahulu”



Renungan Harian Anak, Senin 21 Oktober 2024

Halo adik-adik yang dikasihi Tuhan! Hari ini kita akan belajar sesuatu yang sangat penting, yaitu tentang mengampuni. Mengampuni adalah salah satu sikap yang sangat disukai oleh Tuhan. Melalui kisah Tuhan Yesus di kayu salib, kita akan belajar tentang mengampuni terlebih dahulu, bahkan ketika kita disakiti oleh orang lain.

Yesus Mengampuni di Kayu Salib

Dalam Lukas 23:33-43, kita membaca tentang saat-saat terakhir Yesus di kayu salib. Meskipun Yesus tidak bersalah, Dia disalibkan bersama dengan dua penjahat. Banyak orang mengolok-olok dan mengejek Yesus, tetapi apa yang Yesus lakukan? Apakah Yesus marah dan membalas mereka? Tidak, adik-adik. Sebaliknya, Yesus mengampuni mereka dan bahkan berdoa kepada Bapa di surga, berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34). Tuhan Yesus memberi kita contoh luar biasa tentang mengampuni, bahkan ketika orang lain tidak meminta maaf. Meskipun orang-orang itu menyakiti Yesus, Dia tetap mengampuni mereka. Ini adalah sikap yang harus kita teladani dalam hidup kita.

Adik-adik, ada sebuah cerita tentang dua orang sahabat yang sedang berjalan-jalan di pinggir pantai. Mereka adalah sahabat yang sangat akrab. Namun, di tengah perjalanan, mereka bertengkar. Karena kesal, salah satu sahabat memukul temannya. Sahabat yang dipukul merasa sakit hati, tapi dia tidak membalas. Sebaliknya, dia menulis di atas pasir: “Hari ini, sahabat terbaikku memukul aku.” Mereka terus bermain di pantai, bahkan berenang di laut. Ternyata sahabat yang dipukul tadi baru belajar berenang dan hampir tenggelam. Namun, sahabatnya yang pernah memukulnya segera menyelamatkannya. Setelah siuman, sahabat yang diselamatkan itu menulis di sebuah batu: “Hari ini, sahabat terbaikku menyelamatkan nyawaku.” Teman yang menyelamatkan bertanya, “Mengapa setelah aku memukulmu, kamu menulisnya di atas pasir, tapi ketika aku menolongmu, kamu menulisnya di atas batu?” Sambil tersenyum, sahabatnya menjawab, “Ketika seseorang melukaimu, tulislah di atas pasir agar angin maaf bisa datang dan menghapusnya. Tapi ketika seseorang berbuat baik, tulislah di batu agar kita tidak pernah melupakannya.”

Adik-adik, sama seperti dalam cerita tadi, kadang kala kita mungkin disakiti oleh teman-teman kita. Kadang mereka mengatakan sesuatu yang tidak enak atau melakukan hal-hal yang membuat kita marah. Tapi, Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk mengampuni terlebih dahulu, bahkan sebelum orang lain meminta maaf. Mengampuni berarti kita tidak menyimpan rasa marah atau dendam dalam hati kita. Mengampuni juga berarti kita mau melupakan kesalahan orang lain, sama seperti tulisan di atas pasir yang segera dihapus oleh angin dan ombak. Yesus memberikan teladan kepada kita, meskipun Dia disakiti dan diejek, Dia tetap mengampuni orang-orang yang menyakiti-Nya.

Mengapa Mengampuni itu Penting? Karena Mengampuni Menunjukkan Kasih. Ketika kita mau mengampuni orang lain, kita sedang menunjukkan kasih Tuhan. Tuhan ingin kita saling mengasihi, dan salah satu cara untuk menunjukkan kasih adalah dengan mengampuni. Yang Kedua, Mengampuni Mengikuti Teladan Tuhan Yesus Yesus mengampuni orang-orang yang menyalibkan-Nya, dan Dia mengajarkan kita untuk melakukan hal yang sama. Ketika kita mengampuni, kita sedang mengikuti teladan Yesus.

Adik-adik, Tuhan Yesus sudah memberikan kita teladan yang luar biasa tentang mengampuni. Meskipun Dia disakiti, Dia tetap mengampuni orang-orang yang menyalibkan-Nya. Mari kita belajar untuk selalu mengampuni terlebih dahulu, bahkan ketika kita disakiti. Ketika kita mengampuni, kita sedang menunjukkan kasih Tuhan kepada orang lain.

Ayat Hafalan:

Lukas 23:34. “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

Komitmenku hari ini

Elkids201024 – SP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *