Elohim Ministry anak “Mengasihi musuh kita”

“Mengasihi musuh kita”



Renungan Harian Anak Senin, 26 Februari 2024

Syalom adik-adik semuanya, semoga adik-adik tetap semangat dan bersukacita diminggu yang baru ini.

Tentunya, ketika adik-adik diperlakukan tidak baik oleh teman-teman adik-adik, perasaan marah, kesal, dan sakit hati pasti akan muncul. Mungkin ada teman yang mengambil pensil atau ballpoint adik-adik tanpa izin, atau bahkan ada yang dengan sengaja berbuat kasar hingga adik-adik terjatuh. Bahkan, mungkin ada teman yang menggangu kamu dan mempermalukanmu. Reaksi kita adalah merasa marah dan ingin membalas perlakuan tersebut. Namun, apakah sikap seperti itu benar? Tidak, adik-adik. Menunjukkan sikap benci dan tidak mengasihi kepada orang yang menyakiti kita adalah tindakan yang tidak tepat. Tuhan mengajarkan kita untuk mengasihi sesama, bahkan mereka yang tidak disukai banyak orang.

Tuhan Yesus memberikan pengajaran yang luar biasa tentang kasih Di dalam Matius 5:44, Yesus berkata, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Pesan ini tidak mudah dilakukan, tetapi merupakan panggilan yang penting bagi kita sebagai kita semua yang adalah pengikut Kristus.

Dalam kitab kisah Rasul 9:1-19 kita akan melihat bagaimana Tuhan tetap mau mengasihi seseorang, meskipun orang tersebut telah berbuat jahat kepada-Nya. Saulus seorang Yahudi dan la masuk dalam sebuah organisasi para tokoh agama Yahudi yang disebut Farisi. Sejak kecil Saulus memang sudah dididik dengan nilai-nilai agama Yahudi yang kuat. Itulah sebabnya ia menjadi orang yang gigih dan taat dalam menjalankan peraturan-peraturan agama Yahudi, sehingga ia menolak semua ajaran yang berbeda dengan yang dia pelajari menurut aturan Yahudi termasuk murid-murid Yesus. Semangatnya berkobar-kobar, la menjadi benci pada semua orang yang mengikut Yesus, la bertekad akan menangkap dan memenjarakan semua orang yang mengaku dirinya pengikut Yesus di wilayah Yerusalem dan Damsyik. la menjadi seorang penganiaya, la pergi ke rumah-rumah ibadat di seluruh Yerusalem serta menangkap semua orang-orang yang mengikut Yesus. Tidak hanya ditangkap, tetapi mereka juga dimasukkan ke dalam penjara. Wah…, sungguh kasihan orang-orang percaya itu, mereka sangat menderita.

Tapi dalam perjalannanya ke Damsyik, mendadak Saulus melihat suatu sinar yang sangat menyilaukan. Saulus terjatuh ke tanah. Lalu kemudian ia mendengar suara yang berkata, “Saulus…, Saulus mengapakah egkau menyakiti Aku?” Saulus sangat bingung karena ia tidak melihat siapa-siapa. Kemudian Saulus berkata, “Siapakah Engkau?” Lalu kemudian ada jawaban, “Akulah Yesus yang kau aniaya itu.” Wah…, Adik-adik, Tuhan Yesus langsung mendatangi Saulus dan berbicara kepadanya. Saulus sangat ketakutan. Sejak itu, Saulus menjadi buta, la kemudian dibawa masuk ke kota Damsyik. Kemudian, Tuhan menyuruh seseorang bernama Ananias untuk menemui Saulus dan menyembuhkannya. Awalnya, Ananias ragu karena Saulus dikenal sebagai orang jahat, tapi Tuhan meyakinkannya bahwa Saulus telah berubah. Akhirnya, Saulus sembuh dan menjadi seorang yang berani menyebarkan Injil. Ananias pun membaptisnya.

Ayat hafalan

Lukas 6:27, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu.

Komitmenku hari ini

ElKids 250224 – SP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *