Renungan Harian Youth, 08 Januari 2023
Syalom rekan-rekan youth, Awal Tahun baru adalah waktu yang sangat tepat untuk kita menata ulang kehidupan kita, merenungkan rencana dan rancangan kehidupan kita dimasa yang akan dating atau paling tidak dalam satu tahun kedepan ini. Kita perlu memiliki sikap hati yang tepat untuk kita bias mengawali dengan benar.
Ada satu hal penting yang harus kita sikapi dengan tepat yaitu bagaimana kita mengatasi Rasa Kuatir. Pembunuh sukacita paling mengerikan adalah perasaan kuatir. Kekuatiran mengakibatkan lenyapnya damai sejahtera dalam hati. Bila tidak segera diantisipasi, hal itu akan berdampak buruk dan berakibat fatal. Kuatir itu manusiawi. Kuatir itu normal. Manusia normal punya rasa kuatir. Kuatir itu bisa dimiliki dan dialami siapa saja. Mulai dari anak-anak hingga orang tua memiliki kekuatirannya masing-masing. Apakah itu kuatir dan mengapa manusia kuatir dan bagaimana mengatasi kekuatiran hidup?
APA ARTI KUATIR?
Kuatir menurut kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah takut (gelisah, cemas) terhadap suatu hal yang belum diketahui dengan pasti; Kekuatiran adalah perasaan kuatir; kecemasan: timbul ~ dalam dirinya, kalau-kalau ia tidak lulus ujian. Kuatir adalah memikirkan masalah atau hal tidak menyenangkan yang mungkin terjadi yang membuat Anda merasa tidak bahagia dan takut:
Kuatir itu merupakan rasa takut terhadap sesuatu yang belum ada, belum datang dan belum pasti.
Dalam kata inggris worry adalah turunan dari kata yang paling kuno wyrgan berarti “mencekik.” Bukankah ini yang dilakukan kekuatiran terhadap kegembiraan kita? Dia mencekik kebahagiaan kita dan memperpendek umur kita.
Turunan bahasa Inggris pertengahan, worien, mengembangkan pengertian baru “menggenggam tenggorokan dengan gigi dan mengoyak” atau “membunuh atau melukai dengan menggigit dan mengguncang.” Maka kata jangan kuatir adalah perintah yang menghindarkan kita dari masalah dan bahaya yang belum terjadi. Sebab banyak persoalan dalam hidup sering diawali karena rasa kuatir. Bahwa rasa kuatir itu dapat mengganggu kerohanian kita dan hubungan kita dengan Tuhan. Orang yang diliputi kuatiran bukanlah cerminan kehidupan orang beriman. Pertanyaannya adalah bagaimana upaya yang kita lakukan pada saat kuatir itu melanda hidup ini?
Matius 6:25-34
APakah kita bisa lepas dari KUATIR? Yesus Berkata JANGAN KAMU KUATIR … ini adalah perintah dan kebenaran. Apakah mungkin kita tidak kuatir? MUNGKIN karena TUHAN YESUS yang menyatakannya. Hal ini merupakan suatu situasi di mana Pikiran yang tidak focus dan berubah-rubah maka tidak akan tenang. Orang yang kuatir, apapun yang dimilikinya tidak akan pernah mencukupi dan memuaskan rasa kuatirnya.
Apa penyebabnya … rasa kuatir? Ayat 25 “Karena itu … Janganlah kamu kuatir.” Karena itu …merujuk kepada ayat sebelumnya – tema Pengabdian
Matius 6:24, Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”
Pikiran yang dikuasai Mamon – fokusnya adalah uang, semuanya tentang kepuasan diri.
inilah yang akan membuat kita kuatir. Tanpa mammon kita tidak bias hidup, tanpa mammon aku bukan siapa-siapa. Manusia yang fokusnya adalah kepada mammon pasti akan dikuasai kekuatiran, karena fokusnya adalah uang – pasti kuatir. Tanpa sadar kita dibesarkan dengan nilai dunia yang meterialisme, ukuran bahagia adalah kekayaan, sekolah supaya pandai – kerja dan dapat uang. Jadi orang terkenal – supaya dapat uang. Masa depan bahagia itu kalau punya uang, akhirnya fokusnya teralihkan bukan lagi tentang kehendak Tuhan tetapi tentang mengejar mamon.
KUNCI UTAMA MENGATASI KEKUATIRAN ADALAH MENGARAHKAN FOKUS HIDUP DAN PENGABDIAN KITA DARI MAMON KEPADA TUHAN
Jika Kenikmatan itu karena uang, tujuannya dan fokusnya adalah uang. Motivasi ibadah pada akhirnya bukanlah Tuhan tetapi berkat. Fokusnya bukan kasih tetapi legalitas untuk diberkati. Tuhan yang memberikan kunci utamanya – Fokusnya kepada Allah bukan kepada Mamon, Tuhan mengarahkan pandangan hidup kita dari kekuatiran kepada Allah.
Karena itulah Tuhan mengajarkan kita, janganlah pola pikir kita sama dengan dunia ini, yang terutama bukanlah dunia dan keinginannya, TUHAN YANG MEMELIHARA KEHIDUPAN KITA. Pemeliharaan Allah bukanlah tanpa kerja atau usaha, namun bagaimana Allah berkarya dengan ajaib memberkati setiap usaha dan apa yang kita kerjakan.
Ayat 31-32 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
PERCAYA KEPADA TUHAN – TRUST GOD
Pikirkan tentang hal ini – Jangan pernah takut untuk mempercayakan masa depan yang tidak diketahui kepada Tuhan yang dikenal. Ayat 33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Ketika Fokus kita arahkan kepada Tuhan – maka yang lahir dari hati kita adalah PERCAYA KEPADA TUHAN.
Mencari kerajaan Allah dan kebenaran Allah – membangun nilai kehidupan dengan prinsip dan nilai kerajaan Allah dalam kehidupan kita. Yang mengusai kita bukan lagi mengejar mamon tetapi apa yang berkenan dan menyenangkan hati Tuhan. Berkat bukan lagi menjadi tujuan tetapi menjadi tambahan.
Rekan-rekan youth, Lepaskanlah konsep mendewakan mamon sebagai tujuan tetapi kejarlah apa yang benar, kehendak Allah maka yang menjadi bagianmu bukan tentang KEKUATIRAN makan dan minum namun kerajaan Allah adalah tentang KEBENARAN, SUKACITA, DAMAI SEJAHTERA (Roma 14:17)
Dan dengan pemahaman ini kita akan semakin memahami nasehat Rasul Paulus tentang Kekuatiran
Filipi 4:6-7 6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
Tidak kuatir bukan kerena masalahnya sudah selesai namun mempercayakan setiap masalah itu kepada Tuhan dan yang menggantikannya adalah DAMAI SEJAHTERA
Kekuatiran apa pun diubah menjadi doa, terlalu kecil untuk dijadikan beban.
Kuatir berarti kita lebih percaya pada MASALAH kita dari pada JANJI Tuhan!
Jika kita kuatir, kita tidak bisa percaya. Jika kita percaya kita tidak akan kuatir.
EYC 07012023-LP