Renungan harian Rabu, 22 April 2026
Ayat Pokok : Efesus 4:24, “dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.”
Syalom . . . Selamat Pagi Bapak, ibu dan saudara yang trtkasih dalam Tuhan Yesus. Dalam perjalanan kehidupan kekristenan kita, setiap hari merupakan proses kita menanggalkan hidup lama dan mengenakan manusia baru yang terus menerus dibaharui dalam Tuhan Yesus. Ada banyak sekali godaan yang datang dan selalu berusaha untuk membawa kita kembali kepada hidup lama kita, suatu keadaan dimana kita sangat ingin untuk menjalani hidup kristen yang benar namun sulit untuk melakukannya. Salah satu kunci untuk kita dapat berjalan dalam hidup yang baru adalah hidup dalam persekutuan dengan Tuhan. Melalui jalan persekutuan pribadi inilah kita terus diajar kebenaran yang terus membaharui manusia batiniah kita sehingga kita dimampukan untuk terus bertumbuh dalam hidup yang baru bersama Tuhan.
Dalam Efesus 4 adalah sangat beralasan jika Rasul Paulus memakai kata “menanggalkan dan mengenakan” bagi manusia baru, gambarannya seperti jemaat menanggalkan dan mengenakan pakaian mereka.
Dalam Efesus 4:24 Paulus berkata; “dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.”
Kata “mengenakan” dalam teks bahasa yunani memakai kata ; ἐνδύσασθαι [endusasthai ] artinya adalah tindakan mengenakan sesuatu secara utuh sebagai identitas baru. Jika melihat kata sambung yang dipakai, maka tindakan mengenakan ini adalah tindakan yang dilakukan setelah. Diayat sebelumnya [Efesus 4:22-23] dicatat demikian; yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, . . .
Kata “menanggalkan” dalam teks bahasa yunani adalah ἀποθέσθαι [apothesthai] yAMg artinya menanggalkan, membuang, menolak. kata ini digunakan untuk menggambarkan tindakan melepaskan perilaku lama, dosa, atau manusia lama.
Rasul Paulus menyampaikan pesan ini kepada jemaat dengan kalimat imperatif [memberikan perintah dan larangan bagi orang lain untuk melakukan sesuatu] ; “kukatakan dan kutegaskan…” [Efesus 4:17]. Tantangan besar bagi jemaat mengingat latar belakang mereka dan kondisi kota Efesus yang adalah kota besar di Asia kecil, dengan penyembahan kepada dewi Artemis sebagai pusat agama mereka.
Oleh sebab itu Paulus memakai metafora pakaian untuk memberikan gambaran yang jelas, namun tindakan melepaskan dan mengenakan tersebut bukanlah tindakan yang berulang, namun satu kali untuk seterusnya, dimana jemaat harus menanggalkan dosa, perilaku atau manusia lama mereka dan mengenakan manusia yang baru sebagai identitas mereka yang diciptakan dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya menurut kehendak Allah.
Demikian juga dengan kita, jemaat TUHAN yang hidup diakhir jaman. Tantangan kita semakin besar, teknologi yang berkembang begitu pesat, penurunan standard nilai kebenaran dimana orang hidup menurut apa yang menurut pemandangannya benar, alkitab tidak lagi dianggap sebagai standard kebenaran mutlak. Disekitar kita ketidakbenaran terus didengungkan agar kemudian oleh mayoritas orang ditangkap sebagai kebenaran. Kita ad di jaman dimana banyak orang Kristen yang kompromi dengan dosa yang dampaknya kadang membuat iman kita lemah dan mendorong kita untuk merasa tidak apa-apa jika kita ikut kompromi sama seperti mereka.
Bapak, ibu dan saudara yang terkasih, marilah kita kembali kepada kebenaran firman Tuhan, nasehat dan perintah tegas ini bukan hanya bagi jemaat Efesus sebagai pendengar pertama, namun juga bagi kita. Marilah kita menanggalkan manusia lama kita, hidup yang dekat dengan dosa dan pelanggaran, membuangnya dan jangan mengingininya lagi. Dan mengenakan manusia baru yang diciptakan menurut kehendak Allah dalam kebenaran dan kekudusan. Diperlukan penyerahan diri dan campur tangan Tuhan salam proses ini, semakin kita memberi ruang bagi kebenaran maka semakin kita serupa dengan gambaran Tuhan, dan inilah yang menjadi kehendak-NYA bagi kita yaitu menjadi serupa dengan gambaran Anak-NYA [Roma 8:29].
REFLEKSI Renungan
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering diperhadapkan pada berbagai godaan yang berusaha menarik kita kembali kepada cara hidup yang lama. Kita mungkin ingin hidup benar, tetapi tidak jarang kita merasa lemah dan gagal. Karena itu, kita perlu terus memeriksa diri: apakah kita sungguh-sungguh sudah menanggalkan manusia lama kita, atau masih menyimpannya dalam beberapa area hidup kita? Kita juga perlu bertanya, apakah kita sudah memberi ruang bagi Tuhan melalui persekutuan pribadi agar Ia membaharui hati dan pikiran kita setiap hari? Ketika kita dengan sungguh-sungguh hidup dalam kebenaran firman Tuhan, kita akan dimampukan untuk semakin bertumbuh, meninggalkan dosa, dan hidup sebagai manusia baru yang berkenan kepada-Nya.
HIKMAT HARI INI
Menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru bukan sekadar keputusan sekali waktu, tetapi komitmen untuk hidup dalam kebenaran setiap hari bersama Tuhan.
Amin. Tuhan memberkati
DS
JOIN GRUP
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f
Atau klik tombol dibawah ini >>>
Menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru bukan sekadar keputusan sekali waktu, tetapi komitmen untuk hidup dalam kebenaran setiap hari bersama Tuhan. Amin, terima kasih Tuhan untuk berkat firman Mu pada pagi hari ini.