Elohim Ministry youth MENGENAL TUHAN SECARA PRIBADI

MENGENAL TUHAN SECARA PRIBADI



Renungan Harian Youth, Jumat 10 Maret 2023

Syalom rekan – rekan Youth yang diberkati Tuhan, kita patut bersyukur kepada Tuhan karena masih diberikan kesempatan untuk bisa menikmati hari ini dan melihat setiap karyaNya yang akan dikerjakan dalam hidup kita di sepanjang hari ini.

Penulis Amerika, Mark Twain, terkenal karena kecerdasan dan pesonanya. Dalam suatu perjalanan ke Eropa, ia diundang untuk makan malam dengan seorang kepala negara bagian. Ketika anak perempuannya mengetahui undangan ini, ia berkata, Ayah mengenal semua orang penting yang harus dikenal Tetapi ayah tidak mengenal Allah. Sedihnya, kata-kata ini benar karena Mark Twain adalah orang tak percaya yang skeptis.

Komentar anak perempuannya itu seharusnya menimbulkan pertanyaan terhadap diri kita sendiri, yaitu apakah kita mengenal Allah. Kita mungkin diberkati dengan persahabatan yang memperkaya hidup, berteman dengan begitu banyak orang penting, namun apakah kita mengenal Allah? Dan apakah pengetahuan kita akan Dia lebih dari sekadar informasi dari orang lain atau spekulasi, hal-hal yang mungkin dapat kita baca di buku?

Sebuah pepatah mengatakan, “Tak kenal, maka tak sayang.” Artinya, proses mengenal menjadi sesuatu yang sangat penting.

Hanya lewat pengenalan sebuah relasi menjadi berkualitas. Hal itu ditandai dengan munculnya rasa sayang.

HOSEA 4 : 6, Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu

Ternyata untuk mencapai relasi yang berkualitas tidak selalu mudah. Itulah yang dialami umat Israel pada zaman Nabi Hosea. Umat Israel justru lebih mengenal dewa Kanaan, yaitu Baal. Mirisnya, mereka beranggapan bahwa kelimpahan hasil pertanian dan peternakan berasal dari dewa ini. Akibatnya, umat Israel tidak dapat merasakan kasih sayang Tuhan. Padahal, Tuhan selalu digambarkan sebagai Sahabat yang setia.

Tuhan pun menghukum mereka dengan mengambil semua berkat yang diberikan kepada umat Israel. Penghukuman dimaksudkan agar Israel sadar bahwa Tuhan adalah satu-satunya sumber kelimpahan. Untunglah, Tuhan berkenan untuk memulihkan kembali hubungan-Nya dengan bangsa Israel seperti sedia kala.

Setiap orang beriman tidak bisa mengabaikan proses mengenal Tuhan.

Melalui proses tersebut, orang dapat merasakan kasih dan sayang-Nya yang abadi. Dengan demikian, relasi kita dengan-Nya menjadi makin berkualitas. Siapakah Tuhan yang layak dikenali untuk disayangi itu? Tuhan yang dalam Alkitab dipahami sebagai Yang Mahakuasa atau omnipotent dan Maha Mengetahui atau omniscient. Allah yang penuh kasih, tetapi tidak segan untuk menghukum jika umat-Nya berbuat dosa. Allah mengenal betul setiap umat-Nya, apa yang diperbuat, baik atau buruk.

Ketika Allah menghukum, walau tampak kejam, tindakan-Nya bertujuan agar umat yang dikasihi itu benar-benar mengenal-Nya secara mendalam. Sehingga kasih sayang-Nya akan abadi bersemayam di dalam hati. Sementara itu, pengenalan selalu muncul lewat pengalaman. Dengan berbagai pengalaman bersama Allah itu, tidak ada alasan bagi umat yang dikasihi-Nya untuk tidak mengenal tindakan Tuhan yang penuh belas kasih.

Jika seorang mau mengenal Allah secara pribadi dengan sungguh-sungguh, maka ia memperoleh janji dan berkat terbaik dari Allah.

ketika kita mempunyai hubungan yang erat dalam kita mengenal Tuhan maka kita akan mengalami kejutan-kejutan berupa perkara-perkara besar yang tidak terduga. Sesuatu yang tidak terduga seringkali datang disaat yang tidak terduga. Sesuatu yang bukan hanya menyenangkan hati saja, melainkan sesuatu yang berharga dan indah. Kita dapat juga melihat pernyataan ini dalam surat Paulus kepada jemaat di Efesus,

Efesus 3:20, “Bagi DIAlah yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, sepertiyang ternyata dari kuasa yang bekerja dalam kita.”

Teman-teman yang dikasihi Tuhan, mari kita semakin berusaha sungguh-sungguh untuk mengenal dan mengenal Tuhan lebih lagi secara pribadi, bukan hanya kata orang kita mengenal Allah namun kita mengalami pengenalan itu dalam diri kita. Kita harus senantiasa mendeklarasikan Tuhan dalam hidup kita sehari-hari sehingga kita punya pengalaman bersama Tuhan hari demi hari dan mengalami kejutan-kejutan berupa perkara-perkara yang tidak terduga dari Tuhan.

Karena Tuhan lebih menyukai pengenalan akan Dia dari pada korban persembahan lainnya (Hosea 6:6).

TUHAN YESUS MEMBERKATI

AH – TVP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *