Elohim Ministry anak “Menjadi Bijak dalam Bertindak”

“Menjadi Bijak dalam Bertindak”



Renungan Harian Anak, Sabtu 12 Oktober 2024

Halo, Adik-adik! Bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga kalian semua tetap sehat dan semangat

Adik-adik Kalian pernah bertemu dengan seorang polisi yang sedang mengatur lalu lintas di jalan raya, bukan? Saat itu, pasti semua pengendara patuh pada aba-aba sang polisi. Mereka berhenti ketika disuruh berhenti, dan berjalan ketika diperbolehkan. Mengapa semua orang taat? Karena polisi tersebut memiliki wibawa, yang membuat orang patuh dan menghormatinya.

Nah, wibawa tidak hanya dimiliki oleh orang yang kuat atau punya jabatan tinggi seperti yang diakatakan Amsal 24:5, “Orang yang bijak lebih berwibawa daripada orang kuat, juga orang yang berpengetahuan lebih berwibawa daripada orang yang tegap kuat.”

Jadi, Alkitab mengajarkan bahwa kebijaksanaan dan pengetahuan jauh lebih penting daripada kekuatan fisik. Orang yang bijak memiliki wibawa lebih besar daripada orang yang hanya mengandalkan kekuatan tubuhnya.

Adik-adik, kalian tahu nggak, siapa yang disebut orang bijak menurut Alkitab? Orang yang bijak adalah orang yang mengenal isi hati Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang selalu berusaha melakukan perintah Tuhan dengan sungguh-sungguh. Kebijaksanaan bukan hanya soal kepandaian, tapi tentang bagaimana kita bisa membuat keputusan yang benar dan bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan. Orang yang bijak juga disebut sebagai orang yang takut akan Tuhan. Takut di sini bukan berarti merasa takut seperti saat gelap atau melihat hal yang menyeramkan, ya. “Takut akan Tuhan” berarti kita menghormati Tuhan, menghargai Firman-Nya, dan ingin selalu menyenangkan hati Tuhan. Orang yang bijak akan berusaha untuk hidup sesuai dengan ajaran Tuhan dan tidak mau melakukan hal-hal yang salah.

Adik-adik, manusia bisa memiliki kekuatan yang besar, bisa saja mereka kuat secara fisik atau memiliki kekuasaan. Tapi, jika seseorang tidak bijaksana dan tidak berpengetahuan, maka kekuatannya itu tidak berguna malah dipakai untuk merugikan orang lain dengan melakukan hal-hal yang buruk, dan itu hanya akan membawa masalah. Sedangkan orang bijak, meskipun mungkin tidak sekuat orang lain, akan tahu bagaimana caranya menggunakan kemampuannya untuk hal-hal yang baik, untuk menolong orang lain, dan hidup sesuai dengan Firman Tuhan.

Adik-adik, ketika kita menjadi bijak, kita bukan hanya akan menyenangkan hati Tuhan, tetapi kita juga akan dihormati oleh orang-orang di sekitar kita. Kebijaksanaan akan memberi kita wibawa, seperti seorang polisi yang dihormati karena bertindak benar. Tuhan juga akan memberkati hidup kita dengan pengetahuan dan hikmat, sehingga kita bisa membantu orang lain dan membawa sukacita kepada orang tua, guru, dan teman-teman kita.

Adik-adik kita belajar hari ini Kebijaksanaan berasal dari Tuhan. Semakin kita hidup sesuai dengan Firman Tuhan, semakin bijak kita dalam bertindak.

Ayat Hafalan

Amsal 24:5 berkata, “Orang yang bijak lebih berwibawa daripada orang kuat, juga orang yang berpengetahuan daripada orang yang tegap kuat.”

Komitmenku hari ini

Tuhan Yesus memberkati

YNP – TPR

PENGUMUMAN

Jangan lupa adik-adik semuanya, untuk mengikuti ibadah Anak Elohim di Gedung Gereja ya besok hari minggu jam 8.00 … Ayo ajak teman-teman kita semuanya ya ..

Kita mau Belajar dari Kisah Maria yang Memecahkan Buli-Buli sebagai Bentuk Ucapan Syukur. Kita belajar untuk berinisiatif memberikan ucapan syukur dan penghormatan kepada Tuhan. dan belajar menjadi berkat bagi orang lain di sekitar mereka.

Ayo kita bersukacita Bersama memuji Tuhan dan juga yang paling penting kita belajar Firman Tuhan. Sampai jumpa besok …

Tuhan Yesus memberkati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *