Renungan Harian Youth Jumat, 19 Januari 2024
Syalom rekan-rekan Youth semuanya. Dalam perjalanan hidup kita sebagai orang percaya, Tuhan mengajarkan nilai-nilai yang luhur, salah satunya adalah toleransi. Toleransi bukan hanya sekadar menghargai perbedaan, tetapi juga memelihara persatuan dan damai sejahtera dalam kasih. Terlebih ditengah Masyarakat yang majemuk Dimana kita berada.
Toleransi adalah kemampuan untuk menerima dan mengizinkan pandangan, perilaku, dan kepercayaan orang lain dengan berbagai variasi, selama tetap sesuai dengan suatu standar yang diizinkan.
Meskipun toleransi dapat menahan ketidaknyamanan akibat ‘ketidak-dewasaan’ orang lain, hal tersebut tidak berarti mengubah yang salah menjadi benar. Toleransi tetap mampu menerima kekurangan dan ketidaksempurnaan. Karakter toleransi menunjukkan kebijaksanaan dengan mendengarkan dan berpikir secara hati-hati sebelum memberikan pendapat atau menilai orang lain. Sikap yang tidak cepat menghakimi memudahkan seseorang untuk merenung dan memperbaiki kekurangan dalam dirinya sendiri. Ketika kita merasa terganggu oleh perilaku orang lain, sebenarnya itu mencerminkan kelemahan kita yang mungkin selama ini tidak disadari. Perilaku orang lain berfungsi sebagai cermin yang membantu kita melihat aspek-aspek yang perlu diperbaiki dalam diri kita.
Manusia yang melihat keunikan setiap pribadi akan belajar toleransi, akan menahan penghakiman sebelum mendapatkan informasi yang memadai.
Ia menyadari bahwa pribadi seseorang itu jauh melebihi apa yang kelihatan sekarang, masih ada waktu dan peluang menjadi jauh lebih baik.
Rekan-rekan ada 10 hal yang tidak dapat diubah dalam kehidupan ini.
- Setiap orang adalah pribadi yang unik. Keunikan ini adalah kebesaran Allah dan kekhususan yang membuat setiap orang istimewa karena tidak akan ada orang lain yang persis sama dengan mereka.
- Setiap orang tidak bisa mengubah siapa orang tuanya. Tiap orang dilahirkan dari orang tua kandung yang tidak dapat digantikan.
- Saudara kandung tidak dapat diubah dan diganti sebagaimana orang tua kandung.
- Ras. Setiap orang lahir dari ras tertentu.
- Kemampuan mental. Setiap orang akan memiliki secara alamiah talenta yang lebih atau kurang dalam akademis, sport atau seni dll.
- Kelahiran dan Waktu dalam sejarah. Kelahiran kita di waktu dan zaman tertentu tidak akan bisa kita ubah.
- Jenis kelamin, menjadi laki2 atau perempuan itu adalah hal yang harus kita terima.
- Urutan dalam keluarga. Setiap orang memiliki tempat dalam urutan keluarga, entah sulung atau bungsu atau yang lain.
- Penuaan. Setiap orang tidak bisa mencegah realita terjadinya penuaan fisik yang terjadi saat ia semakin tua, dengan kecepatan dan kondisi yang berbeda2..
- Dan terakhir adalah Kematian. Pada waktu yang tidak bisa kita ubah, semua kita pasti akan meninggal.
Toleransi akan bisa menerima hal-hal yang tidak dapat diubah dalam diri orang lain. Tuntutan untuk berubah dan menjadi lebih baik itu diterapkan pada diri lebih dahulu sebelum pada orang lain. Dan terus mencari cara untuk menolong orang lain bertumbuh dewasa. Ia dengan lebih cermat mendengarkan dan memahami.
Toleransi tidak pernah melepaskan dan berkompromi dengan standar yang benar dengan apa yang populer.
Bagaimana mengembangkan sikap toleransi
Efesus 4:2-3 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:
1. Menempatkan kebenaran diatas pandangan Populer
Seringkali toleransi dicederai karena menghargai kebebasan namun melampaui kebenaran. Toleransi adalah menghargai namun jangan sampai melampaui nilai kebenaran dalam diri kita. Hal yang salah dan Dosa bukanlah untuk ditoleransi dan dibenarkan. Ini adalah Batasan yang harus kita jaga. Jangan melanggar kebenaran demi toleransi.
2. Tidak menghakimi namun hidup dalam kerendahan hati dan lemah lembut.
Ada banyak orang yang munafik ketika menilai orang lain dengan harapan kita, namun kita tidak melakukan nilai itu dalam diri kita. Firman Tuhan seringkali mengingatkan kita untuk tidak menghakimi karena semua ukuran yang kita ukurkan kepada orang lain akan diukurkan juga kepada orang lain. Toleransi diwujudkan dengan nilai untuk kita menghakimi orang lain.
Kita yang telah mengenal dan memiliki kasih, akan mengasihi sesama seperti mengasihi diri kita sendiri. Rendah hati mengajarkan kita untuk tidak sombong dan mau menerima perbedaan orang lain.
3. Toleransi menerima kelemahan dan kegagalan bahkan hal-hal yang tidak bisa diubah
Hubungan akan menjadi sehat ketika kita mampu menerima aspek-aspek yang tidak dapat diubah satu sama lain. Sabar menanggung satu sama lain dalam kasih. Kita harus menyadari bahwa ada hal-hal yang memang tidak bisa diubah dan bisa diubah, jangan menuntun orang lain namun kita dipanggil untuk sabar dan bersedia menanggung perbedaan itu dengan kasih.
Toleransi yang kita tunjukkan tidak hanya bersifat menghargai, tetapi juga membawa damai dan kesatuan yang berasal dari Roh Kudus. Dalam merajut toleransi, kita merajut kebersamaan dan persatuan sebagai tubuh Kristus.
Jadilah pembawa Damai dan pembawa Toleransi yang SALING membangun
Tuhan Yesus memberkati.
YNP – TVP