Renungan Harian, Selasa 01 Juli 2025
Syalom Semangat Pagi Bapak Ibu Saudara Saudari yang dikasihi Tuhan Yesus . . . .
Bukankah demikian hidup kita di tengah-tengah belantara samudra raya kehidupan ini? Kita tidaklah mampu menjalani kehidupan ini bila hanya dengan mengandalkan kekuatan kita sendiri. Sebentar saja kita akan hanyut dan tenggelam oleh derasnya arus kehidupan dunia yang terkadang memikat kita dengan berbagai kenikmatan dan godaannya, namun terkadang juga menghancurkan kita dengan musibah dan penderitaan yang sepertinya tak kunjung henti. Di dalam menjalani kehidupan ini kita butuh pegangan yang dapat terus kita pegang agar kita tidak hanyut dan tenggelam.
Nah saat kita goyah pada apa kita berpegangan ? Sesuatu yang sementara atau yang kekal ? Jika kita berpegangan pada apa yang sementara (harta, kekuasaan, kesehatan ) karena segala sesuatu yang ada dimuka bumi ada umurnya ada waktu (seperti yang disampaikan oleh Pengkhotbah) yang sekejap dapat hilang maka goyahlah kita karena tidak ada pegangan lagi
Tetapi jika kita berpegang pada sesuatu yang kekal maka sekuat badai yang menerjang asal kta terus berpegang maka kita akan selamat..
Firman Tuhan menjadi pegangan kehidupan kita yang kekal
Bangsa Israel menjadi contoh bagi bangsa2 lain pada saat itu dan bagi kita sekarang yang mengajarkan kepada kita bagaimana Allah menyatakan kasih dan anugerahnya bagi umat manusia. Perjalanan 40 tahun bangsa Israel (yang terdapat dalam Kejadian 16) mengajarkan kita bahwa Firman Tuhan menjadi sumber pegangan kehidupan manusia. Mereka benar-benar tidak mempunyai apa-apa untuk dijadikan pegangan dalam perjalanan mereka. Bahkan untuk untuk urusan mendasar yaitu makan, Allah memberikan manna. Allah sedang mengajarkan bangsa israel bahwa manna itu ada karena berasal dari FirmanNya. Dalam perikop tersebut juga disinggung soal pakaian, kasut, tuntunan (tiang awan dan api), perlindungan yang semuanya itu demi mengajarkan sebuah kerendahan hati bahwa sumber kehidupan mereka bersal dari Firman Allah.
Masa itu dipakai Allah untuk menunjukan bahwa segala keberadaan mereka adalah semata-mata karena Allah saja. Masa itu dipakai Allah untuk menyiapkan mereka agar mereka hanyut dalam keputusaan mereka dan mencari pegangan lain atau mereka lupa atas segala kelimpahan dan tidak lagi bergantung kepada Allah
Mazmur 119:105, Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku
Dalam ayat 105 , pemazmur membandingkan Firman Tuhan dengan pelita dan cahaya, yang menandakan bimbingan dan kejelasan.
Ayat ini mencerminkan ketergantungan pemazmur pada Firman Tuhan untuk mendapatkan hikmat dan petunjuk, terutama di tengah ketidakpastian dan kegelapan.
“Firman-Mu adalah pelita bagi kakiku”
Pemazmur mengawali dengan membandingkan Firman Tuhan dengan pelita yang menerangi kaki kita. Metafora pelita menyiratkan bahwa terang itu dekat dan terbatas, hanya menyediakan penerangan yang cukup untuk langkah berikutnya. Pelita tidak membanjiri seluruh jalan dengan terang, tetapi memberikan bimbingan yang cukup untuk saat ini. Ini berbicara tentang kenyataan bahwa sebagai orang percaya, kita mungkin tidak selalu melihat seluruh jalan di depan kita, tetapi Firman Tuhan memberi kita hikmat dan bimbingan yang kita butuhkan untuk setiap langkah.
Frase Kunci : “Dan cahaya bagi jalanku”
Bagian kedua dari ayat tersebut memperluas gambaran tersebut dengan menggambarkan Firman Tuhan sebagai terang bagi jalan. Sementara pelita memberikan terang bagi langkah yang diambil, terang Firman Tuhan juga memberikan arahan yang lebih luas, menerangi jalan yang harus kita tempuh.
Ini berarti bahwa sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk berjalan dengan iman, percaya bahwa Allah akan menuntun kita selangkah demi selangkah. Sering kali, kita ingin melihat gambaran utuh tentang ke mana kita akan menuju, tetapi Allah mengundang kita untuk percaya kepada-Nya, karena tahu bahwa Ia melihat apa yang tidak dapat kita lihat.
Bagi orang percaya masa kini, ayat ini merupakan pengingat yang kuat tentang pentingnya mengandalkan Firman Tuhan untuk bimbingan sehari-hari. Di dunia yang penuh dengan ketidakpastian, kebingungan, dan suara-suara yang saling bersaing,
Kitab Suci memberikan kejelasan, hikmat, dan arahan. Meskipun kita mungkin tidak selalu mengerti ke mana Tuhan memimpin kita, kita dapat percaya bahwa Firman-Nya akan menerangi jalan, selangkah demi selangkah.
Tuhan Memberkati
TC
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
God bless
Thank you…God bless