Renungan Harian Youth, Selasa 27 Juni 2023
Syalom rekan-rekan Youth semuanya … semoga hari ini kita semuanya semakin bersyukur atas berkat dan anugera Tuhan buat kehidupan kita
Rekan-rekan youth setiap kita sedari masa kecil sudah ditanamkan sebuah istilah yang berkaitan dengan masa depan kita yang biasa disebut dengan “cita-cita.” Dan kita menyadari bahwa semuanya bukan hanya sekedar angan tetapi harus ada perjuangan bahkan usaha yang keras untuk dapat menggapainya Seringkali usaha keras terhenti karena hasilnya tidak kelihatan dari mula usaha.
Maunya orang, mulai usaha udah kelihatan hasilnya, pokoknya serba instan.
Contoh yang paling sering kita dengan adalah tentang “DIET”, Ada sebuah cerita, dimana ada seseorang yang memiliki kelebihan berat badan 30 kilo. Ia memulai program diet Baginya, usaha ini sungguh berat karena harus menghitung berapa kalori yang masuk ke tubuhnya, padahal mulut dan perut belum tentu bisa kompak, khan? Dua minggu pertama, ia berhasil turun 3 kilo. Untuk sampai ke berat ideal, ia butuh waktu sekitar 6 bulan lagi. “Wuih… lumayan lama”, pikirnya. Pikiran inilah yang melemahkan usahanya sehingga ia tidak bisa menahan diri dari godaan makanan yang enak-enak. Akhirnya dengan mendadak ia mengambil keputusan berhenti diet karena tubuh langsing tidak akan ia dapatkan sampai kapan pun!
Dan tentunya Tidak hanya dalam berdiet saja orang perlu niat yang kuat. Untuk mendapatkan hasil yang terbaik pun, memerlukan proses waktu yang tidak singkat … memang durasi waktu itu relative namun yang pasti adalah kita memerlukan sebuah proses. Alkitab menceritakan bahwa sejak manusia jatuh ke dalam dosa, manusia tidak akan pernah lagi mendapat sesuatu dengan mudah. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan/ mendapatkan keinginan, manusia perlu usaha dengan susah payah. Karena itu bukan saatnya untuk merasa lelah walau usahamu belum menampakkan hasil. Ingat, susah payah bukan berarti kerjanya harus ngotot, tetapi bekerja dengan kerelaan hati.
Kerelaan hati untuk bersusah payah adalah kunci agar Tuhan melimpahkan berkatnya.
Seperti yang dinyatakan oleh Salomo dalam kebijaksanaannya.
“…tak ada yang lebih baik bagi manusia daripada bergembira dalam pekerjaannya,…” (Pengkhotbah 3:22)
Dalam beratnya Proses, kita harus mengetahui makna dan tujuan dari proses tersebut sehingga kita bisa menikmati semuanya dengan kerelaan hati. Dalam kerelaan maka semuanya akan dikerjakan dengan sukacita, dan perjuangan itu tidak “Ngotot” namun menikmati proses yang ada. Kadang-kadang, kita mungkin merasa lelah, putus asa, atau frustasi dengan tantangan yang kita hadapi, tetapi Tuhan menginginkan agar kita tetap teguh dan tidak menyerah.
1. Proses adalah Bagian dari Pertumbuhan
Setiap proses dalam hidup kita adalah bagian dari pertumbuhan dan pembentukan kita. Tuhan menggunakan situasi dan tantangan yang kita hadapi untuk membentuk karakter kita dan mempersiapkan kita untuk masa depan dan kita menjadi pribadi yang lebih kuat.
2. Belajarlah untuk berserah
Ketika kita sedang berproses dengan kegagalan dan situasi yang tidak mudah, seringkali disanalah kita belajar untuk berserah kepada Tuhan. Berserah bukanlah menyerah, karena berserah berarti berani percaya kepada Tuhan dan berani untuk terus melangkah melewati semua tantangan yang ada. Percaya bahwa ada Tuhan yang menyertai
3. Pakailah momen Proses untuk Belajar menjadi lebih baik
Setiap pengalaman, baik sukses maupun kegagalan, dapat menjadi pelajaran berharga dalam hidup kita. Jangan biarkan kegagalan atau kesalahan membuatmu menyerah. Sebaliknya, belajarlah dari pengalaman tersebut, perbaiki diri kita, dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.
Ingatlah bahwa Tuhan menggunakan setiap pengalaman untuk membentuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat dan bijaksana.
4. Tetap Fokus pada Tujuan Akhirnya
Dalam proses kehidupan, jangan pernah lupakan tujuan akhirmu. Ketika proses membuat kita lemah ingatlah tujuan akhir yang sudah Tuhan siapkan bagi kita. Jangan biarkan rintangan atau keterbatasan saat ini menghalangimu untuk mencapai tujuanmu. ingatlah bahwa hidup ini adalah perjalanan yang terdiri dari berbagai proses. Jangan menyerah dengan proses tersebut, tetapi hadapi dengan ketekunan, iman, dan kepercayaan kepada Tuhan.
Memang sih, di proses itu tidak enak, malah sebaliknya terasa capek, bosan dan menyakitkan. Akan tetapi niat yang kuat adalah niat yang diikat dengan kerelaan hati untuk bersusah payah pada tiang iman.
Tuhan melihat niat hatimu dan ijinkanlah Tuhan bekerja didalamnya dan bersiaplah untuk mendapatkan hasil yang terbaik bagimu, bagi kemuliaan-Nya dan bagi kebaikan orang-orang disekitar kita.
Amin…. Tuhan Yesus memberkati
YNP – DOT