Elohim Ministry youth PEMULIHAN DARI ALLAH

PEMULIHAN DARI ALLAH



Renungan Harian Youth, Rabu 10 September 2025

Yehezkiel 37:5, Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali.

Pada tanggal 4 November 1966, bencana banjir yang melanda Firenze, Italia, menenggelamkan lukisan ternama Perjamuan Terakhir karya Giorgio Vasari dalam genangan lumpur, air, dan minyak selama lebih dari dua belas jam. Catnya menjadi pudar dan bingkai kayunya rusak berat, sehingga banyak orang menganggap karya seni itu tidak terselamatkan lagi. Namun, setelah melakukan upaya konservasi yang tekun selama lima puluh tahun, para ahli dan relawan berhasil mengatasi rintangan-rintangan yang luar biasa untuk memulihkan lukisan yang sangat berharga itu.

Pada tanggal 4 November 1966, bencana banjir yang melanda Firenze, Italia, menenggelamkan lukisan ternama Perjamuan Terakhir karya Giorgio Vasari

Selama masa kekacauan itu, Allah memberi nabi Yehezkiel sebuah penglihatan yang tidak hanya aneh namun juga mencengangkan: sebuah lembah penuh dengan tulang-tulang kering. Tak bernyawa. Terserak. Terlupakan.  Itu melambangkan keadaan Israel saat itu sebagai sebuah bangsa dan kondisi kerohanian mereka – disingkirkan, remuk redam, tak lagi punya pengharapan.  Tuhan memerintahkan Yehezkiel untuk bernubuat kepada tulang-tulang itu, dan firman-Nya yang pertama, seperti yang terdapat dalam ayat 5, menyatakan bahwa Tuhan akan memberikan nafas hidup ke dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. 

Kita tidak tahu seluk-beluk dari lembah yang disebutkan Yehezkiel sebagai tempat ia dibawa “dengan perantaraan Roh [Allah]” (Yehezkiel 37:1). Mungkin Yehezkiel mendapatkan penglihatan tentang lembah tempat terjadinya suatu tragedi atau perang besar, karena banyaknya tulang yang tidak dikubur di satu tempat agaknya menunjukkan suatu lokasi pertempuran. Kepada Yehezkiel, Allah berkata bahwa lembah penuh tulang itu melambangkan seluruh kaum Israel (ay.11). Bahkan keputusasaan dan kematian yang mereka alami dapat diputarbalikkan oleh Roh Allah yang menghembuskan napas baru kepada mereka (ay.6) dan mengembalikan mereka ke tanah mereka (ay.12).  

Dalam bahasa Ibrani, kata “nafas” adalah ruach – sebuah kata yang juga berarti roh atau angin. Tuhan berkata, “Aku akan mengisi yang telah mati dengan Roh-Ku dan membangkitkannya kembali.”

“Tulang kering” menunjuk pada kehidupan yang mati, bukan secara fisik melainkan secara rohani. Hidup tanpa tujuan, tanpa pengharapan, dan tak lagi mampu melihat masa depan. Menghadapi situasi demikian, Kuasa Firman Tuhan benar-benar diperlukan. Daripada mengeluh, lebih patut kita memperkatakan firman Tuhan. 

Ini bukan hanya janji untuk orang Israel – ini hanya sedikit dari apa yang Allah bisa lakukan terhadap jiwa-jiwa yang terasa kering, ciut dan dingin. Mungkin engkau telah melewati sebuah musim kekeringan rohani yang panjang. Mungkin engkau merasa hidup ini telah memadamkan imanmu. Namun Tuhan yang memberikan napas kepada tulang-tulang kering masih memberikan napas-Nya hingga hari ini.

Melalui nubuatan Yehezkiel, Allah berjanji untuk mengembalikan kejayaan kerajaan Israel dengan mempersatukan kembali Kerajaan Utara dan Kerajaan Selatan di bawah pemerintahan satu raja keturunan Daud yang membangun kerajaannya di atas gunung-gunung Israel. Saat itu, bangsa Israel akan dibebaskan dari kehidupan yang tercemar karena dosa, dewa-dewa dan tempat-tempat penyembahan berhala akan dihancurkan dan Allah akan diam di antara mereka serta mengaruniakan kedamaian dan menguduskan umat-Nya untuk selama-lamanya 

Kita melayani Allah yang membangkitkan orang mati. Entahkah itu sebuah bangsa, sekelompok orang, bahkan Putra-Nya yang wafat di kayu salib, Dia memulihkan yang terhilang, memperbaharui yang hancur, dan membangkitkan harapan yang telah pupus.

Tuhan dapat melakukan yang mustahil dan berjanji akan menghidupkan kembali Israel, bukan hanya secara fisik tetapi juga secara rohani. 

Firman Tuhan bekerja lebih dahsyat daripada logika atau perkataan manusia. Mungkin kita dikatakan sebagai pribadi yang tak punya masa depan. Mungkin juga kita mengganggap diri kita sudah mati bagaikan tulang-tulang kering. Jika benar demikian, ingatlah bahwa bersama Tuhan yang hidup, kita selalu memiliki pengharapan. Kemahakuasaan Allah yang mampu menghidupkan kembali tulang-tulang yang sudah kering dan membangkitkan kembali kerajaan Israel yang sudah hancur mengajarkan bahwa Allah kita mampu membangkitkan pengharapan yang sudah mati. Oleh sebab itu, selama ada penyertaan Allah, kita tidak akan pernah kehilangan pengharapan.

Ketika kita merasa lelah dan kehilangan semangat, ingatlah bahwa Tuhan adalah sumber kekuatan yang tidak pernah habis. Jika jiwamu terasa kosong, mintalah Dia untuk memberikan napasnya kepadamu lagi. Karena, di mana Allah memberikan napasnya, di situ ada hidup. 

Amin, Tuhan Yesus Memberkati

RM-IT


Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800

Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

1 thought on “PEMULIHAN DARI ALLAH”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *