Renungan Harian Youth, Sabtu 11 November 2023
Ayat : Ibrani 12 : 5-11
Syalom, selamat pagi teman-teman remaja dan pemuda ELOHIM. Apa kabarnya hari ini? Semoga kita semua sehat selalu dan dalam lindungan Tuhan.
Ketika kita mendengar kata disiplin, pasti yang muncul dibenak kita bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Malah sebaliknya, sesuatu yang membuat kita takut, menderita, sakit dan sebagainya. Contohnya saja ketika di rumah ketika kita didisiplinkan oleh orang tua kita karena ketidak taatan kita, rasanya pasti sangatlah berat. Begitu juga ketika berada disekolah, atau ditempat pekerjaan kita masing-masing. bahkan hukuman bisa menjadi bentuk pendisiplinan seseorang terhadap pelanggaran kita. Contohnya saja seorang anak, ketia ia melanggar aturan ayahnya, maka ayah tersebut pasti akan mendisiplinkan anaknya.
Seperti yang tertulis dalam kitab Ibrani 12 : 5-6,” Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: ”Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”
Ketika kita membaca diayat-ayat dari kitab ibrani 12 : 5- 11, disini kita dapat menemukan 3 hal yang dapat kita pelajari dari firman Tuhan tersebut :
1. Disiplin merupakan sebuah kebutuhan.
Alkitab memerintahkan orang tua untuk tidak segan-segan mendisiplinkan anak-anak mereka. menurut Alkitab, mendisiplinkan anak secara fisik pada batas tertentu merupakan hal yang baik, yang bisa mendukung pertumbuhannya serta mendatangkan kebaikan bagi si anak sendiri. Contohnya,”Jangan menolak didikan dari anakmu. Ia tidak akan mati kalau engkau memukulnya dengan rotan. Engkau memukulnya dengan rotan, tetapi engkau menyelamatkannyawanya dari dunia orang mati.” Amsal 23:13 – 14, Amsal 19:18, Amsal 22:15. Alkitab sangat menekankan pentingnya disiplin, karena itu merupakan sesuatu yang harus kita miliki supaya menjadi orang-orang yang produktif.
Allah menggunakan disiplin untuk mengoreksi dan memimpin kita ke jalan-jalan yang benar.
2. Alasan pensisiplinan Tuhan adalah karena kasih.
Wahyu 3: 19 mengatakan, “Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!”. Ada seorang priamembeli minuman keras, pria tersebut minum sampai mabuk, tetapi 2 jam kemudian, pria tersebut tidak sadar diri. Tanpa ia sadari datanglah 2 orang pencuri mau masuk rumah lewat jendela. Namun pencuri disadarkan oleh anjing peliharaan si pemabuk yang menggonggong. Setelah beberapa eaktu lamanya anjing tersebut menggonggong, namun pria tersebut tak kunjung bangun. Sehingga akhirnya anjing tersebut menggonggong dekat dengan dtelinga tuannya, dengan perlahan pria mabuk tersebut bangun dari tidurnya dan mengambil pistol dilacinya lalu menarik pelatuknya kemudian menmbak anjing yang setia menemaninya selama ini. Karena menurutnya anjing tersebut terlalu berisik dan mengganggu tidurnya. Perbuatan bodoh pria tersebut terkadang seperti kehidupan kita yang mengabaikan disiplin dan teguran Tuhan Bapa kita, Alasan Tuhan menegur, mendisiplinkan karena Tuhan sayang dan mengasihi kehidupan kita.
Karena dia Bapa yang baik yang memberikan kasih-Nya yang besar bagi kita, oleh sebab itu mari relakan hati kita dan bertobat.
3. Hasil disiplin adalah Kehidupan.
Dalam ayat 9 dan ayat 10 memberikan sontoh kepada kita yaitu ayah didunia mendisiplinkan kita dengan sementara waktu, tetapi Bapa d Sorga mendisiplinkan kita agar kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. Ending dari disiplin dan teguran Tuhan adalah membawa kita ke jalan-jalannya yang benar. Efesus 1: 4 ,” Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.”
Rekan-rekan youth yang dikasihi Tuhan, jangan keraskan hati kita ketika kita mengalami pendisiplinan dari Tuhan. terkadang Tuhan bisa memakai siapa saja untuk menegur, mendisiplinkan kita. Entah itu guru, teman, saudara, atau orang tua kita.
Teguran, didikan, disiplin Tuhan adalah bagian dari cara Tuhan menyatakan kasih-Nya yang besar agar kita tetap hidup didalam jalan-jalan-Nya yang benar dan berakhir dengan “finishing well”.
Tuhan memberkati.
MW – AdS
PENGUMUMAN

Kami mengundang rekan-rekan semuanya untuk bisa hadir dalam Youth ang akan diadakan pada hari SABTU, 11 November 2023 jam 17.00 di Gedung Gereja Elohim Batu.
“Menanti dengan Cinta”
Sebuah penantian merupakan sesuatu hal yang sangat menyebalkan. Kita harus menunggu tanpa tahu apa yang akan terjadi selanjutnya sesuai yang kita harapkan atau tidak. Hal ini yang membuat seseorang menyerah dan tidak lagi mau menunggu. Namun, kita belajar dari kisah penantian Yakub untuk mendapatkan Rahel. Ia harus mengorbankan waktu dan tenaganya kepada Laban selama 7 tahun. Yakub mengajarkan bahwa penantiannya selama 7 tahun dapat dilewati dengan baik karena besar rasa cintanya pada Rahel. Begitupun dengan kita, yang harus bersabar dan tidak mudah menyerah akan cintanya Tuhan buat kita semua. Kita bisa lakukan dengan senantiasa melakukan segala perintah-Nya dan percaya bahwa menanti Tuhan akan beroleh kehidupan yang kekal.
Yuk untuk lebih jelasnya datang dan bergabung Bersama dengan kita semuanya.
Dan jangan lupa Ibadah besok jam 06.00 WIB serta Sekolah minggu jam 08.00 di GPdI Elohim Batu