Elohim Ministry umum Perkataan yang Membangun

Perkataan yang Membangun



Renungan Harian Kamis, 13 April 2023

Bacaan : Efesus 4

Ayat Pokok : Efesus 4:29 “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia”

Shalom… Selamat pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. 

Rhenald Kasali (dosen pasca sarjana fakultas Ekonomi  di UI Jakarta dan seorang penulis buku) menceritakan  kisah tentang sikap guru anaknya pada saat  mereka tinggal Amerika Serikat. Ia heran  ketika pelajaran mengarang dalam bahasa Inggris yang dibuat anaknya mendapatkan nilai sempurna, karena menurutnya tugas  yang ditulis anaknya jauh dari sempurna. Lalu ia berusaha menanyakan alasan gurunya memberi nilai sempurna pada tugas mengarang anaknya. Dan ia mendapat jawaban dari gurunya  bahwa bagi anak seorang yang orang tuanya tidak berbahasa Inggris, apa yang ditulis anaknya adalah karya yang hebat. Renald Kasali mendapat pemahaman baru, bagi guru di Amerika Serikat, usaha seorang anak lebih dinilai daripada hasilnya.

Ada juga kisah yang lain, tentang seorang guru menggambar yang bernama Tino Sidin yang pada tahun 80-an sering muncul di TVRI? Setiap gambar anak – anak yang menurut saya  jelek selalu dikomentari bagus. Rupanya baik Guru di Amerika Serikat maupun Pak Tino Sidin mereka mengerti bahwa bagi anak- anak yang masih belajar bertumbuh perlu disemangati dengan pujian dan nilai yang baik atas karya yang mereka hasilkan. Dan penilaian yang baik dan pujian inilah yang  membuat anak- anak Rhenald Kasali  bertumbuh dengan percaya diri dan akhirnya sukses di dalam studi mereka di Amerika Serikat.

Hal ini sesuai dengan ungkapan jika seorang anak sejak kecil dipuji maka ia akan bertumbuh dengan rasa percaya diri dan pada akhirnya ketika dewasa akan menghargai dan menghormati orang lain, tetapi jika sejak kecil seorang anak sering dikritik, maka  ia akan bertumbuh menjadi pribadi yang kurang percaya diri dan ketika dewasa ia suka mencaci dan tidak menghargai orang lain.

Bersikap hati-hati dalam berbicara bukanlah hal yang mudah, apalagi dalam keadaan marah.

Kebanyakan orang lebih suka mengungkapkan kekesalannya lewat kata-kata baik yang diucapkan lisan atau yang diketik dalam media sosmed. Ya, kecenderungan manusia saat ini menulis status di sosmed sebagai pelampiasan amarahnya. Iya atau iya guys?? Sebenarnya hal seperti itu wajar sih namun keadaan emosional seseorang bisa saja lepas kendali, yang membuat seseorang itu mengeluarkan kata-kata kasar. Yakobus memberikan kita beberapa fakta bahwa tidak ada manusia yang sempurna dalam perkataannya. “Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna..”(Yakobus 3:2). Dan tidak seorangpun yang dapat menjinakkan lidah (Yakobus 3:8).

Bagaimana cara kita supaya dapat lebih bijak dalam berkata-kata? Dalam  Yakobus 1:19 diajarkan supaya kita lambat untuk berkata-kata dan juga lambat untuk marah. Kita harus berhati-hati dan tidak tergesa-gesa mengucapkan sesuatu karena ada kuasa dibalik kata-kata yang kita ucapkan.

Bapak, ibu dan saudara terkasih, setiap kita pada saatnya akan dipercaya Tuhan untuk memelihara dan membesarkan anak – anak. Itu sebabnya melalui cerita di atas hendaknya kita belajar untuk tidak mengkritik dengan keras apabila prestasi anak kita kurang baik. Mungkin  talenta anak Anda memang tidak menonjol di matematika, tapi bisa jadi menonjol di bidang lain, misalnya bahasa atau musik atau seni, dsb.  Sebagai orang percaya, seharusnya kita menyadari bahwa perkataan kita berkuasa untuk membangkitkan semangat dan talenta seseorang.  Itulah sebabnya tetaplah berikan pujian bagi anak-anak kita untuk setiap usaha dan kerja keras yang telah mereka lakukan, maka setiap talenta mereka akan berkembang secara maksimal.  “Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati.” ( Amsal 15:4 )

Amin. Tuhan memberkati

DS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *